Si Mungil Eodromaeus Periode Trias Songsong Fajar Pemerintahan Dinosaurus Tertua

Tinuku
News KeSimpulan.com - Dinosaurus baru menambah beragam misteri Triassic Park. Temuan Eodromaeus yang menyongsong fajar periode Trias lebih beragam.

Seiring dengan temuan terbaru dari formasi Ischigualasto berdating 230 juta tahun lalu di Argentina utara-timur. Dinosaurus terbagi menjadi tiga genera vertebrata yang ditemukan berbaring sebagai fosil dan ketiga kelompok dinosaurus besar sudah muncul. Keragaman terbaru menjadi kejutan karena fauna dinosaurus tertua yang diperkirakan hidup hanya beberapa juta tahun semenjak yang terkecil pertama kali muncul.

Argentina terkenal menyimpan deposit besar sebagai taman dinosaurus tertua di dunia sejak temuan Herrerasaurus pada tahun 1989. Setelah itu Eoraptor, si mungil panjang 1,2 meter menyusul ditemukan beberapa tahun kemudian. Keduanya adalah dinosaurus paling primitif yang disebut theropods, sekelompok predator bipedal yang pada akhirnya melahirkan Tyrannosaurus rex dan burung modern.

"Dinosaurus baru ini spesial, tetapi kami juga memiliki mendapat langkah pertama cerita dinosaurus," kata Martinez, paleonaturalis dari National University of San Juan di Argentina, melapor temuan ke Science.

Martinez dan rekannya menemukan dinosaurus lain dari formasi Trias yaitu predator dengan panjang 1,2 meter dan diberi nama Eodromaeus yang berarti menyongsong fajar. Mereka juga menyimpulkan bahwa Eoraptor tidak selamanya predator, tetapi sauropodomorph pemakan tumbuhan (garis keturunan yang akhirnya berevolusi menjadi sauropoda raksasa berleher panjang).

"Ini tidak mengherankan," kata Sterling Nesbitt, paleontolog vertebrata dari University of Washington di Seattle, yang tidak terlibat dalam penelitian. Karena berbagai kelompok dinosaurus hanya dipisahkan beberapa juta tahun, "hanya sedikit fitur membedakan mereka," kata Nesbitt.

Membedakan dinosaurus satu sama lain dari awal tidak mudah karena fosil begitu dekat dalam garis evolusi sebelumnya.

"Bila Anda menemukan hewan yang berkembang hanya setelah perpisahan cabang utama, mereka semua akan terlihat benar-benar serupa," kata Randall Irmis, kurator paleontologi di Utah Museum of Natural History, dan geolog di University of Utah, Salt Lake City.

Bukti kunci datang dari pemeriksaan sekitar gigi dimana Eoraptor memiliki spatulate sama atau berbentuk daun (gigi sauropoda raksasa). Sebaliknya, Eodromaeus memiliki gigi bengkok sebagai predator perobek daging, kata Paul Sereno, paleontolog dari University of Chicago. Dinosaurus dari Ischigualasto sudah berevolusi fitur penting bagi kesuksesan keturunan selanjutnya, baik sebagai predator daging maupun pemakan tanaman, kata Sereno.

Satu kejutan yang terjadi bahwa barisan dinosaurus dalam mendominasi fauna vertebrata tampaknya terhenti selama 30 juta tahun sebagai sisa periode Trias tersebut.

"Mengapa mereka tidak mengambil alih pemerintahan untuk 1 sampai 5 juta tahun?" kata Sereno.

Sereno berharap temuan dapat merubah pandangan tradisional tentang evolusi sebagai bagian dalam adaptasi. Dinosaurus pada akhir Trias mirip dengan apa yang terjadi pada mamalia selama pemerintahan dinosaurus nantinya. Dinosaurus Trias tidak bisa menggantikan kelompok vertebrata lebih beragam (rhynchosaurs dan cynodonts) yang mendominasi era mereka. Sebaliknya, mereka memperluas dengan ceruk yang dibiarkan kosong oleh peristiwa kepunahan masal pada akhir Trias tersebut.

Steve Brusatte dari American Museum of Natural History di New York City, menyebut temuan "sangat penting," tetapi memperingatkan tidak menarik kesimpulan besar tentang evolusi. Brusatte menunjukkan tetap ada lubang besar dalam catatan fosil Trias (fosil-fosil dinosaurus tertua berikutnya sekitar 15 juta tahun lebih muda).

"Anda harus berhati-hati dalam membuat deskripsi besar jika hanya dari satu situs," kata Brusatte.
  1. Ricardo N. Martinez, Oscar A. Alcober (Instituto y Museo de Ciencias Naturales, Universidad Nacional de San Juan, San Juan 5400, Argentina); Paul C. Sereno (Department of Organismal Biology and Anatomy and Committee of Evolutionary Biology, University of Chicago, Chicago, IL 60637, USA); Carina E. Colombi (Instituto y Museo de Ciencias Naturales, Universidad Nacional de San Juan, San Juan 5400, Argentina; Consejo Nacional de Investigaciones Científicas y Técnicas, Buenos Aires, Argentina); Paul R. Renne (Berkeley Geochronology Center, 2455 Ridge Road, Berkeley, CA 94709, USA; Department of Earth and Planetary Science, University of California, Berkeley, CA 94720, USA); Isabel P. Montañez (Department of Geology, University of California, Davis, CA 95616, USA); Brian S. Currie (Department of Geology, Miami University, Oxford, OH 45056, USA). A Basal Dinosaur from the Dawn of the Dinosaur Era in Southwestern Pangaea, Science, 14 January 2011: Vol.331 no.6014 pp.206-210, DOI:10.1126/science.1198467
Paul Sereno http://www.paulsereno.org/
Sterling Nesbitt http://faculty.washington.edu/sjn2104/Home.html
Steve Brusatte http://sites.google.com/site/brusatte/

Credit : Illustration by Todd Marshall
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment