Belitan Waktu Di Ruang Vakum Menghasilkan Teleportasi Waktu

Tinuku
News KeSimpulan.com - Quantum entanglement dan perjalanan waktu dirasa belum cukup sulit karena sekarang duo fisikawan mengusulkan 'Teleportasi Time'.

S. Jay Olson dan Timotius Ralph dari University of Queensland di Australia semakin memperparah sakit kepala dengan menggabungkan dua ide melalui tipe baru belitan kuantum dimana link partikel tidak melintasi ruang, tetapi seluruh waktu. Keterkaitan kuantum adalah "spooky action" Einstein yang menghubungkan dua partikel dimana pengukuran langsung pada satu partikel mempengaruhi keadaan lain, meskipun kedua partikel dipisahkan dalam jarak meter, kilometer, atau bahkan tahun cahaya.

Keterkaitan ini secara intuitif menentang kita dalam memahami mekanisme alam semesta (seperti halnya mekanika kuantum). Hipotesis "time teleportation" seperti yang dijelaskan oleh Olson dan Ralph, tidak menambah kejelasan tetapi memperkenalkan beberapa pertanyaan menarik tentang dasar-dasar alam semesta.

Pada setiap orang, rasa dan segala sesuatu adalah perjalanan waktu, bergerak maju dalam level waktu tertentu. Olson dan Ralph mengusulkan kemungkinan untuk mengambil jalan pintas ke masa depan tanpa hadir dalam sementara waktu dan melapor ke server preprint arXiv :

Recently, it has been shown that the massless quantum vacuum state contains entanglement between timelike separated regions of spacetime, in addition to the entanglement between the spacelike separated regions usually considered. Here, we show that timelike entanglement can be extracted from the Minkowski vacuum and converted into ordinary entanglement between two inertial, two-state detectors at the same spatial location -- one coupled to the field in the past and the other coupled to the field in the future. The procedure used here demonstrates a clear time correlation as a requirement for extraction, e.g. if the past detector was active at a quarter to 12:00, then the future detector must wait to become active at precisely a quarter past 12:00 in order to achieve entanglement.

Detektor bekerja dalam sebuah qubit dan menghasilkan pesan klasik yang menjelaskan bagaimana partikel ini dideteksi. Kemudian, beberapa titik di masa depan, detektor lain pada posisi yang sama dalam ruang, menerima pesan ini dan melakukan pengukuran, sehingga merekonstruksi qubit.

Ada satu hal bahwa qubit tidak harus ada dalam waktu antara deteksi awal dan rekonstruksi, meskipun qubit sama persis. Tetapi ada denyut dalam inisial penciptaan awal dan deteksi qubit di masa mendatang harus simetris.

"Jika detektor terakhir aktif dalam seperempat menuju 12:00, maka detektor harus menunggu masa depan untuk menjadi aktif tepat 12:00 lewat seperempat untuk mencapai keterikatan," kata S. Jay Olson dan Timotius Ralph.

Download : Download PDF (943 Kb)
  1. S. Jay Olson & Timothy C. Ralph (University of Queensland, Australia). Extraction of timelike entanglement from the quantum vacuum, arXiv:1101.2565 [quant-ph], (Submitted on 13 Jan 2011), http://arxiv.org/abs/1101.2565
Credit : S. Jay Olson & Timothy C. Ralph (Extraction of timelike entanglement from the quantum vacuum, arXiv:1101.2565).
Tinuku Store

1 comment: