Heterorhabditis bacteriophora Memanipulasi Warna Ulat Larva Terhindar Predator

Tinuku
News KeSimpulan.com - Burung Robin tidak berminat pada warna kecoklatan. Cacing parasit mememgang kendali untuk merubah warna ulat larva sehingga para predator menjadi jijik.

Cacing parasit bersembunyi dan menyelamatkan diri mereka sendiri ketika menginfeksi host yang membuat berwarna merah kecoklatan. Nematoda parasit Heterorhabditis bacteriophora menginfeksi ulat larva lilin yang lebih besar, gejala yang muncul biasanya ulat menjadi pucat untuk sementara waktu kemudian berwarna pink kemerahan dan kecoklatan selamanya.

Dalam studi lapangan dengan 16 robin Eropa, secara keseluruhan burung menyukai ulat yang tidak terinfeksi atau ulat yang terinfeksi selama maksimal tiga hari. Setelah tujuh hari infeksi, ulat menjadi berwarna aneh sehingga burung merasa jijik bahkan secara tentatif peneliti telah menyodorkan untuk dimakan burung dan melapor ke Animal Behaviour.

"Ini sangat keren sebagai contoh pertama untuk pengetahuan kita. Parasit memanipulasi host dan keduanya terhindar dari predator," kata Andy Fenton dari University of Liverpool di Inggris.

Para biolog telah menemukan contoh pendekatan sebaliknya di mana parasit lain mengubah tampilan atau perilaku host untuk menarik predator agar dimakan. Misalnya, semut yang terinfeksi cacing parasit Dicrocoelium dendriticum, membuat semut merangkak naik ke rumput hingga sapi atau domba yang merumput secara tidak sengaja melahap semut diantara rumput. Cacing ini masuk ke perut ternak dengan mengorbankan host.

Benih nematoda melalui tanah menjadi larva memanfaatkan berbagai lalat, kumbang, kupu-kupu dan ngengat. Masuk ke tubuh host melalui mulut, pernapasan atau anus. Semantara beberapa bakteri membutuhkan nematoda yang tinggal dan menumpang dalam jeroan host saat menikmati kaldu usus. Mikroba ini membuat senyawa yang merubah warna ulat.

Pengambilalihan kendali oleh parasit dan mengorbankan host dalam beberapa cara memperkuat warna dengan cahaya transien (tidak terdeteksi oleh mata di siang hari, tetapi mudah terlihat di ruang gelap), kata Fenton.

Para peneliti telah lama merenung apakah perubahan warna hanya merupakan efek samping dari bentuk reaksi penumpukan oksigen. Tetapi Fenton mengatakan perubahan warna memiliki efek nyata bagi burung, ulat dan parasit.

Mempelajari bagaimana parasit memanipulasi host menawarkan daya tarik langsung bagi predator antara "jijik dan memukau," kata Fenton. Pengambilalihan kendali oleh parasit juga memberikan sumbangan kepada para biolog evolusi beberapa contoh ekstrim evolusi pada tingkat gen dari satu spesies, gen parasit mengubah tubuh spesies yang sama sekali menjadi berbeda.
  1. Andy Fenton, Lucy Magoolagan, Zara Kennedy (Institute of Integrative Biology, University of Liverpool, U.K) and Karen A. Spencerb (Division of Ecology and Evolutionary Biology, University of Glasgow, U.K). Parasite-induced warning coloration: a novel form of host manipulation, Animal Behaviour, DOI:10.1016/j.anbehav.2010.11.010
Credit : Agricultural Research Service http://www.ars.usda.gov/main/main.htm
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment