Kehilangan Satu Spesies Membuat Seluruh Ekosistem Sakit

Tinuku
News KeSimpulan.com - Lenyapnya keanekaragaman hayati yang terjadi dalam dekade terakhir ini dapat menyebabkan peningkatan penyakit.

Felicia Keesing dari Bard College di Annandale, New York, dan rekan-rekannya meninjau 15 penyakit tanaman dan hewan di seluruh dunia dimana menemukan 13 penyakit menular meningkat ketika keanekaragaman hayati berkurang. Seperti halnya Hantavirus, penyakit Lyme dan beberapa lainnya di mana kehilangan keanekaragaman hayati berarti kehilangan predator penyakit tikus atau spesies. Tim juga memprediksi kadang-kadang kehilangan spesies menyebabkan mereka kehilangan penyakit alami. Namun prediksi ini tidak terbukti.

Sebaliknya tim Keesing menemukan bahwa spesies "gulma" tetap bertahan hidup di mana spesies lain tidak mungkin, seperti tikus dan ryegrass, juga menjadi sumber utama infeksi. Keesing percaya hal ini terjadi karena spesies kutu cenderung hidup cepat dan mati muda sehingga energi pertumbuhan dan reproduksi dipercepat, bukan kekebalan.

Sangat banyak contoh hal ini terjadi baik pada tumbuhan dan hewan tetapi selama ini banyak dianggap sebagai kebetulan saja. Penyakit satwa liar dapat melompat ke manusia sehingga perlu menemukan lanskap yang dapat menjaga keanekaragaman hayati dengan baik untuk menjaga keseimbangan mereka, kata Keesing.
  1. Felicia Keesing, Lisa K. Belden, Peter Daszak, Andrew Dobson, C. Drew Harvell, Robert D. Holt, Peter Hudson, Anna Jolles, Kate E. Jones, Charles E. Mitchell, Samuel S. Myers, Tiffany Bogich and Richard S. Ostfeld. Impacts of biodiversity on the emergence and transmission of infectious diseases Nature, Volume 468, Pages 647–652, Date published 02 December 2010, DOI:10.1038/nature09575

Felicia Keesing http://biology.bard.edu/faculty/keesing/
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment