Sekarang Anda Dapat Membuat Sel Darah Dari Sel Kulit Anda Sendiri

Tinuku
News KeSimpulan.com - Anda tidak bisa membuat darah dari batu, tetapi Anda mungkin bisa mendapatkannya dari sel kulit. Bank darah tidak lagi sibuk mencari donor darah.

Para peneliti berhasil membujuk sel-sel kulit matang berubah menjadi berbagai sel darah. Para ilmuwan mengubah sel menjadi darah tanpa terlebih dahulu "memprogram ulang" melalui embrio sel induk sehingga transformasi ini mungkin tidak diperlukan untuk membuat jaringan pengganti.

Embryonic stem (ES) cells memiliki potensi dapat berubah menjadi semua jenis sel dalam tubuh, tetapi metode ini memikul beban berat dari ketentuan hukum etika. Dengan memasukkan empat gen atau sekuens RNA, peneliti dapat memprogram ulang sel-sel matang, memaksa mereka untuk "unspecialize" ke dalam pluripotent stem (iPS) cells dengan bakat sel ES.

Meskipun para ilmuwan telah memacu sel iPS dan ES untuk menjadi sel-sel darah, kedua jenis sel tetap bermasalah. Untuk satu hal, peneliti khawatir tentang potensi menjadi kanker. Keterbatasan lain, kata Mickie Bhatia, biolog sel induk dari McMaster University di Hamilton, Kanada, sel-sel darah yang dihasilkan hanya sedikit memproduksi variasi matang hemoglobin, oxygen-toting protein tubuh, menunjukkan bahwa ini masih premature.

Bhatia dan rekan-rekannya bertanya-tanya apakah perlu untuk mengubah sel matang menjadi sel iPS. Mungkin sebagian sel-sel terprogram akan bekerja. Meskipun sel-sel tersebut tidak akan dapat membuat berbagai jenis variasi sel, tetapi mungkin menghasilkan darah. Tim menggunakan virus untuk memasukkan gen OCT4 (satu dari empat gen yang awalnya diperlukan untuk memprogram ulang sel-sel dewasa) menjadi sel-sel kulit manusia yang dikenal sebagai fibroblast.

Peneliti melaporkan hari ini di Nature, prosedur yang terbalik. Jangankan morphing ke dalam sel iPS, treatment sel-sel kulit menjadi bentuk sel darah lebih khusus mirip dengan yang biasanya berada di sumsum tulang. Setelah usaha lebih lanjut, sel-sel progenitor melahirkan sel defensif seperti neutrophils, basophils, dan macrophages, yang mengunyah bakteri dan infeksi lainnya.

Tim ini juga mampu membujuk progenitor untuk menjadi sel-sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Berbeda dengan sel darah berasal dari sel iPS atau sel ES, sel-sel yang diciptakan oleh para peneliti terutama versi dewasa hemoglobin. "Kami yakin karena kita mulai dengan fibroblast dewasa, kami membuat erythrocytes dewasa," kata Bhatia.

Sel-sel tampaknya aman. Ketika tim menyuntikkan ke tikus tidak menyebabkan pertumbuhan abnormal yang disebut teratomas. Dan budidaya di piring petri, sel membagi beberapa kali, menunjukkan bahwa mereka tidak menjadi abadi seperti sel-sel kanker. Para peneliti juga menguji apakah progenitor darah mengukuhkan diri untuk penerima dengan memasukkan mereka ke dalam tikus. Setelah 8 minggu, sekitar seperlima dari sel-sel di sumsum tulang hewan seperti manusia, menunjukkan bahwa transplantasi menjadi rumah sendiri pada tikus.

Setelah pengembangan lebih lanjut, teknik ini bisa memberi cara yang lebih efisien untuk membuat sel-sel darah baru, kata Bhatia. Sebagai contoh, para peneliti mungkin dapat menggantikan sel-sel darah pasien leukemia dengan sel sehat yang berasal dari kulit mereka sendiri. Para ilmuwan juga bisa membudidayakan untuk persediaan darah dari berbagai jenis, seperti darah donor yang disimpan hari ini, kata Bhatia.

Namun, para peneliti masih memiliki beberapa pekerjaan yang harus dilakukan, kata Thalia Papayannopoulou, biolog sel induk dari University of Washington, Seattle. Papayannopoulou ingin melihat bukti kuat bahwa sel-sel yang ditransplantasikan akan mengukuhkan diri untuk jangka panjang pada penerima, masalah abadi bagi sel-sel induk.

Tetapi Dean Tantin, biolog molekuler dari University of Utah School of Medicine di Salt Lake City sangat antusias. Karena sel-sel tim Bhatia tidak sepenuhnya diprogram dimana kebanyakan ilmuwan akan mengalami kegagalan. Para peneliti "mengubah kebuntuan peneliti lain menjadi emas, banyak orang akan melompat pada metode ini," kata Tantin.

"Ini membawa kita satu langkah di sepanjang garis untuk percaya bahwa Anda dapat menghasilkan apa saja dari apa saja," kata Ian Wilmut, embriolog dan direktur MRC Centre for Regenerative Medicine di Edinburgh, Inggris. 'Konversi langsung' tersebut juga menawarkan potensi lebih aman, alat sederhana untuk membuat terapi sel pasien spesifik daripada yang dijanjikan oleh sel iPS. Meskipun begitu konversi sel juga memiliki kelemahan. Tidak seperti sel-sel induk iPS dan embrio, mereka tidak dapat dengan mudah berkembang biak di laboratorium yang dibutuhkan untuk aplikasi obat.

Deepak Srivastava, biolog perkembangan dan direktur Gladstone Institute of Cardiovascular Disease di San Francisco, California, yang memimpin tim penelitian untuk membuat otot jantung dari fibroblast tikus mengatakan bahwa sel-sel yang secara langsung dikonversi juga bisa menawarkan terapi sederhana daripada sel iPS seperti fibroblast yang mengelilingi jantung bisa berubah menjadi otot jantung baru menggunakan stent untuk memprogram ulang sel.

Meskipun eksperimen laboratorium membuktikan berbagai variasi sel-sel darah, masih terlalu dini untuk mengatakan apakah akan sama baiknya setelah mereka berada di dalam pasien, kata George Daley, biolog sel induk dari Children's Hospital Boston di Massachusetts. Secara khusus, modifikasi epigenetik (mengubah ekspresi gen tanpa mengubah urutan DNA) dapat berbeda di antara sel-sel darah yang diproduksi secara alami dan hasil konversi langsung. "Perjalanan dari zigot ke sel darah khusus sangat panjang. Perjalanan dari fibroblast ke sel darah dalam cawan petri mengambil rute yang sangat berbeda. Semua orang memiliki tipe favorit sel. Ada banyak jenis kimia terjadi," kata Daley.
  1. Eva Szabo, Shravanti Rampalli, Ruth M. RisueƱo, Aline Fiebig-Comyn, Marilyne Levadoux-Martin (Stem Cell and Cancer Research Institute, McMaster University, Hamilton, Ontario, Canada L8N 3Z5); Angelique Schnerch, Ryan Mitchell, Mickie Bhatia (Stem Cell and Cancer Research Institute, McMaster University, Hamilton, Ontario, Canada L8N 3Z5; Department of Biochemistry and Biomedical Sciences, McMaster University, Hamilton, Ontario, Canada L8N 3Z5). Direct conversion of human fibroblasts to multilineage blood progenitors. Nature, 7 November 2010, DOI:10.1038/nature09591
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment