Deep Carbon Observatory Proyek Riset Kolosal Karbon Kerak Bumi

Tinuku
News KeSimpulan.com - Mengapa dan ada apa dengan karbon? Bagaimana dan di mana datangnya diamond seukuran kentang? Demikian pertanyaan proyek global dan kolosal.

"Ada argumen karbon merupakan zat yang paling penting di planet ini dan kita sangat peduli pada karbon jauh di dalam interior planet ini." kata Robert Hazen, minerolog dari George Mason University in Fairfax, Virginia.

Ini bukan perjalanan ke pusat Bumi tetapi proyek yang disebut Deep Carbon Observatorium akan membawa bersama ratusan ilmuwan untuk mempelajari gerakan dan nasib karbon ribuan kilometer di bawah tanah. Mereka akan melakukan eksperimen dan pengamatan yang dilakukan di permukaan untuk menjelajahi kuliah Hazen tentang "deep carbon cycle."

Pertemuan tahunan American Association for the Advancement of Science yang masih berlangsung pada hari ini menata berbagai pertanyaan mendasar. Perkiraan total karbon yang cukup baik untuk atmosfer Bumi, air laut, dan kerak.

"Bagaimana dengan mantel? Bagaimana core? Kami tidak tahu berapa banyak yang di bawah sana. Kita tidak tahu bagaimana gerakan mereka. Kami tidak tahu sejauhmana kemungkinan eksistensi karbon organik jauh dalam planet. Berapa banyak karbon dipeluk Bumi?" kata Hazen.

"Kami tidak tahu bagaimana berlian berkembang. Ada berlian seukuran kentang, tapi dari mana mereka datang? Diamonds terbentuk melalui kerak di kedalaman 100 kilometer tanpa terdegradasi menjadi grafit. Ini harus terjadi dalam satu jam. Bagaimana cairan melangkah dengan cepat?" kata Hazen.

Pertanyaan lain proyek ini dapat untuk melihat dampak besar pada iklim Bumi, bagaimana gas rumah kaca metana berperilaku di kedalaman.

"Kami tidak tahu berapa banyak metana terletak di dasar laut, kita tidak tahu tentang bagaimana perubahan iklim," kata Hazen.

Namun, pertanyaan-pertanyaan lainnya pergi ke jantung planet kita. Core Bumi tersusun dari nikel dan besi, tetapi seismolog berpikir sedikit lebih ringan dari yang mereka harapkan.

"Karbon bisa menjadi komponen utama," kata Hazen.

Proyek ini diharapkan mampu menggali bentuk-bentuk eksotis karbon, termasuk polimer karbon dioksida yang hanya ditemukan pada tekanan tinggi super kuat di dalam mantel Bumi. Para ilmuwan mengoperasikan sebuah alat utama observatorium disebut diamond anvil cell (DAC) yang menciptakan kembali tekanan besar dan suhu yang ditemukan dalam planet ini.

Menggunakan berkas neutron, ilmuwan di Oak Ridge National Laboratory di Tennessee akan mempelajari bagaimana cairan bergerak melalui conto batuan panas. Pemantauan gunung berapi dan daerah-daerah yang mengapit dapat meningkatkan pemahaman para ilmuwan terhadap apa yang terjadi. Eksperimen dengan mikroba yang survive di bawah tekanan dan suhu bisa memberikan petunjuk tentang kehidupan yang ditemukan puluhan kilometer di bawah permukaan.

Hazen yang ikut memimpin riset mengatakan para peneliti akan melakukan pemodelan dengan Deep Carbon Observatory di Census of Marine Life yaitu proyek lain 10 tahun yang dijamin oleh Alfred P. Sloan Foundation di New York City. Sloan menyediakan sekitar 10% biaya dari US$650.000.000 untuk sensus dengan memanfaatkan uang sumbangan publik dan swasta lainnya untuk mendukung sekitar 2.700 ilmuwan kolaborator dari 80 negara.

Robert Hazen http://hazen.gl.ciw.edu/
Deep Carbon Observatory http://dco.gl.ciw.edu/
Census of Marine Life http://www.coml.org/about-census
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment