Peran Sentral Kerjasama di Bidang Sains India dan Amerika Serikat

Tinuku
News KeSimpulan.com - Presiden Barack Obama memang berkunjung ke Indonesia, tetapi dalam konteks sains, peran India makin diakui di bidang ilmu pengetahuan.

Hubungan di bidang ilmu pengetahuan antara India dan Amerika Serikat tumbuh pada level yang belum pernah terjadi sebelumnya ketika Obama berkunjung ke India yang menghasilkan kesepakatan diplomatik pada topik termasuk identifikasi penyakit, penelitian pertanian, energi nuklir, ruang angkasa dan peramalan musim. NASA dan badan antariksa India mulai membahas ekplorasi ruang angkasa berawak. Dan Amerika Serikat setuju untuk saling mendorong fasilitas pertahanan dan ruang angkasa.

Di sidang khusus Parlemen India, Obama berbicara tentang hubungan AS-India sebagai "hubungan yang sangat diperlukan dalam mendefinisikan abad ke-21." AS mengakui kontribusi India untuk ilmu pengetahuan dan mendukung keinginan India untuk duduk di kursi permanen Dewan Keamanan PBB. Serta keanggotaan India dalam program Nuclear Suppliers Group yang dibentuk pada tahun 1974 untuk membatasi perdagangan global teknologi nuklir setelah India melakukan ujicoba nuklir.

Untuk membina kerjasama di bidang kesehatan, U.S. Centers for Disease Control and Prevention akan bekerjasama dengan kementerian kesehatan India di pusat deteksi penyakit regional, New Delhi. Kerjasama ini akan melakukan surveilans penyakit yang muncul dan deteksi dini wabah penyakit tropis. Belum ada pengumuman anggaran untuk proyek selama 5 tahun ke depan.

Di bidang pertanian, Obama mengumumkan bahwa India dan Amerika Serikat bersama-sama akan mendukung R&D untuk agenda "evergreen revolution" yaitu model untuk mempertahankan ketahanan pangan bagi dunia.

India akan menjadi tuan rumah Global Center for Nuclear Energy Partnership antara lain "memperkuat keamanan nuklir global dan ancaman terorisme." Sebuah pakta bilateral disebut "Joint Clean Energy Research and Development Center" menganggarkan US$1 juta per tahun masing-masing dari Amerika Serikat dan India selama 5 tahun ke depan untuk mengembangkan cara-cara baru dalam memanen energi surya dan tujuan-tujuan lain.

Untuk peramalan musim, Amerika Serikat akan menyediakan sekitar US$600,000 untuk 5 tahun dengan mendirikan sebuah "monsoon desk" di National Centers for Environmental Prediction, Camp Springs, Maryland, kata Jane Lubchenco, pejabat dari U.S. National Oceanic and Atmospheric Administration. Kedua negara bertujuan untuk bekerja sama dalam memprediksi musim hujan 2011.
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment