Planet Ekstra Surya HIP 13044 b Migrasi dari Ekstra Galaksi

Tinuku
News KeSimpulan.com - Para astronom menemukan sebuah planet ekstrasurya yang mengorbit bintang aneh dari sebuah galaksi kanibal.

Hampir semua yang bisa kita lihat di langit malam tanpa bantuan teleskop masih di lingkungan kosmik Bumi yaitu Galaksi Bima Sakti. Dan ratusan planet yang telah ditemukan di luar tata surya kita, semua yang mengorbit bintang karena kedekatan mereka relatif memungkinkan mengidentifikasi sebagai pendamping orbital.

Sekarang studi baru meletakkan planet ekstrasurya yang tampaknya pernah tinggal di galaksi lain yang kemudian dikonsumsi dan dimasukkan ke dalam Bima Sakti beberapa miliar tahun yang lalu. Planet baru yang ditemukan lebih besar dari Jupiter dilaporkan 18 November di Science oleh tim peneliti dari Max Planck Institute for Astronomy (M.P.I.A.) di Heidelberg, Jerman, dan European Space Agency (ESA). Tim menggunakan sebuah teleskop di puncak gunung Chili saat mengamati bintang HIP 13044 berjarak 2.000 tahun cahaya.

Bintang ini menunjukkan goyangan periodik pada skala waktu 16,2 hari dimana para peneliti menyimpulkan dengan tarikan gravitasi dari planet besar yang mengorbit sangat dekat. Para astronom menemukan sebagian besar exoplanet dengan melacak getaran bintang melalui pergeseran Doppler dari cahaya bintang. Namun temuan baru planet HIP 13044 b menjadi mengejutkan karena beberapa alasan.

HIP 13044 b adalah planet ekstrasurya yang diverifikasi pertama berasal dari ekstra galaksi (sementara deteksi tentatif sebuah planet di Andromeda diumumkan pada tahun 2009, namun jenis pengamatan yang digunakan dalam penelitian tersebut tidak dikonfirmasi kebenarannya).

HIP 13044 berada di Helmi, populasi bintang yang membentang melalui Bima Sakti dengan cara yang sama tetapi orbit dan komposisi yang tidak biasa. The Helmi stream dihitung pada tahun 1999 berasal di sebuah galaksi kecil, mirip dengan galaksi kerdil Sagitarius yang dikomsumsi oleh Bima Sakti yang lebih besar. Kemudian galaksi ditelan secara keseluruhan antara 6.000.000.000 hingga 9.000.000.000 tahun yang lalu.

Keanehan lain adalah bintang host planet baru ini cukup dewasa karena telah melewati fase raksasa merah yang akan dialami Matahari sekitar lima miliar tahun lagi. Ketika Matahari menjadi raksasa merah akan membengkak dari ukuran saat ini dan kemungkinan besar menelan planet-planet bagian dalam. HIP 13044 b sangat dekat dengan bintang host dalam wilayah untuk ditelan oleh raksasa merah yang berarti mungkin telah bermigrasi ke dalam orbit. Para peneliti berspekulasi planet tersebut menunggu kehancuran ketika bintang membengkak lagi di fase evolusi berikutnya ketika menjadi bintang raksasa yang disebut asymptotic giant branch star.

Selain itu, exoplanet yang biasanya mengorbit bintang bersifat metalis yaitu diperkaya dengan unsur yang lebih berat daripada hidrogen dan helium. Tetapi HIP 13044 dan sesama bintang di Helmi sangat miskin logam. HIP 13044 yang memiliki massivitas hampir sama dengan matahari hanya mengandung sekitar 1 persen metalitas.

"Pada kasus pembentukan planet, Anda memiliki skenario penumpukan core yang membutuhkan elemen berat untuk membentuk embrio planet. Rupanya ini tidak berlaku untuk planet yang kami temukan sekarang," kata Rainer Klement, astronom MPIA. Teori alternatif yang disebut disk instability memungkinkan terbentuknya planet tanpa terlebih dahulu merakit core batuan. "Sekarang kita menemukan sebuah planet di sekitar bintang yang sangat miskin logam dan harus ada beberapa mekanisme lain di tempat kerja untuk membentuk planet ini," kata Klement.
  1. Johny Setiawan, Rainer J. Klement, Thomas Henning, Hans-Walter Rix, Boyke Rochau, Tim Schulze-Hartung (Max-Planck-Institut für Astronomie, Königstuhl 17, 69117 Heidelberg, Germany) and Jens Rodmann (European Space Agency, Space Environment and Effects Section, ESTEC, Keplerlaan 1, 2201 AZ Noordwijk, Netherlands). A Giant Planet Around a Metal-Poor Star of Extragalactic Origin, Science 18 November 2010, DOI: 10.1126/science.1193342
  2. Amanda A. Kepley et al, 2007, Halo Star Streams in the Solar Neighborhood. The Astronomical Journal 134 1579, DOI:10.1086/521429
  3. Amina Helmi et al, 1999, Debris streams in the solar neighbourhood as relicts from the formation of the Milky Way, Nature 402, 53-55, DOI:10.1038/46980
  4. G. Ingrosso et al, 2009, Pixel-lensing as a way to detect extrasolar planets in M31. arXiv:0906.1050v1 [astro-ph.SR], DOI:10.1111/j.1365-2966.2009.15184.x
  5. Max Planck Institute for Astronomy (M.P.I.A.) http://www.mpia.de/Public/menu_q2e.php
  6. Asymptotic Giant Branch (AGB) Stars http://www.noao.edu/outreach/press/pr03/sb0307.html
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment