Penyu Tempayan Caretta caretta Gunakan Magnetoreseptor Untuk Menavigasi

Tinuku
News KeSimpulan.com - Penyu Tempayan (Caretta caretta) merasakan medan magnet Bumi. Tukik yang baru menetas bisa memiliki kompas untuk merasakan posisi longitudinal.

Ketika para pelaut selama ratusan tahun masih sering tersesat di laut. Anehnya, tukik anak penyu begitu menetas telah menciptakan kompas yang menggunakan medan magnet Bumi. Penelitian baru-baru ini menemukan beberapa spesies termasuk penyu laut yang lebih tua, burung migran mampu melihat garis bujur. Tetapi tidak jelas apa isyarat yang mereka gunakan.

Medan magnet Bumi yang dapat digunakan hewan untuk mengukur garis lintang, rasanya tidak mungkin karena betapa sedikit variasi arah timur dan barat di seluruh dunia. Namun, di beberapa bagian dunia pada garis lintang yang sama ada perbedaan halus dalam intensitas dan sudut medan magnet. Dapatkah ini digunakan oleh hewan untuk mengetahui posisi garis bujur?

Salah satu wilayah di Samudra Atlantik yaitu Puerto Rico di Atlantik barat dan kepualauan Cape Verde di Atlantik timur memiliki garis lintang yang sama tetapi berbeda garis bujur. Di antara lokasi keduanya adalah North Atlantic Gyre.

Penyu tempayan di Florida menavigasi North Atlantic Gyre selama lima sampai 10 tahun migrasional di sekitar Samudera Atlantik. Selama perjalanan ini para turtle berhasil menghindari wilayah di mana mereka berisiko tersapu arus yang disebabkan oleh pusaran laut.

Nathan Putman, biolog magnetik dari University of North Carolina di Chapel Hill, dan rekan-rekannya ingin mengetahui apakah pemahaman tentang garis bujur membantu kura-kura selama tinggal di Gyre.

Tim menempatkan tukik yang baru menetas dalam tangki melingkar yang dilengkapi dengan generator medan magnet. Peneliti memasang perangkat pada lengan masing-masing tukik untuk mengukur arah berenang yang terkena simulasi medan magnet sepeti kondisi di Puerto Rico atau Cape Verde Islands. Dalam kedua kasus, penyu cenderung untuk berenang ke arah yang akan menempatkan mereka kembali ke Gyre.

"Mereka bertujuan untuk arus laut yang akan membawa mereka pulang. Karena seluruh tukik ini belum pernah ke laut sehingga respon adalah bakat warisan orangtuanya," kata Putman melapor ke Current Biology.

Penyu yang berenang dengan cara yang benar sesuai dengan medan magnet lebih mungkin untuk membuat rumah dan bereproduksi.

"Sistem saraf mereka mungkin tertanam untuk ini," kata John Phillips, neurobehavioris dari Virginia Tech di Blacksburg.

Lantas bagaimana pemahaman kura-kura terhadap medan magnet masih belum diketahui, tetapi Nikita Chernetsov, ekolog dari Russian Academy of Sciences di Rybachy, Rusia, menduga penyu mungkin memiliki organ mirip dengan magnetoreseptor seperti yang ditemukan pada paruh atas burung migran.

Chernetsov memiliki data awal yang menunjukkan reseptor-reseptor tersebut memungkinkan burung untuk merasakan posisi mereka berdasarkan topografi magnetik seperti yang mampu dilakukan para penyu.
  1. Nathan F. Putman, Courtney S. Endres, Catherine M.F. Lohmann, Kenneth J. Lohmann (Department of Biology, University of North Carolina, Chapel Hill, Chapel Hill, NC 27599, USA). Longitude Perception and Bicoordinate Magnetic Maps in Sea Turtles, Current Biology, 24 February 2011, DOI:10.1016/j.cub.2011.01.057
Nathan Putman http://www.unc.edu/depts/geomag/Nathan.html
John Phillips http://www.biol.vt.edu/faculty/phillips/behavlab2/phillipsmain.html
Nikita Chernetsov http://www.zin.ru/rybachy/Chernetsov.html
Lohmann Lab http://www.unc.edu/depts/geomag/

Credit : Lohmann Lab http://www.unc.edu/depts/geomag/
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment