Sumur Detektor Neutrino Raksasa IceCube di Kutub Selatan Selesai Dibangun

Tinuku
News KeSimpulan.com - Detektor neutrino terbesar dunia di Kutub Selatan. IceCube observatory dengan 86 string detektor ditanam di kedalaman 2,5 kilometer lapisan es Antartika.

Ribuan meter di bawah es Kutub Selatan menjadi salah satu lokasi observatorium Neutrino paling aneh yang pernah dibangun. Sistem instrumen saraf terdiri 86 detektor cahaya, seperti dawai kawat gitar ditarik ke dalam lapisan es. Setiap untai terdiri 60 detektor mencakup kedalaman 1.450 hingga 2.450 meter di bawah permukaan. Dan ruang observatorium adalah es itu sendiri sebagai media berlimpah untuk menjelaskan alam yang menakjubkan.

"Orang-orang telah mengenal cukup waktu lama, itu harus ada, tetapi untuk melihat dan mengukur nomor yang benar, merupakan hal penting untuk dilakukan," kata Tom Gaisser, fisikawan dari University of Delaware di Newark dan juru bicara proyek.


Secara keseluruhan, instrumen IceCube membentang satu kilometer kubik es. Para ilmuwan sudah bertahun-tahun mengambil data dari sebagian observatorium yang telah dibangun, tetapi pada 18 Desember sebanyak 86 string detektor menandai selesainya pembangunan proyek senilai US$270 juta.

Setelah mengebor sumur detektor, tugas IceCube adalah merekam sidik jari energi neutrino yang berasal dari tumbukan kosmik seperti supernova dan ledakan sinar gamma. Neutrino adalah sejenis kuntilanak aneh partikel elektrik netral dan tidak mau berinteraksi dengan partikel lain. Mereka muncul melalui media intergalaksi dan melewati Bumi tanpa cedera. Banyak muncul dalam sinar gamma dan observatorium x-ray telah merekam.

IceCube harus menyediakan cakrawala baru pengamatan untuk proses energi tertinggi di alam semesta. Misalnya, menangkap jejak neutrino dari keruntuhan supernova, beberapa di antaranya memancarkan lebih dari 99 persen energi dalam bentuk neutrino. Ini memungkinkan astrofisikawan melihat lebih jelas ke dalam mekanisme dibalik bintang kiamat.

Observatorium IceCube ingin mengatasi kelicikan neutrino dengan menggunakan Bumi sebagai filter partikel yang lebih interaktif. Di Kutub Selatan, observatorium berburu partikel yang datang meluncur dari langit utara dengan atom yang memukul Bumi karena beberapa diantaranya menabrak planet ini dan atom sisannya lolos masuk beberapa kilometer dalam core es Antartika.

Ketika neutrino menghantam sebuah atom dalam bentangan kilometer kubik IceCube akan menghasilkan ledakan partikel kecepatan tinggi bermuatan sekunder seperti muon yang menerangi es transparan dengan kilatan singkat cahaya. Total array detektor IceCube sebanyak 5.000 kemudian dapat menentukan asal-usul neutrino berdasarkan lintasan partikel sekunder. Karena bersikap netral maka partikel dilacak dengan garis lurus kembali ke titik asal mereka.

IceCube juga dapat mendeteksi neutrino lokal dan muon yang berasal dari sinar kosmik atmosfer Bumi sehingga ilmuwan harus menyaring untuk mencari karakteristik sumber-sumber jauh neutrino astrofisika. Karena sinar kosmik dibebankan maka lintasan inbound campur aduk dengan medan magnet Bima Sakti sehingga setiap hot spot harus dijelaskan dengan peta sinar kosmik.

"Kami sudah membuat pengamatan. Benar-benar membingungkan. Kelimpahan sinar kosmik galaksi mencapai Bumi berasal dari Vela, emitor gamma-ray terkuat di langit," kata Francis Halzen, fisikawan dari University of Wisconsin-Madison dan peneliti utama proyek.

"IceCube adalah sebuah aset besar, kita mengambil data. Bagaimanapun memiliki instrumen yang stabil memungkinkan kita mengkalibrasi dan menyempurnakan tanpa ada perubahan besar lebih lanjut. Jadi, segera setelah perayaan ini berhenti, kita akan mulai mempersiapkan untuk jadwal jangka panjang, stabil, tidak terputus saat pengambilan data," kata Halzen.

IceCube http://www.icecube.wisc.edu/
Press Release IceCube http://icecube.wisc.edu/complete.php
Francis Halzen http://icecube.wisc.edu/~halzen/
http://www.kesimpulan.com/2010/10/balon-neutrino-raksasa-deteksi-cahaya.html

Credit : IceCube
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment