Rekayasa Efesiensi dan Kekuatan Struktur Silinder Roket Masa Depan

Tinuku
News KeSimpulan.com – Tim insinyur NASA's Marshall Space Flight Center berharap mendapat data dari pengujian himpitan beban gentong aluminium roket generasi mendatang.


Letakkan kaleng minuman yang terbuat dari aluminium di atas lantai, kemudian anda menginjak dari atas. Secara bertahap kaleng menerima beban berat sampai ringsek dan terhimpit. Ini analog dengan apa yang dilakukan tim insinyur di NASA pada sebuah tabung roket bahan bakar aluminium-lithium pada akhir Maret nanti.

Mereka berharap dapat menggunakan data eksperimen untuk menghasilkan generasi baru "shell-buckling design factors" yang ringan, aman dan kokoh untuk peluncuran kendaraan masa depan. Pengujian studi inovatif sedang dilakukan di NASA's Marshall Space Flight Center di Huntsville, Alabama, yang dikontrol oleh NASA Engineering and Safety Center (NESC), berbasis di NASA Langley Research Center di Hampton, Va.

Knockdown shell-buckling design factors dalam industri kedirgantaraan tersusun dari seperangkat data teknik yang dikumpulkan dari studi struktur roket era Apollo. Desain ini meliputi material komposit, proses pembuatan dan model komputer canggih. Harapan para ilmuwan adalah memperbarui perhitungan penting yang biasanya terkait dengan biaya kinerja, signifikansi, dan keselamtan astronot ke dalam desain struktur besar tangki bahan bakar utama kendaraan peluncuran dengan daya angkut beban berat di masa depan.

Uji skala besar mengikuti serangkaian tes skala yang lebih kecil, semua bertujuan untuk mengurangi waktu dan biaya yang dihabiskan dalam merancang dan pengujian roket serta modernisasi, material ringan berteknologi tinggi ke dalam proses desain dan manufaktur sehingga roket lebih ringan dan membawa muatan yang lebih banyak. Penelitian hingga kini menunjukkan potensi penghematan berat sebanyak 20 persen.

Minggu ini, teknisi pindah ke ruang tangki berdiameter 27,5 kaki dan tinggi 20 kaki ke Marshall's Engineering Test Laboratory. Setelah terpasang, bagian tersebut akan terjepit di antara dua cincin beban besar yang akan menekan ke bawah dengan kekuatan satu juta pon ke pusat silinder.

"Struktur spacecraft, terutama tangki bahan bakar, dirancang setipis mungkin karena setiap pon struktur harus mengurangi berat payload dan secara dramatis dapat meningkatkan tenaga terbang roket. Melihat teknik angkat berat di masa depan, tujuan kami untuk memberikan desain struktur sehingga kita dapat mengembangkan tabung lebih efesien," kata Mark Hilburger dari Structural Mechanics and Concepts Branch di Langley dan peneliti di NESC untuk eksperimen Shell Buckling Knockdown Factor project.

Sebelumnya mereka telah menguji silinder aluminium-lithium berdiameter 8 kaki tetapi gagal. Dalam persiapan pengujian mendatang, ratusan sensor telah ditempatkan pada barel untuk mengukur strain, deformasi dan perpindahan daya. Selain itu, teknik pengukuran optik digunakan untuk memantau deformasi kecil di atas permukaan luar seluruh titik uji.

"Ini tes penting untuk mengembangkan ruang tangki eksternal pesawat ringan yang terbang dengan kemampuan pengujian canggih kami. Lebih memahami faktor-faktor desain struktur kendaraan peluncuran generasi mendatang," kata Mike Roberts dari Marshall’s Structural Strength Test branch.

Shell Buckling Knockdown Factor Project dipimpin dan dibiayai oleh NESC. Marshall bertanggung jawab untuk pengujian termasuk rekayasa, desain peralatan, fasilitas hardware dan jaminan keselamatan. Lockheed Martin Space Systems Company melakukan fabrikasi tes di Marshall's Advance Weld Process Development Facility. *NASA

Credit : NASA
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment