Peneliti Bersiap Uji Klinis Sel Induk Embrionik Untuk Stargardt macular dystrophy

Tinuku
News KeSimpulan.com - Uji klinis sel induk kebutaan mendapat lampu hijau. Dua belas orang yang mengalami hampir kebutaaan maju ke sidang medis pertama kali dilakukan.

Kebutaan disebabkan oleh suatu penyakit keturunan yang menyerang di masa kecil akan menerima terapi mata pertama kali di dunia yang berasal dari sel induk embrionik manusia (human embryonic stem cells - hESCs). Terapi ini untuk Stargardt's macular dystrophy yang diindap 1 dari 8000 orang di Amerika Serikat. Penglihatan mereka memburuk dimulai usia 6 ketika pigment epithelial cells (RPEs) mulai mati secara cepat, mungkin karena kerusakan gen. Tanpa RPEs maka sel fotoreseptor yang menangkap sinyal cahaya juga akan mati dan berakhir kebutaan.

Para sukarelawan yang akan menjalani uji klinis ini adalah mereka yang mengalami kondisi memburuk ke titik di mana mereka dapat melihat gerakan tangan mereka sendiri dengan minimal. Mereka akan menerima suntikan sekitar 50.000 dan 200.000 RPEs ke dalam mata. "Tujuannya untuk menghentikan laju kehilangan fotoreseptor," kata Robert Lanza, kepala ilmuwan di Advanced Cell Technology (ACT), Worcester, Massachusetts, perusahaan yang telah mengembangkan terapi sejak hESCs hingga RPEs pada tahun 2004.

Dengan menanam RPEs baru yang tidak mengandung kecacatan gen, tim berharap dapat mencegah kerusakan lebih lanjut atau mungkin bahkan membalikkan kondisi. "Kami berharapkan akan berjalan dengan selamat dan mereka mungkin dapat melihat peningkatan dalam visi hanya dalam enam bulan," kata Lanza.

Ini akan relatif mudah bagi tim untuk memantau nasib sel-sel baru karena dapat dilihat melalui mikroskop. Tim juga dapat menghapus jika ada efek samping. Hal ini berbeda dengan eksperimen pertama terapi hESC yang dilakukan untuk cedera tulang belakang yang dimulai pada bulan Oktober lalu, tidak ada cara untuk mengetahui nasib sel yang disuntikkan.

"Stargardt merupakan indikasi yang ideal. Ada titik akhir yang pasti untuk mengukur ketajaman visual," kata Lanza. Ahli bedah akan menyuntikkan sel-sel ke dalam retina dalam ruang yang biasanya ditempati oleh RPEs, berbatasan langsung dengan sel photoreceptor. Pada pekan-pekan mendatang, ACT juga akan melapor kepada FDA untuk melakukan uji coba terpisah dalam degenerasi makula terkait usia, di mana umur RPEs akhirnya menyebabkan kebutaan, sebuah kondisi yang mempengaruhi 30 juta orang di seluruh dunia.

Peneliti sel induk mata lain sangat senang dengan berita ini. "Berita fantastis mereka akan ke klinik dengan terapi sel untuk mata," kata Pete Coffey dari University College London, dan kepala tim yang mengembangkan "patch" kecil RPEs untuk mengobati degenerasi makula terkait usia.

Lanza mengatakan relawan pertama kali dapat diobati dalam waktu sekitar 2 bulan di salah satu rumah sakit mata di seluruh Amerika Serikat yang berkolaborasi dengan tim peneliti. Saat ini terapi berbasis hESCs untuk berbagai macam kondisi dari diabetes hingga penyakit jantung juga sedang bergerak ke arah uji coba.
  1. Advanced Cell Technology (ACT) http://www.advancedcell.com/
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment