Simulasi Angin Matahari Asal Usul Air Di Permukaan Bulan

Tinuku
News KeSimpulan.com - Simulasi lab meragukan asal usul air Lunar. Rekonstruksi eksperimental meragukan terbentuknya molekul air di permukaan Bulan.

Misteri bagaimana Bulan mendapatkan air permukaannya baru saja mendapat perhatian setelah kegagalan upaya dalam meniru mekanisme terbentuknya atom air. Tiga misi ruang angkasa secara terpisah tahun lalu melaporkan deteksi kilau molekul air di permukaan bulan. Banyak planetolog berspekulasi air terbentuk ketika partikel angin Matahari memukul permukaan, namun gagasan ini banyak diragukan.

"Angin matahari tidak dapat menghasilkan air dalam jumlah yang cukup untuk menjelaskan temuan hasil pengamatan dari tiga misi," kata Raúl Baragiola dari University of Virginia di Charlottesville yang mencoba untuk mereproduksi efek tersebut di laboratorium.

Selama bertahun-tahun, teori yang mengatakan proton angin Matahari mungkin dapat memproduksi air di Bulan dengan mengurai atom oksigen dan mineral dalam tanah Bulan untuk membentuk hydroxyl radicals (OH) atau air (H2O). Hipotesis ini mendapat sambutan dengan pengamatan hidroksil dan air oleh misi NASA Deep Impact, Cassini, dan Chandrayaan 1 India.

Baragiola dan rekannya menguji reaksi proton pada kristal ilmenite dan anorthite (dua mineral yang paling umum di Bulan) dalam sebuah vakum. Hasilnya tidak ada tanda produksi air atau hidroksil radikal. Bahkan, mereka menemukan hal yang sebaliknya yaitu proton menghancurkan bekas air apapun pada mineral yang sebelumnya terikat selama 24 jam.

Carle Pieters dari Brown University di Providence, Rhode Island, yang pada tahun lalu menulis hasil temuan air dari pengamtan Chandrayaan-1, mengaku menjadi bingung dengan hasil temuan eksperimen tim Baragiola.

Tetapi Jeffrey Gillis-Davis, geoplanetolog di University of Hawaii, berpikir hipotesis yang diajukan mungkin belum benar. "Ini tidak berarti meletakkan paku terakhir di peti mati" hipotesis angin Matahari, kata Gillis-Davis. Tanah Bulan bisa berperilaku berbeda dengan kristal eksperimen. Tekstur penting dalam reaksi kimia yang mungkin menghasilkan air dalam tanah Bulan, proses seperti "pelapukan iklim angkasa" lebih mungkin terjadi pada tanah berbubuk daripada kristal.

Baragiola dan rekannya berencana untuk mengulang eksperimen dengan tanah asli dari Bulan secara nyata.
  1. D.J. Burkea, C.A. Dukesa, J.H. Kima, J. Shia, M. Famáa and R.A. Baragiola (Laboratory for Atomic and Space Physics, University of Virginia, 395 McCormick Road, Charlottesville, VA 22904). Solar wind contribution to surficial lunar water: Laboratory investigations, Icarus, 17 November 2010, DOI:10.1016/j.icarus.2010.11.007
  2. Raúl Baragiola http://www.virginia.edu/ep/faculty/baragiola.html
  3. Carle Pieters http://www.planetary.brown.edu/html_pages/pieters_rsch.htm
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment