Haliotis coccoradiata dan Heliocidaris erythrogramma Tidak Suka Kehangatan

Tinuku

News KeSimpulan.com – Mereka tidak suka kehangatan. Sementara lautan semakin hangat dan asam. Ini ancaman serius bagi kelangsungan hidup mereka.


Masa depan masyarakat bulu babi yang mengambang moluska laut atau marine mollusks (Haliotis coccoradiata) dan si kecil sea urchins (Heliocidaris erythrogramma) terlihat suram, para peneliti melapor kemarin ke Proceedings of Royal Society B. Lahir di lautan terbuka, invertebrata laut ini mengembangkan kerangka halus dan cangkang kalsium sebelum mereka menjelajah perairan menuju pantai kasar.

Untuk mengetahui bagaimana perubahan iklim berdampak pada dua invertebrata laut, peneliti memijah telur dari setiap makhluk ke dalam wadah berisi air laut yang sedikit lebih asam daripada normal (pH7,6 hingga pH7,8 daripada pH8.2) dan sekitar 4oC lebih hangat. Moluska muda yang paling menanggung dampak karena tidak bisa membuat cangkang kalsium seperti siput.

Mereka membentuk gumpalan amorf (lihat gambar, kanan bawah) dan sebagian besar meninggal bahkan setelah hanya pada kenaikan suhu 2oC. Bulu babi bernasib sedikit lebih baik ketika jatuh tempo dalam air hangat dengan hanya 2oC terlepas dari semakin tinggi pH, tetapi mereka membentuk duri jauh lebih sedikit jika air lebih hangat 4oC lebih hangat (lihat gambar, kiri bawah).

Dengan suhu laut di Pasifik Selatan yang merupakan rumah bagi spesies ini diperkirakan akan memanas 2oC pada tahun 2030 dan bahkan lebih pada akhir abad ini, ekologi dan ekonomi spesies menjadi penting karena perlu beradaptasi atau menuju ke selatan yaitu perairan yang lebih dingin agar survive.
  1. Maria Byrne (Schools of Medical Sciences, University of Sydney, New South Wales 2006, Australia; School of Biological Sciences, F13, University of Sydney, New South Wales 2006, Australia); Melanie Ho, Eunice Wong, Natalie A. Soars, Paulina Selvakumaraswamy, Hannah Shepard-Brennand (Schools of Medical Sciences, University of Sydney, New South Wales 2006, Australia); Symon A. Dworjanyn (National Marine Science Centre, Southern Cross University, New South Wales 2450, Australia); Andrew R. Davis (Institute for Conservation Biology, University of Wollongong, New South Wales 2522, Australia. Unshelled abalone and corrupted urchins: development of marine calcifiers in a changing ocean, Proceedings of Royal Society B, December 22, 2010, DOI:10.1098/rspb.2010.2404
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment