Pembentukan Formasi Globular Cluster Purba Tanpa Halos Materi Gelap

Tinuku
News KeSimpulan.com - Globular cluster, bola raksasa dari ratusan ribu item dengan bintang yang memiliki umur sangat panjang yaitu sistem bintang-bintang tua.

Namun setelah puluhan tahun mencari jawaban, astronom masih belum memahami bagaimana mereka terbentuk. Sebuah studi baru belum cukup memecahkan misteri ini, tetapi tidak menghapus satu materi lama yang tetap kontroversial yaitu materi gelap. Materi gelap adalah zat misterius tidak terlihat yang membangun sebagian besar alam semesta.

Beberapa astronom yakin di dalam kosmos awal, halos yang mengkompresi gas dan debu memicu pembentukan bintang. Bintang purba ini berkumpul menjadi halos dalam formasi bulatan halos, menciptakan ratusan globular cluster yang sekarang terlihat di Bima Sakti dan galaksi lain. Namun bukti yang mengaitkan pembentukan globular cluster dengan halos tersebut tetap sulit dipahami.

Kemungkinan jika hal ini tidak dikarenakan materi gelap, sebuah laporan yang dilaporkan ke The Astrophysical Journal melalui server preprint arXiv, dimana para peneliti menyimpulkan bahwa tidak ada bukti halos materi gelap di sekeliling NGC 2419 (sebuah globular cluster terletak sekitar 30.000 tahun cahaya dari pusat galaksi Bima Sakti) dan MGC1 (globular cluster terletak sekitar 65.000 tahun cahaya dari pusat galaksi Andromeda).

Charlie Conroy, astrofisikawan dari Harvard University dan rekannya mempelajari dua cluster ini karena jauh dari pusat galaksi Bima Sakti dan galaksi Andromeda dimana jarak telah melindungi mereka dari turbulensi kosmis (setiap materi gelap putatif) sehingga relatif sebagai wilayah yang murni independen. Menggunakan data yang diperoleh dari para astronom lain, tim ini menciptakan model globular cluster tanpa adanya halos materi gelap.

Seiring waktu, cluster tanpa materi gelap perlahan-lahan kehilangan pegangan gravitasi pada bintang-bintang di dekat mereka. NGC 2419 dan MGC1 yang hilang dari bintang-bintang di dekatnya, peneliti menyimpulkan bahwa formasi tersebut terbentuk dalam ketiadaan halos materi gelap. Hal yang sama kemungkinan bersar terjadi pada globular di lokal alam semesta, kata Conroy.

Duncan Forbes, astronom dari Swinburne University of Technology di Hawthorn, Australia, mengatakan para peneliti tampaknya telah membuktikan kasus mereka. Jika dark matter memang berperan membentuk clusters ini, mereka harus tetap berada di sekitarnya.

Jadi, bagaimana bentuk globular cluster tanpa materi gelap? Conroy berspekulasi pada situasi saat terjadinya tumbukan di alam semesta awal (terjadinya merger galaksi), tekanan dan kompresi gas-debu di wilayah tertentu, menciptakan aglomerasi dari ribuan bintang di wilayah-wilayah tersebut.

"Orang dapat membayangkan bahwa globular cluster purba terbentuk dari bintang-bintang dengan cara yang sama seperti yang terjadi saat kini dimana tidak ada hubungannya dengan materi gelap," kata Stacy McGaugh, astronom dari University of Maryland, College Park, yang tidak terlibat dengan penelitian ini.

Untuk menentukan apakah materi gelap diperlukan pada setiap terbentuknya cluster, para astronom perlu menemukan cluster yang masih mempertahankan beberapa jejak leluhur halos materi gelap mereka, kata Alexander Muratov, astronom dari University of Michigan di Ann Arbor. "Hingga saat ini, secara definitif belum ditunjukkan oleh pengamatan tertentu," kata Muratov.

Mengetahui dengan pasti bagaimana bentuk cluster menjadi penting untuk memahami bagaimana alam semesta itu berada. "Globular cluster memandu jalan bagi kita menuju pemahaman yang lebih lengkap bagaimana galaksi merakit diri dan berkembang seiring waktu," kata Conroy.

Charlie Conroy, Abraham Loeb, David Spergel. Evidence Against Dark Matter Halos Surrounding the Globular Clusters MGC1 and NGC 2419, arXiv:1010.5783v1 [astro-ph.GA], Submitted on 27 Oct 2010
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment