Simulasi Komputer Model Partikel Aerosol di Atmosfer

Tinuku
New KeSimpulan.com - Simulasi Komputer Model Partikel Aerosol di Atmosfer. Partikel melayang di atmosfer yang secara umum disebut aerosol sebagai proxy iklim global.

Partikel padat dan cair berukuran PM2.5 hingga PM10 dimana para ilmuwan menyebut sebagai aerosol dapat ditemukan di udara di seluruh dunia dan memiliki dampak global terhadap cuaca dan iklim. Ada banyak sumber aerosol termasuk semburan debu letusan Gunung Merapi, asap dan pencemaran aktivitas manusia. Namun yang paling umum adalah partikel debu dan pasir yang dihembuskan dari gurun di muka Bumi.

Rangkaian gambar tersebut adalah hasil simulasi model komputer untuk menunjukkan debu yang tertiup angin dari Afrika Utara seperti yang tersebar di Samudera Atlantik pada tanggal 1 Juli 2009. Simulasi ini dapat untuk menghitung secara optik ketebalan dan ukuran aerosol dari jumlah cahaya yang diserap dan proxy sejumlah partikel lain di udara.

Ketebalan partikel kurang dari skala 0,1 menunjukkan langit cerah dengan visibilitas maksimum, skala 1 atau di atasnya menunjukkan sebalinya. Simulasi menggunakan waktu bergerak secara bertahap selama rentang waktu, misalnya pukul 06:00.

Meskipun di udara hanya untuk periode singkat (biasanya antara 4 hari hingga sepekan), aerosol dapat menempuh jarak jauh. Partikel bergerak di atmosfer dengan kecepatan 5 meter per detik sehingga dapat melakukan perjalanan ribuan kilometer dalam sepekan. Debu dari Sahara sering menyeberangi Atlantik dan mencapai langit Karibia.
  1. NASA Earth Observatory, Dust in the Wind (December 18, 2010), diakses 19 Desember 2010.
  2. NASA Earth Observatory, Aerosols: Tiny Particles, Big Impact (November 2, 2010), diakses 19 Desember 2010. Download
Credit : NASA maps by Pete Colarco and Robert Simmon, based on GEOS-5 model data. Caption by Mike Carlowicz and Adam Voiland (NASA Earth Observatory)
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment