Selain Protein Rhoptry18 dan 16 Parasit Toxoplasma gondii Tipe II Juga Produksi GRA15

Tinuku
News KeSimpulan.com - Peneliti mempelajari ancaman parasit Toxoplasma gondii. Tim biolog MIT menunjukkan beberapa strain lebih berbahaya daripada yang lain.

Sekitar sepertiga populasi manusia terinfeksi parasit yang disebut Toxoplasma gondii, tetapi kebanyakan dari kita tidak tahu. Meskipun tidak menimbulkan gejala pada kebanyakan orang, Toxoplasma bisa berbahaya bagi individu dengan sistem kekebalan tubuh dan janin yang ibunya terinfeksi selama kehamilan. Strain berbahaya yang ditemukan di Amerika Selatan menjadi penyebab utama kebutaan di Brazil.

Toksoplasma adalah salah satu parasit kecil yang dapat menginfeksi hampir semua hewan berdarah panas. Spora ditemukan di tanah dengan mudah menginfeksi ternak seperti sapi, domba, babi dan ayam. Manusia dapat terinfeksi dengan makan daging mentah atau sayuran yang tidak dicuci.

"Ini di mana-mana dan Anda hanya membutuhkan satu spora untuk terinfeksi. Sebagian besar kasus tidak membunuh host tetapi membentuk infeksi, seumur hidup kronis, terutama di jaringan otak dan otot," kata Jeroen Saeij, biolog dari Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Saeij sedang meneliti pertanyaan kunci mengapa strain tertentu parasit Toxoplasma (hanya sebagian kecil) lebih berbahaya bagi manusia daripada yang lain. Saeij dan rekan-rekannya memusatkan perhatian pada strain tipe II (paling umum di Amerika Serikat dan Eropa) dan juga yang paling mungkin untuk memunculkan gejala. Pada edisi 3 Januari di The Journal of Experimental Medicine, para peneliti melaporkan temuan protein toksoplasma baru yang mungkin membantu menjelaskan mengapa tipe II ini lebih virulen daripada yang lain.

Tingkat infeksi Toxoplasma bervariasi di seluruh dunia. Di Amerika Serikat sekitar 10-15 persen, sementara di Eropa dan Brasil jauh lebih tinggi yaitu sekitar 50-80 persen. Namun, ini hanya merupakan perkiraan karena sulit untuk menghitung dengan tepat, sebagian besar orang yang terinfeksi tidak memiliki gejala apapun.

Setelah infeksi, parasit membentuk kista yang mengandung banyak parasit dan perlahan mereproduksi pada jaringan otot dan otak. Jika kista pecah, sel-sel kekebalan (sel T) biasanya akan membunuh parasit sebelum menyebar lebih lanjut. Namun, orang dengan sistem kekebalan tertekan seperti pasien AIDS atau orang menjalani kemoterapi tidak dapat melakukan suatu pertahanan yang efektif.

"Pada pasien yang kehilangan kemampuan T cells maka sekali kista pecah akan banyak menginfeksi sel-sel otak yang akhirnya menyebabkan kerusakan nyata," kata Saeij.

Infeksi juga dapat menyebabkan cacat lahir, jika ibu terinfeksi untuk pertama kalinya saat hamil (Jika sudah terinfeksi sebelum hamil biasanya tidak ada bahaya bagi janin). Ada obat yang dapat membunuh parasit ketika pertama kali menginfeksi seseorang, tetapi sekali kista terbentuk maka sangat sulit untuk memberantasnya.

Beberapa tahun yang lalu, Saeij dan koleganya menunjukkan parasit Toxoplasma mengeluarkan dua protein yang disebut rhoptry18 and rhoptry16 ke dalam sel host. Protein memungkinkan parasit untuk mengambil alih fungsi banyak sel host.

Dalam studi baru, tim MIT menunjukkan parasit juga mengeluarkan protein disebut GRA15 yang memicu peradangan pada host. Semua strain Toxoplasma memiliki protein ini tetapi hanya versi yang ditemukan dalam tipe II yang menyebabkan peradangan, reaksi kekebalan merusak penyerang tetapi juga bisa merusak jaringan host sendiri. Di otak, peradangan dapat menyebabkan encephalitis. Peradangan mungkin menjelaskan mengapa strain tipe II jauh lebih berbahaya bagi manusia, kata Saeij.

Saeij dan timnya, termasuk Emily Rosowski dan Diana Lu, mahasiswa pasca sarjana MIT Department of Biology, menunjukkan bahwa tipe II GRA15 menyebabkan pengaktifan transkripsi yang dikenal sebagai NF-kB yang akhirnya merangsang produksi protein penyebab peradangan. Tim ini sekarang sedang mencoba untuk mencari tahu bagaimana interaksi antara GRA15 dan NF-kB dan mengapa hal ini menguntungkan bagi parasit.

Mereka berharap untuk mengetahui bagaimana parasit mampu lolos dari sistem kekebalan tubuh dan membentuk infeksi kronis. Studi tersebut akhirnya bisa mengarah pada obat baru yang menghalangi infeksi parasit atau vaksin yang melemahkan parasit.

Studi mereka didanai oleh American Heart Association, Massachusetts Life Sciences Center, Singapore-MIT Alliance for Research and Technology (SMART), National Institutes of Health, Cleo and Paul Schimmel Fund, Cancer Research Institute, MIT UROP office dan the John Reed Fund.
  1. Emily E. Rosowski, Diana Lu, Lindsay Julien, Lauren Rodda, Rogier A. Gaiser, Kirk D.C. Jensen, and Jeroen P.J. Saeij (Department of Biology, Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, MA 02139). Strain-specific activation of the NF-kB pathway by GRA15, a novel Toxoplasma gondii dense granule protein, The Journal of Experimental Medicine, January 3, 2011, DOI:10.1084/jem.20100717
Massachusetts Institute of Technology (MIT) http://web.mit.edu/

Credit : En Wikipedia http://en.wikipedia.org/wiki/Toxoplasma_gondii
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment