Konsentrasi Radikal Hidroksil dan Kemampuan Atmosfer Membersihkan Diri

Tinuku
News KeSimpulan.com - Atmosfer membersihkan sendiri lebih efisien daripada yang diperkirakan sebelumnya. Konsentrasi hydroxyl radicals global di udara membersihkan polutan.

Sebuah tim peneliti internasional dipimpin oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengambil langkah maju untuk memahami kemampuan atmosfer dalam membersihkan diri dari polutan. Masalah ini menjadi kontroversi selama bertahun-tahun dengan beberapa studi menunjukkan kemampuan membersihkan diri atmosfer sedang lemah dan sensitif terhadap perubahan lingkungan, sementara yang lain menunjukkan stabilitas lebih besar.

Dan peneliti menemukan kapasitas atmosfer pembersihan diri stabil. Analisis baru menunjukkan tingkat radikal hidroksil global, pemain penting dalam kimia atmosfer, tidak bervariasi banyak dari tahun ke tahun. Tingkat hidroksil yang membantu membersihkan atmosfer dari banyak polusi udara berbahaya dan beberapa gas rumah kaca (kecuali dioksida karbon).

"Pengukuran baru hidroksil memberi peneliti sebuah pandangan yang luas dari 'oksidasi' atau kapasitas diri pembersihan atmosfer," kata Stephen Montzka, kimiawan Global Monitoring Division di Laboratorium NOAA di Boulder, Colorado.

Temuan baru ini menambah kepercayaan diri bagi proyeksi beban polutan udara di masa depan. Radikal hidroksil terdiri dari satu atom oksigen dan satu atom hidrogen, terbentuk dan memecah begitu cepat dalam atmosfer yang sangat sulit diukur dalam skala global.

Radikal adalah pusat kimiawi atmosfer yang terbentuk dan berekasi dengan methane dan polusi udara termasuk hydrocarbons, carbon monoxide dan sulfur dioxide. Namun, radikal hidroksil tidak menghapus carbon dioxide, nitrous oxide atau chlorofluorocarbons.

Untuk estimasi variabilitas tingkat hidroksil global (dengan demikian kapasitas pembersihan atmosfer) peneliti beralih dengan mempelajari lagi kimia tunggal yang bereaksi dengan hidroksil. Kimia industri methyl chloroform, misalnya, hancur di atmosfer terutama oleh radikal hidroksil. Dengan membandingkan tingkat methyl chloroform yang dipancarkan ke atmosfer dengan tingkat yang diukur di atmosfer, peneliti dapat memperkirakan konsentrasi hidroksil dan bagaimana hal tersebut bervariasi dari tahun ke tahun.

Teknik ini menghasilkan perkiraan hidroksil yang berayun liar pada 1980-an hingga 1990-an. Peneliti berusaha untuk memahami apakah naik turunnya disebabkan kesalahan dalam estimasi emisi methyl chloroform atau memang perubahan nyata tingkat hidroksil. Fluktuasi besar radikal hidroksil berarti kemampuan atmosfer membersihan diri sangat sensitif terhadap perubahan yang disebabkan oleh manusia atau perubahan alami.

Ketika para ilmuwan mencoba untuk mengukur tingkat konsentrasi radikal hidroksil dibandingkan dengan gas-gas lainnya, seperti metana, mereka hanya melihat variasi kecil dari tahun ke tahun. Fluktuasi kecil yang sama terjadi ketika para ilmuwan menjalankan model standar kimia global.

"Meskipun kami memprediksi bahwa kapasitas membersihkan diri dengan baik, kami hanya bisa membuktikannya melalui tahun pengukuran sistematik dan teknik pemodelan. Temuan kami membuat prediksi tentang iklim dan kualitas udara global yang lebih handal, karena kita sekarang dapat lebih baik mendeskripsi komposisi atmosfer dengan bantuan model komputer," kata Jos Lelieveld, kimiawan dan director Max Planck Institute for Chemistry di Mainz, Jerman

Sebuah perjanjian internasional membantu mengatasi masalah tersebut. Sebagai tanggapan atas Protokol Montreal (perjanjian internasional untuk phase out bahan kimia yang merusak lapisan ozon stratosfir pelindung Bumi) untuk semua produksi methyl chloroform tetapi terhenti pada pertengahan tahun 1990.
  1. S.A. Montzka, E. Dlugokencky, B. Hall (NOAA Earth System Research Laboratory, Boulder, CO 80305, USA); M. Krol (Institute for Marine and Atmospheric Research Utrecht, University of Utrecht, 3584 CC Utrecht, Netherlands; Meteorology and Air Quality Group, Wageningen University, 6708 PB Wageningen, Netherlands); P. Jöckel (Department of Atmospheric Chemistry, Max Planck Institute for Chemistry, D-55128 Mainz, Germany); J. Lelieveld (Department of Atmospheric Chemistry, Max Planck Institute for Chemistry, D-55128 Mainz, Germany; Cyprus Institute, Nicosia 1645, Cyprus). Small Interannual Variability of Global Atmospheric Hydroxyl, Science, 7 January 2011: Vol.331 no.6013 pp.67-69, DOI:10.1126/science.1197640
S.A. Montzka http://www.esrl.noaa.gov/news/quarterly/fall2009/profile_stephen_a_montzka.html
Johannes Lelieveld http://www.mpg.de/443774/chemie_wissM3

NOAA http://www.noaa.gov/index.html
Max Planck Institute for Chemistry http://www.mpg.de/153030/chemie
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment