Penguburan Anak Paleoamerika di Situs Upward Sun River Mouth Child

Tinuku
News KeSimpulan.com - Penguburan anak di situs Upward Sun River menyediakan informasi sekilas dan langka awal migrasi paleoamerika dari Asia.

Pergulatan hidup di base camp musiman pusat Alaska ketika seorang anak berumur 3 tahun meninggal. Keluarga membakar tubuh kecil (mungkin dalam seremonial) di perapian rumah dan kemudian mereka pindah sehingga rumah tidak pernah digunakan lagi. Sebuah adegan luar biasa pada 11.500 tahun yang lalu telah direkonstruksi tim arkeolog. Mereka menjuluki anak dengan Xaasaa Cheege Ts'eniin yang berarti "Upward Sun River Mouth Child."

Tahun 2010, para arkeolog menemukan sisa-sisa rumah dan pemakaman tersebut, menyediakan sepotong kehidupan langka Amerika awal. Beberapa aspek pemakaman menyerupai orang-orang di kedua wilayah yaitu Amerika utara dan Siberia tetapi beberapa hal lain yang baru saja ditemukan benar-benar unik. Dan pada akhirnya dapat mengungkapkan hubungan genetik antara Alaska awal dan apa yang disebut Paleoindian di Amerika Utara.

Setidaknya 14.000 tahun yang lalu, manusia mulai bergerak dari Siberia ke Alaska melintasi jembatan darat di atas Laut Bering pada hari ini, kemudian menjajah hingga Amerika Selatan. Tetapi tulang dan penguburan di Alaska kuno memiliki panorama langka seperti sisa-sisa rumah mereka.

Tidak ada penemuan tunggal yang dapat memberitahu informasi tentang paleoamerika atau di mana mereka berasal. Pada saat anak Alaska lahir, naiknya permukaan laut mengakhiri migrasi dari Asia, kata Dave Meltzer, arkeolog dari Southern Methodist University di Dallas, Texas.

Namun dengan tidak ada manusia kuno lainnya yang menetap di Alaska, "ini menjadi penting", kata Ted Goebel, direktur Center for the First Americans di Texas A&M University di College Station.

Sementara penggalian di situs Upward Sun River (dekat Sungai Tanama) di Alaska pusat, Ben Potter, arkeolog dari University of Alaska di Fairbanks, dan koleganya menemukan garis-garis besar melingkar di dasar rumah, termasuk berserakan alat-alat batu dan tulang hewan di lantai dan jejak yang mungkin telah mengangkat dinding dan atap. Tim melaporkan temuan ke Science dimana dalam rumah ditemukan lubang bundar besar berisi sebagian fragmentasi tulang anak yang dibakar.

Di bawah pemakaman, tim menemukan sisa-sisa ikan yang hangus termasuk salmon, mamalia kecil seperti tupai tanah, dan burung seperti belibis. Mungkin semua dimasak di tungku sebelum anak tersebut dikubur di dalamnya. Analisis dating radiokarbon memverifikasi lubang sekitar 11.500 tahun lalu.

Joel Irish, arkeolog dari University of Alaska di Fairbanks mengatakan gigi menunjukkan ciri khas penduduk asli Amerika utara dan Asia utara. Mereka juga memberikan indikasi usia anak antara 2 dan 4 tahun. Pemakaman tidak berisi barang yang ikut dikubur, tetapi dua potong kecil oker mungkin bagian dari upacara ritual penguburan.

Tim peneliti menduga situs sebagai tempat tinggal musim panas bagi kelompok sosial kecil, berbeda dengan kamp berburu lebih temporer khas banyak situs Paleoindian lainnya. Lubang mungkin sebagai alat perapian untuk memasak dan tempat untuk membuang sisa-sisa makanan. Tetapi begitu anak itu meninggal dan tubuhnya dikremasi di sana, orang-orang tampaknya meninggalkan perapian rumah ini.

Selama era tersebut, para arkeolog hanya mengetahui satu pemakaman lainnya di Alaska dan juga hanya satu di Siberia. Dua anak-anak telah dikuburkan, satu dengan oker, di rumah-rumah yang terpisah di lokasi Siberia berdating 13.000 tahun di Ushki, meskipun mayat-mayat mereka tidak dikremasi.

Kremasi dikenal di dua situs Amerika Utara (sedikit lebih lambat dari situs Upward Sun River) yaitu di situs Marmes (negara bagian Washington) dan situs Spirit Cave (Nevada), tetapi tidak di rumah. Potter mengatakan Upward Sun River adalah situs yang hanya dikenal dengan kremasi di dalam rumah.

"Konstelasi perilaku sangat unik di Amerika Utara," kata Potter.

"Ini sangat menarik ditemukan. Pertama kalinya kami melihat hal seperti ini sangat awal," kata John Hoffecker, arkeolog dari University of Colorado di Boulder, yang sependapat dengan analisis Potter.

Berkat kerjasama yang baik dengan masyarakat asli setempat dalam beberapa kasus lainnya terhadap analisis ilmiah peninggalan kuno, Potter dan timnya kini menganalisis DNA kuno dari tulang anak, sekitar 20% yang tidak sempat dibakar. Jika para ilmuwan berhasil mendapatkan DNA dari tulang anak, mereka mungkin dapat membandingkannya dengan tulang Paleoindian lain yang ditemukan lebih jauh ke selatan. Analisis bisa memberi lebih banyak petunjuk secara rinci rute paleoamerika paling awal saat menyebar melalui Amerika Utara dan bagaimana keterkaitan erat Alaska awal.

"Ini akan banyak memberikan kejutan," kata Hoffecker.
  1. Ben A. Potter, Joel D. Irish, Carol Gelvin-Reymiller (Department of Anthropology, University of Alaska Fairbanks, Fairbanks, AK 99775, USA); Joshua D. Reuther, Vance T. Holliday (School of Anthropology and Department of Geosciences, University of Arizona, Tucson, AZ 85721, USA. A Terminal Pleistocene Child Cremation and Residential Structure from Eastern Beringia, Science, 25 February 2011: Vol.331 no.6020 pp.1058-1062, DOI:10.1126/science.1201581
  2. Richard Stone. Late Date for Siberian Site Challenges Bering Pathway, Science, 25 July 2003: Vol.301 no.5632 pp.450-451, DOI:10.1126/science.301.5632.450
  3. Andrew Lawler. Grave Disputes, Science, 8 October 2010: Vol.330 no.6001 pp.166-170, DOI:10.1126/science.330.6001.166-a
Ben Potter http://www.uaf.edu/anthro/people/faculty/potter/
Joel Irish http://www.uaf.edu/anthro/people/faculty/irish/
Dave Meltzer http://smu.edu/anthro/faculty/dmeltzer/dmeltzer.htm
Ted Goebel http://anthropology.tamu.edu/faculty/directory.php?ID=223
John Hoffecker http://instaar.colorado.edu/people/bios/hoffecker.html

Credit : Science
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment