Diania cactiformis Arthropoda Pertama Berbaju Baja Awal Periode Kambrium

Tinuku
News KeSimpulan.com - Hewan pertama memakai baju besi dipenuhi exoskeleton. Fosil Diania cactiformis si "kaktus berjalan" merayapi laut 520 juta tahun lalu.

Bagaimana para arthropoda membuat baju baja? Para palaeontolog berpikir bagaimana beberapa makhluk pertama mengikatkan diri pada baju militer untuk mempertahankan diri terhadap pemangsa.

Jumlah hewan dengan cangkang keras dan exoskeletons membengkak sekitar 540 juta tahun yang lalu di awal periode Kambrium, mungkin sebagai respon atas kenaikan predasi pada saat itu sehingga arthropoda berevolusi dengan exoskeleton yaitu sebuah inovasi yang membantu mereka menjadi kelompok hewan yang paling berlimpah di planet ini dengan lebih dari satu juta spesies pada hari ini.

Diania cactiformis yang dijuluki para ilmuwan si "kaktus berjalan" adalah fosil makhluk laut berkaki 20 dengan panjang 6 cm sebagai kelompok arthropoda dengan anggota kepiting, laba-laba, dan serangga pada hari ini serta exoskeleton armor yang telah lama punah yaitu trilobita mengembangkan baju baja di kaki sebelum mereka mengembangkan kulit keras pada tubuh.

Arthropoda pertama diperkirakan telah berevolusi dari sebuah kelompok aneh yang disebut lobopoda (berbasis cacing lembut dan berkaki) yang terlihat seperti arthropoda tanpa exoskeleton. Tetapi spesies perantara keduanya sampai sekarng masih misterius.

Sekarang Diania cactiformis dikenal relatif paling dekat dengan arthropoda dengan konfigurasi lapis baja sebagai bentuk peralihan pertama yang ditemukan dalam catatan fosil menjadi petunjuk evolusi bagaimana arthropoda datang dan mengembangkan mantel penuh dari baja.

"Kami memiliki fosil tunggal dimana anda bisa membuat jalur dan berkata: inilah lobopoda pertama dengan exoskeleton sederhana," kata Jianni Liu, biopaleontolog di Free University Berlin di Jerman dan melapor ke Nature.

Diania cactiformis mengisi link yang hilang. Liu menemukan fosil di Chengjiang, China. Tubuhnya sebagian besar lembut dan squidgy khas seperti lobopoda, tetapi kaki telah dilapisi baju zirah pelindung dengan fitur jelas seperti arthropoda. Tubuh lembut D. cactiformis menunjukkan bahwa arthropoda mengembangkan baju besi di kaki mereka terlebih dahulu, bukan tubuh mereka dulu. Ini bertentangan dengan hasil beberapa studi gen perkembangan.

"Catatan fosil tidak hanya untuk memberi anda dekorasi yang kemudian menggantung di pohon. Ini memberi Anda informasi yang berguna sebagai batas model genetik tentang evolusi," kata Graham Budd, paleontolog dari University of Uppsala di Swedia.
  1. Jianni Liu (Early Life Institute, State Key Laboratory of Continental Dynamics, Department of Geology, Northwest University, Xi’an 710069, China; Department of Earth Science, Freie Universität Berlin, D-12249 Berlin, Germany); Michael Steiner, Helmut Keupp (Department of Earth Science, Freie Universität Berlin, D-12249 Berlin, Germany); Jason A. Dunlop (Museum für Naturkunde, Leibniz Institute for Research on Evolution and Biodiversity at the Humboldt University Berlin, D-10115 Berlin, Germany); Degan Shu (Early Life Institute, State Key Laboratory of Continental Dynamics, Department of Geology, Northwest University, Xi’an 710069, China; School of Earth Sciences and Resources, China University of Geosciences, Beijing 100083, China); Qiang Ou (School of Earth Sciences and Resources, China University of Geosciences, Beijing 100083, China); Jian Han, Zhifei Zhang, Xingliang Zhang (Early Life Institute, State Key Laboratory of Continental Dynamics, Department of Geology, Northwest University, Xi’an 710069, China). An armoured Cambrian lobopodian from China with arthropod-like appendages, Nature, Volume:470, Pages: 526–530, 23 February 2011, DOI:10.1038/nature09704
Jianni Liu http://www.geo.fu-berlin.de/geol/fachrichtungen/pal/mitarbeiter/liu/index.html
Graham Budd http://www.palaeontology.geo.uu.se/pershems/Graham.html

Credit : Jianni Liu, et.al.
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment