Satelit Panel Surya NASA NanoSail-D Solar Sail Lenyap di Ruang Angkasa

Tinuku
News KeSimpulan.com - Pesawat ruang angkasa panel surya lenyap. Satelit berlayar tenaga surya NanoSail-D milik NASA hilang dari kontak.

Sekarang para ilmuwan tidak tahu apakah melayang di luar angkasa ataukah tidak memang pernah dikeluarkan dari tempat sebelumnya. 'The nanosatellite', karena seukuran kue bolu, dikeluarkan dari bagasi satelit host seberat 400 pon pada hari Senin pekan lalu dan semua indikator menunjukkan hal tersebut.

Tetapi seharusnya dapat dicheck 3 hari kemudian, ketika tabung seberat 8 pon berkembang menjadi sebuah layar surya 10 meter persegi dan lebih tipis dari rambut manusia. NASA mengoperasikan basic instrumen untuk merekam semua jenis sinyal di seluruh dunia. Waktu berjalan dan ilmuwan NASA tidak mendapatkan sinyal, sesuatu tidak beres, NASA mengelar press release pada hari Jumat pekan lalu.

Kim Newton, petugas di Marshall Space Flight Center media, berspekulasi bahwa keheningan satelit kecil ini mungkin karena tidak pernah meninggalkan bagasi sama sekali.

Bill Nye, direktur eksekutif Planetary Society di Pasadena, California, berpikir tiga kemungkinan. Pertama, baterai mungkin terlalu kecil dan sakit saat menghadapi ruang dingin. Kedua, NanoSail-D mungkin tidak pernah dikeluarkan sama sekali. Atau ketiga, layar gagal membentang.

"Kuncinya adalah mengeluarkan perlahan-lahan, bahkan dalam gravitasi nol inersia ruang angkasa. Ini tidak mengejutkan berdasarkan pada sifat dasar desain, bahwa ia keluar terlalu cepat dan menjadi kusut," kata Nye.

NanoSail-D diroketkan ke orbit pada bulan November sebagai bagian dari misi NASA yaitu Fast, Affordable, Science and Technology Satellite (FASTSAT) yang juga membawa lima eksperimen lain. Ini adalah upaya kedua NASA meluncurkan layar surya. Yang pertama tidak berhasil mencapai orbit karena kegagalan pada saat peluncuran.

Semula para ilmuwan berharap NanoSail-D dapat membantu melakukan eksperimen cara murah menarik satelit tua kembali ke Bumi. Karena itu perlu photon Matahari untuk mendorong ke depan yang menghemat bahan bakar. Menjejalkan layar yang rapuh ke tabung kecil sehingga terlindung dari cabikan atmosfer Bumi.

NASA bukan satu-satunya organisasi yang mengalami sakit kepala akibat pesawat ruang angkasa berlayar. Planetary Society melakukan upaya serupa pada tahun 2005 pada Cosmos 1 yang hilang dalam kecelakaan roket. Sekarang mereka sedang bekerja untuk peluncuran kedua yaitu Lightsail-1. Sementara itu, IKAROS milik Jepang yang diluncurkan Mei lalu mengukir sukses upaya pertama layar Matahari untuk saat ini.

Press Release (NASA) http://www.nasa.gov/mission_pages/smallsats/nanosaild.html
http://www.nasa.gov/centers/marshall/pdf/484314main_NASAfactsNanoSail-D.pdf

Credit : NASA
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment