Tidak Semua Lautan Snowball Earth Tertutup Es Selama Periode Cryogenian

Tinuku
News KeSimpulan.com - Nampaknya Tidak Semua Lautan Tertutup Selama Periode Cryogenian di era Bumi Bola Salju karena sedimen juga memberi tanda dihiasi dengan genangan air.

Selama 2 dekade terakhir para ilmuwan mengusulkan teori "Snowball Earth" untuk rekonstruksi Bumi periode 700 juta tahun yang lalu ketika es menutup planet ini bahkan di lintang dekat khatulistiwa. Namun, bukti baru dari batuan kuno mengulingkan hipotesis yang mengatakan laut di dunia tetap beku selama deep freeze global, menggulung teori kontroversial bahwa planet ini benar-benar terbungkus es pada saat itu.

Beberapa versi skenario Snowball Earth, bahkan permukaan laut benar-benar beku menghalangi pelepasan oksigen ke atmosfer dimana fitoplankton laut bermukim, sehingga mempengaruhi waktu dan kecepatan evolusi. Namun, beberapa model iklim mengisyaratkan, bahkan saat cengkeraman dingin kematian global, sebagian air laut tetap terbuka dan cair. Dan catatan geologi tersebar aliran glasial selama era ini, petunjuk bahwa es itu tidak begitu dingin.

Daniel Le Heron, geolog sedimen dari Royal Holloway, University of London, dan rekan-rekannya melaporkan bukti batuan solid pada air terbuka selama dingin mengunci iklim global. Tim peneliti memeriksa batu di Australia selatan yang tesimpan sebagai sedimen laut sekitar 700 juta tahun yang lalu di jantung periode Cryogenian dengan rentang 220 juta tahun.

Beberapa lapisan berisi struktur berbentuk kubah yang dulu merupakan tumpukan material dasar laut mirip dengan miniatur bukit-bukit. Form hummocks kecil ini serta lapisan material di dalamnya menunjukkan struktur yang terbentuk oleh arus yang berulang kali berganti arah.

Le Heron mengatakan arus osilasi tersebut hanya diakibatkan oleh gelombang badai yang dihasilkan di kedalaman laut 200 meter, menjadi petunjuk pasti bahwa lautan di wilayah ini pada saat itu terbuka dan tidak membeku serta melapor ke Geology 3 Desember lalu.

Struktur gelombang yang dihasilkan adalah yang pertama dalam batuan periode Cryogenian dan menyarankan para geolog harus mencari fitur serupa dalam formasi batuan di wilayah lain, kata Le Heron. Keberadaan gelombang sedimen yang terpahat di lokasi lain akan membantu para ilmuwan menentukan daerah bebas es selama Cryogenian.

Struktur hummocky ini mengkonfirmasi bahwa sedimen kuno yang dipahat oleh gelombang badai di perairan yang relatif dangkal, kata Emmanuelle Arnaud, geolog sedimen dari University of Guelph di Kanada yang tidak terlibat dalam studi.

Laporan mereka "adalah salah satu dari beberapa penelitian yang menunjukkan Bumi tidak sepenuhnya terbungkus es selama Cryogenian," kata Arnaud.

Namun, hasil temuan ini tidak berarti lautan selalu bebas es selama Cryogenian, kata para peneliti. Di atas lapisan yang mengandung sedimen adalah lapisan tebal dimana struktur sedimen tersebut tidak hadir. Para peneliti mengatakan tanda bahwa laut lepas mungkin telah membeku untuk interval yang diperpanjang.

Di puncak ini kronik laut tenang dengan beberapa lapisan sedimen halus yang mengandung kerikil, batu besar, dan beberapa batu berdiameter lebih dari dua kali softball. Seperti batuan jatuh ke dasar laut dari gunung es kuno saat meleleh. Karena kronik longsoran batu diulang pada episode glasial dan pemanasan Bumi mendekati akhir masa Cryogenian.
  1. Daniel Paul Le Heron (Department of Earth Sciences, Queen's Building, Royal Holloway University of London, Egham, Surrey TW20 0EX, UK); Grant Cox, Alan Collins (School of Earth and Environmental Sciences, University of Adelaide, SA 5005, Australia) and Anita Trundley (Department of Biological Sciences, Bourne Laboratory, Royal Holloway University of London, Egham, Surrey TW20 0EX, UK). Sea ice-free conditions during the Sturtian glaciation (early Cryogenian), South Australia, Geology, v.39 no.1 p.31-34 December 3, 2010, DOI:10.1130/G31547.1
Daniel Paul Le Heron http://royalholloway.academia.edu/DanielLeHeron

http://www.kesimpulan.com/2009/11/hipotesis-snowball-earth-mencair-dengan.html
http://www.kesimpulan.com/2010/10/terima-kasih-pupuk-fosfat-purba-atas.html
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment