Produksi C4D Sistem Kekebalan Tubuh Jadi Bumerang Saat Pendemi H1N1

Tinuku
News KeSimpulan.com - Bagaimana flu babi membunuh orang sehat. Pandemi H1N1 yang memukul dunia tahun 2009 mungkin memiliki kaki tangan penyebab bumerang.

Beberapa dari ribuan orang yang meninggal mungkin telah menjadi korban dari sistem kekebalan mereka sendiri, demikian saran hasil penelitian yang muncul di Nature Medicine kemarin. Studi ini mungkin memberikan jawaban untuk salah satu pertanyaan yang paling membingungkan sejak virus muncul pada musim semi tahun lalu yaitu mengapa virus juga menebar malapetaka pada orang berusia 20-50 tahun yang umumnya memiliki vitalistas paling sehat?

Pandemik influenza terjadi jika muncul strain virus dan menyerang sistem kekebalan tubuh yang sepenuhnya belum siap mengidentifikasi, itulah sebabnya baik orang sehat dan lemah sama-sama rentan. Tetapi hal ini tidak menjelaskan mengapa warga negara paling senior (dengan sistem kekebalan tubuh umumnya lemah) dan anak-anak muda (tanpa kekebalan terhadap influenza apapun) cenderung mendapat kasus H1N1 yang lebih ringan dari rekan-rekan mereka yang sehat (berusia 20-50 tahun).

"Pada penduduk setengah baya, kami melihat banyak orang menjadi sakit karena pemrograman sistem kekebalan tubuh mereka menjadi bumerang," kata Fernando Polack, pediatrisian dari Vanderbilt University di Nashville, Tennessee.

Setelah melihat sampel paru-paru 75 korban dewasa muda dan setengah baya dari pandemi 2009, mereka menemukan jumlah melimpah protein yang disebut C4D yaitu sebuah molekul yang biasanya mengikat untuk membentuk antibodi dalam melawan virus yang menyerang kompleks imun.

Ketika antibodi melawan virus di bawah kondisi normal, senyawa C4D dapat menghancurkan virus. Dalam kasus flu, kebanyakan orang memiliki antibodi terhadap peredaran strain influenza musiman tetapi antibodi ini adalah pertandingan pandemi virus kelas teri. Meskipun virus dapat dipukul, manusia tidak dapat menghentikan virus melakukan replikasi. Polacck berspekulasi ketika antibodi dan C4D membentuk kompleks imun, sistem yang berputar di luar kendali. Jangankan menembak virus, kompleks imun yang justru berlubang di pembuluh darah korban dan membanjiri paru-paru dengan air dan plasma.

"Sistem kekebalan tubuh akan tertipu dan aktivasi pertahanan kekebalan tertentu justru menyebabkan kerusakan," kata Niranjan Bhat, dokter penyakit menular di Johns Hopkins Children's Center di Baltimore, Maryland, yang tidak terlibat dalam penelitian.

Ini cenderung terjadi pada anak-anak dan bayi dengan sedikit atau tidak ada antibodi terhadap strain flu musiman, kata Polack. Dan orang tua memiliki antibodi terhadap strain H1N1 1957 yang beredar di Amerika Serikat (keturunan sebuah pandemi flu Spanyol pada tahun 1918 yang dikenal muncul lebih kuat sebagai strain H1N1 tahun 2009) sehingga banjir C4D umumnya tidak terjadi di dalamnya. Ketika tim melihat sampel paru-paru korban flu musiman hanya ditemukan jejak sejumlah C4D yang tampaknya mengkonfirmasi dugaan peneliti.

Namun tidak semua orang yakin. "Tidak ada keraguan bahwa kompleks imun ada di sana. Pertanyaannya, apakah kompleks antibodi karena ada masalah lain ataukah antibodi tersebut penyebab adanya masalah?" kata Ron Fouchier, virulog dari Erasmus Medical Center di Rotterdam, Belanda.

Tetapi Thomas Reichert, epidemiolog dari Entropy Research Institute di Lincoln, Massachusetts, menemukan hipotesis Polack benar-benar masuk akal. Tidak banyak yang dapat menyebabkan jenis kerusakan paru-paru kecuali invasi T lymphocytes ("sel pasukan pejuang" sistem kekebalan tubuh). "Polack tidak menemukan bukti itu. Reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh adalah jenis cara terakhir menangani sesuatu ... Jika anda tidak dapat mengidentifikasi musuh, Anda akan meniup seluruh tempat sebagai penyebab kesialan," kata Reichert.
  1. Ana Clara Monsalvo, Juan P Batalle, M Florencia Lopez, Jens C Krause, Jennifer Klemenc, Johanna Zea Hernandez, Bernardo Maskin, Jimena Bugna, Carlos Rubinstein, Leandro Aguilar, Liliana Dalurzo, Romina Libster, Vilma Savy, Elsa Baumeister, Liliana Aguilar, Graciela Cabral, Julia Font, Liliana Solari, Kevin P Weller, Joyce Johnson, Marcela Echavarria, Kathryn M Edwards, James D Chappell, James E Crowe Jr, John V Williams, Guillermina A Melendi & Fernando P Polack. Severe pandemic 2009 H1N1 influenza disease due to pathogenic immune complexes, Nature Medicine, Published 05 December 2010, DOI:10.1038/nm.2262
Credit : Ana Clara Monsalvo et all. (Severe pandemic 2009 H1N1 influenza disease due to pathogenic immune complexes), Nature Medicine, Published 05 December 2010, DOI:10.1038/nm.2262
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment