Lubang hitam Memutar Gelombang Cahaya yang Melintas

Tinuku
News KeSimpulan.com - Efek yang baru yang ditemukan bisa membantu untuk pengamatan rakasa Milky Way, juga verifikasi relativitas umum dan ruang-waktu.

Berhubung temuan aneh dari lubang hitam hasil pengamatan baru, peneliti menemukan cara untuk mendeteksi gravitasi rotasi monster gila. Teleskop yang ada bisa dilengkapi dengan detektor khusus untuk mencatat twist pada gelombang cahaya yang melintas di dekat sebuah lubang hitam yang berputar cepat, demikian saran Bo Thidé, astrofisikawan dari Swedish Institute of Space Physics di Uppsala dan rekan-rekannya ke Nature Physics.

Thidé mengatakan efek yang baru ditemukan dimana lubang hitam memutar gelombang cahaya merupakan satu konsekuensi dari teori relativitas Einstein dan berdasarkan pada simulasi numerik yang dilakukan oleh timnya. Para peneliti sudah memprediksi dan menemukan beberapa bukti bahwa lubang hitam dan bintang-bintang neutron berputar mengaduk ruang dan waktu disekitarnya seperti adonan pancake, efek yang dikenal sebagai frame dragging.

Namun para peneliti belum mengeksploari secara rinci kemungkinan putaran lubang hitan juga bisa membuat cahaya berputar, memberikan momentum sudut radiasi, kata Martin Bojowald, fisikawan dari Pennsylvania State University di University Park.

"Lubang hitam mempengaruhi ruang-waktu sedemikian rupa sehingga net cahaya dengan momentum sudut orbital secara otomatis dihasilkan," kata Bojowald.

Gelombang cahaya terdiri dari puncak dan palung, berjalan serempak dan leluasa melalui ruang memiliki wave fronts (permukaan imajiner dimana puncak satu garis gelombang dengan puncak lain). Sebaliknya, ketika cahaya lewati di dekat lubang hitam, masing-masing foton memperoleh twist yang mengubah permukaan gelombang ke tangga spiral yang berpusat di sekitar arah perjalanan berkas cahaya.

"Apa yang baru dan menarik adalah saran dampak tersebut sebenarnya diukur dari lubang hitam di pusat galaksi kita," kata Saul Teukolsky dari Cornell University.

Thidé mengatakan timnya akan meninjau pengamatan teleskop radio dari lubang hitam supermasif Milky Way untuk melihat apakah efek cahaya yang terbelit muncul. Bojowald mengatakan teknik tersebut "tidak akan menjadi alat yang segera dapat diterapkan untuk pengamatan lubang hitam, tetapi tampaknya cukup menjanjikan untuk upgrade teleskop".

Sementara ini, belitan cahaya "memberi kita sarana baru untuk menguji relativitas umum dan ruang-waktu," kata Bojowald.
  1. Fabrizio Tamburini (Department of Astronomy, University of Padova, vicolo dell’Osservatorio 3, IT-35122 Padova, Italy); Bo Thidé (Swedish Institute of Space Physics, Box 537, Ångström Laboratory, SE-75121 Uppsala, Sweden); Gabriel Molina-Terriza (QsciTech and Department of Physics and Astronomy, Macquarie University, 2109 New South Wales, Australia); Gabriele Anzolin (ICFO, Parc Mediterrani de la Tecnologia, Av. del Canal Olı´mpic s/n, ES-08860 Castelldefels, Barcelona, Spain). Twisting of light around rotating black holes, Nature Physics, 13 February 2011, DOI:10.1038/nphys1907
Bo Thidé http://www.physics.irfu.se/~bt/
Martin Bojowald http://www.phys.psu.edu/people/display/index.html?person_id=417
Saul Teukolsky http://www.physics.cornell.edu/steukolsky

Credit : Fabrizio Tamburini, et.al., Nature Physics, DOI:10.1038/nphys1907
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment