Pesan Universal Untuk Intelegensi Ekstraterestrial Bukan Antroposentrisme

Tinuku
News KeSimpulan.com - Para ilmuwan menyarankan protokol pesan untuk alien. Pesan universal untuk ekstraterestrial tidak bisa terlalu antroposentris agar komunikasi efektif.

Pada tahun 1974 manusia menyiarkan pesan pertama yang ditujukan untuk kehidupan di luar Bumi menggunakan teleskop radio Arecibo di Puerto Rico. Pesan ditujukan untuk bintang globular cluster M13 terletak 25.000 tahun cahaya terdiri dari digit biner yang mengkodekan informasi tentang DNA kita, serta grafis manusia, tata surya kita, dan teleskop Arecibo.

Sejak itu manusia telah mengirim tiga pesan lain untuk bintang dan planet terdekat (20-69 tahun cahaya). Pesan ini telah menjadi lebih kompleks dan antroposentris dengan musik, foto, serta gambar yang diajukan oleh masyarakat.

Sekarang Dimitra Atri dari University of Kansas, Julia DeMarines dari International Space University di Perancis, dan Yakub Haqq-Misra dari Pennsylvania State University, mengusulkan upaya pesan untuk kecerdasan luar Bumi (extraterrestrial intelligence - METI) harus mengikuti protokol standar untuk memaksimalkan efektivitas komunikasi.

Beberapa isi siaran untuk METI di masa lalu (berisi gambar dan suara) kemungkinan besar akan tidak akan diketahui oleh makhluk luar angkasa yang mungkin tidak memiliki persepsi visual atau auditori (seperti beberapa organisme di Bumi). Sebaliknya, pesan sederhana dengan antroposentrisme minimal dan bahasa fisik atau matematika sederhana memiliki kesempatan terbaik dalam berkomunikasi.

Sebuah protokol METI harus melihat faktor-faktor seperti encoding sinyal, panjang pesan, isi informasi, antroposentrisme, metode transmisi, dan periodisitas transmisi. Saat ini, ada tiga antena yang memiliki kemampuan mengirimkan pesan ke planet mana saja di galaksi kita, teleskop ini berlokasi di Arecibo, Puerto Rico; Goldstone, California, Amerika Serikat; dan Evpatoria, Crimea, Ukraina.

Para peneliti mengakui argumen beberapa kritikus yang mengabarkan keberadaan kita untuk makhluk luar angkasa adalah pertaruhan keamanan karena sebuah peradaban maju kemungkinan memiliki kemampuan untuk membinasakan kita. Tetapi mereka mencatat bahwa Bumi selama ini telah memancarkan sinyal elektromagnetik ke ruang angkasa selama hampir 100 tahun karena kebocoran yang tidak diinginkan dari TV, telekomunikasi, dan penerbangan.

Peneliti menjelaskan setiap peradaban mampu mengembangkan transmisi radio yang terletak dalam radius 100 tahun cahaya bisa mendeteksi TV dan radio dan tentu sudah akan tahu keberadaan kita di Bumi.

Para ilmuwan juga menekankan bahwa mencari dan mencoba untuk berkomunikasi dengan makhluk luar angkasa seiring dan sebanyak pemahaman diri untuk menemukan alien. Setelah protokol dikembangkan, para peneliti berharap dapat menguji dalam budaya manusia yang berbeda di seluruh dunia untuk meminimalkan bias budaya dan membuat pesan agar semakin universal.

Para peneliti menjelaskan bahkan jika sebagian besar pesan-pesan tidak pernah dikirim ke ruang angkasa, mereka masih memungkinkan memahami budaya yang berbeda untuk lebih menghargai keragaman manusia.

"Dalam beberapa minggu ke depan, kami akan bekerjasama dengan matematikawan dan astronom radio membuat isi dan cara komunikasi pesan terbaik tidak akan antroposentris seperti usaha-usaha sebelumnya. Kami juga terbuka untuk saran baik dari komunitas ilmiah dan masyarakat umum untuk perbaikan protokol. Ini akan menjadi usaha masyarakat," kata Atri melapor ke server preprint arXiv.
  1. Dimitra Atri (U Kansas), Julia DeMarines (International Space U), Jacob Haqq-Misra (Penn State U). A Protocol for Messaging to Extraterrestrial Intelligence. arXiv:1101.4968v2 [physics.pop-ph], last revised 2 Feb 2011, http://arxiv.org/abs/1101.4968
Arecibo observatory http://www.naic.edu/
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment