Ilmuwan Harvard-Smithsonian Kembangkan Instrumen Observasi Korona Matahari

Tinuku
News KeSimpulan.com - Ilmuwan Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (CFA) di Cambridge Massachusetts 'mengisi celah' observasi Korona Matahari terdalam.

Selama gerhana Matahari total, para skywatcher terpesona oleh Korona (Corona) Matahari yang menyilaukan yaitu cahaya samar yang mengelilingi Matahari seperti kelopak bunga yang halus. Korona menjulur ke luar lapisan luar bulatan Matahari sebagai paradoks karena lebih panas dari permukaan Matahari sekalipun, tetapi begitu lemah dimana cahaya kalah kuat oleh disk Matahari yang lebih terang.

Sebelumnya Korona hanya terlihat ketika Matahari diblokir dan terjadi hanya beberapa menit saat gerhana. Sekarang, instrumen yang dikembangkan di NASA Solar Dynamics Observatory (SDO) oleh para ilmuwan Smithsonian memberikan panorama Korona yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Kita bisa mengikuti semua gerakan Korona ke bawah hingga permukaan Matahari," kata Leon Golub dari Harvard-Smithsonian CFA.

Sebelumnya, para astronom mengamati korona Matahari dengan cara menutup fisik disk Surya dengan coronagraph, seperti Anda menggunakan tangan ke depan wajah saat melihat ke Matahari untuk mengatur cahaya. Namun, coronagraph juga menutup daerah di sekitar Matahari sehingga hanya menyisakan Korona luar yang terlihat.

Instrumen Atmospheric Imaging Assembly (AIA) di SDO bisa "mengisi" celah ini, memungkinkan para astronom mempelajari Korona ke semua permukaan Matahari. Gambar yang dihasilkan menyoroti pergerakan yang selalu berubah antara gas ditangkap oleh medan magnet Matahari dan gas yang melarikan diri ke ruang antar planet, cetakan medan magnet Matahari dan bentuk korona.

Aliran plasma Matahari melompat keluar lebih luas dan lebih besar dari Bumi sebelum terjun kembali ke permukaan Matahari. Loop plasma meluas dan meregang seperti sendawa.

"The AIA solar images menjadi lebih baik dari kualitas HD, menampilkan struktur magnetik dan dinamika yang kita belum pernah lihat sebelumnya. Ini adalah wilayah baru studi yang baru dimulai," Steven Cranmer, astronom CFA.

Cranmer dan Alec Engell, juga dari CFA, mengembangkan program komputer untuk memproses gambar hasil AIA di tepi atas Matahari. Gambar-gambar ini diproses keluar dari Matahari yang terjadi selama gerhana total, mengungkap dinamika sifat inner Korona. Mereka akan menggunakannya untuk mempelajari fase letusan awal coronal mass ejections (CMEs) karena meninggalkan Matahari serta untuk validasi teori-teori percepatan angin Matahari berdasarkan rekoneksi magnetik.

SDO adalah misi utama NASA untuk mempelajari Matahari. Misi ini menjadi dasar dari sebuah program NASA yang disebut Living with a Star, tujuannya untuk mengembangkan pemahaman ilmiah yang diperlukan untuk menangani aspek-aspek dari sistem Matahari-Bumi yang secara langsung mempengaruhi kehidupan dan masyarakat. Goddard Space Flight Center membangun, mengoperasikan, dan mengelola pesawat antariksa SDO untuk markas besar NASA's Science Mission Directorate di Washington.

Download Animation : Download Sun Innermost Corona Movie (740 MB)

Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (CFA) http://www.cfa.harvard.edu/
Leon Golub http://hea-www.harvard.edu/~golub/HomePage.html
Steven Cranmer http://www.cfa.harvard.edu/~scranmer/

Credit: NASA/LMSAL/SAO
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment