Satelit Jepang JAXA Akatsuki Gagal Mengorbit Planet Venus

Tinuku
News KeSimpulan.com - Akatsuki gagal memasuki orbit yang direncanakan di sekitar Venus dan sekarang melayang-layang di ruang angkasa.

Sekarang misi penyelamatan dilakukan (awalnya untuk mempelajari iklim di planet tersebut) dan mencoba usaha kedua untuk menempatkan ke dalam orbit dengan melakukan manuver ulang ke planet dalam waktu sekitar 6 tahun ke depan.

The Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) kemarin melaporkan kegagalan Akatsuki dalam konferensi pers di kampus JAXA's Institute of Space and Astronautical Science (ISAS) dimana manajer proyek Masato Nakamura meminta maaf karena "tidak memenuhi harapan bangsa."

Misi ini dijuluki sebagai satelit meteorologi planet pertama oleh para ilmuwan. Akatsuki seharusnya mengorbit Venus selama 2 tahun dengan 5 kamera pada panjang gelombang ultraviolet dan inframerah untuk melacak awan pada ketinggian yang berbeda dan observasi petir di Venus. Temuan Akatsuki (dalam sebuah orbit khatulistiwa) diharapkan untuk melengkapi data sebelumnya yang berasal dari misi Venus Express oleh European Space Agency (ESA) yang telah mengorbit di kutub planet tersebut sejak April 2006.

Diluncurkan pada tanggal 20 Mei, misi Akatsuki berlangsung lancar sampai kru di Bumi mengalami kesulitan melakukan kontak komunikasi setelah pesawat ruang angkasa melakukan manuver injeksi ke Venus kemarin. Dengan menggunakan antena cadangan di satelit, para kru di Bumi membangun link komunikasi yang lambat (terbatas posisinya).

JAXA membentuk tim investigasi dan tindakan untuk mencari apa yang salah dan menimbang beberapa opsi untuk menyelamatkan misi. Pada konferensi pers, Nakamura mengatakan penyebab kegagalan belum bisa ditentukan sampai data lebih banyak didapat dan ditinjau.

Akatsuki sekarang praktis mengorbit Matahari. Nakamura mengatakan, tim berharap bahan bakar cukup untuk mencoba prosedur penyelamatan selama 6 tahun ketika satelit dan Venus kembali dalam jarak relatif dekat.

Pesawat ruang angkasa ISAS sebelumnya yaitu Nozomi gagal mengorbit di sekitar Mars pada bulan Desember 2003 setelah mengalami beberapa kegagalan dan akhirnya ditinggalkan. Tetapi para ilmuwan ISAS belajar dari pengalaman, diluar dugaan sukses dengan misi pesawat Hayabusa mendarat di asteroid Itokawa untuk mengambil sampel debu dan membawa kembali ke Bumi setelah perjalanan 7 tahun dengan berbagai rintangan dan cobaan.

Press Release (JAXA) http://www.jaxa.jp/countdown/f17/index_e.html
Akasuki/Planet-C http://www.stp.isas.jaxa.jp/venus/top_english.html
Venus Express (ESA) http://www.esa.int/esaMI/Venus_Express/index.html
Hayabusa (JAXA) http://hayabusa.jaxa.jp/e/index.html
Asteroid Itokawa http://www.kesimpulan.com/2010/11/sampel-partikel-debu-di-pesawat.html

Credit : JAXA
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment