Komposisi Asteroid 1999 TA10 Mirip Interior Protoplanet Vesta

Tinuku
News KeSimpulan.com - Komposisi Asteroid 1999 TA10 sangat unik dan belum pernah ditemukan sebelumnya. Lapisan mirip interior Protoplanet Vesta yang diduga adalah induknya.

Para ilmuwan Max Planck Institute for Solar System Research di Jerman dan University of North Dakota menemukan objek dari core asteroid Vesta. Peneliti yang mengoperasikan NASA Infrared Telescope Facility di Mauna Kea, Hawaii, menemukan asteroid jenis baru 1999 TA10 dengan komposisi mineral tidak seperti asteroid lainnya karena berasal dari core internal induknya yaitu asteroid Vesta (bukan dari batuan di mantel luar).

Sampai sekarang tidak ada asteroid dengan komposisi ini dan para peneliti berencana menganalisis ketebalan kerak Vesta serta mempelajari struktur internalnya pada musim panas ini dengan misi pesawat ruang angkasa DAWN milik NASA.

Asteroid berdiameter sekitar 525 kilometer ini menjadi salah satu protoplanet yang tersisa dari awal terbentuknya tata surya kita. Asteroid Vesta menjadi unik, tidak seperti planet kecil lainnya yang mengorbit Matahari di sabuk utama antara orbit Mars dan Jupiter. Vesta memiliki struktur core berbeda yaitu kerak lava yang telah mendingin mencakup mantel berbatu yang tersusun dari besi dan nikel (sangat mirip dengan planet terestrial Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars).

Para ilmuwan menghitung asteroid berbentuk bawang ini menjadi sebuah protoplanet lebih dari 4,5 miliar tahun yang lalu. Semua protoplanet lain baik dari bentukan akumulasi atau pecah akibat proses tumbukan tabrakan. Vesta tampaknya memiliki masa lalu yang dahsyat, seperti dapat dilihat dari kawah besar di hemisphere selatan. Disebut the Vestoids (sekelompok asteroid dengan komposisi yang sama dengan yang Vesta) kemungkinan besar tercipta karena dampak tersebut.

Sejak beberapa meteorit yang ditemukan di Bumi terdiri dari batuan yang sama seperti mantel Vesta, para ilmuwan percaya bahwa tumbukan juga melemparkan material dari dalam asteroid ke ruang angkasa. Tetapi sampai saat ini tidak ada sumber dalam bentuk Vestoids di dekat Bumi untuk meteorit dengan komposisi mantel seperti milik Vesta. Asteroid 1999 AT10 mengisi kesenjangan ini.

Menggunakan NASA IRTF, para ilmuwan kini bisa menganalisis radiasi infra merah yang dipantulkan 1999 TA10 ke ruang angkasa dan membandingkan karakteristik sidik jari spektral dengan objek dari Vesta. Selain kaya kalsium wollastonite juga merujuk besi ferrosillite.

"Material ini dapat ditemukan di dalam matel dan core Vesta. Namun rasio yang menentukan dalam kasus 1999 TA10, konsentrasi besi jelas lebih rendah daripada di Vestoids yang telah diketahui. Ini semua poin 1999 TA10 berasal dari interior Vesta," kata Andreas Nathues dari Max Planck Institute for Solar System Research.

Fitur yang baru ditemukan memberikan kesimpulan penting tentang induk asteroid. Model permukaan Vesta didasarkan pada pengamatan yang dilakukan oleh Teleskop luar angkasa Hubble untuk kedalaman kawah Kutub Selatan yang berdiameter 25 kilometer. Temuan baru ini menunjukkan ketebalan maksimum yang mungkin dari kerak luar.

Untuk rekonstruksi proses yang menyebabkan pembentukan planet, para ilmuwan harus mengukur ketebalan matel Vesta seakurat mungkin untuk menghitung komposisi asal material protoplanet terbentuk, dengan demikian sekaligus merujuk material dan rasio yang hadir ketika tata surya terbentuk.

Para ilmuwan sekarang berharap informasi lebih lanjut tentang struktur Vesta dari misi DAWN. Pada bulan Agustus 2011 nanti, pesawat ruang angkasa yang telah melakukan perjalanan sejak 2007 akan mengunjungi Vesta dan mengorbit asteroid selama setahun. DAWN memiliki dua kamera yang dirancang dan dibangun di Max Planck Institute for Solar System Research bekerjasama dengan German Space Agency (DLR) dan Institut für Datentechnik und Kommunikationsnetze of the Technical University of Braunschweig. *(Max Planck Institute for Solar System Research)
  1. Vishnu Reddy, Andreas Nathues, Michael J. Gaffey. First fragment of Asteroid 4 Vesta’s mantle detected Icarus, in press, published on December 5th, 2010.
Max Planck Institute for Solar System Research http://www.mps.mpg.de/en/
NASA DAWN http://dawn.jpl.nasa.gov/

Credit : Ben Zellner (Georgia Southern University) / Peter Thomas (Cornell University) / NASA. On its southern side the asteroid Vesta shows a huge crater. This picture shows the asteroid in an image taken by the Hubble Space Telescope (top, left), as a reconstruction based on theoretical calculations (top, right), and as a topological map (bottom) ~ Max Planck Institute for Solar System Research.
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment