Wahana Antariksa Kembar NASA STEREO Menangkap Semua Sisi Matahari

Tinuku
News KeSimpulan.com - Menjaring Matahari dari semua sudut. Pencitraan total 360 derajat memungkinkan deteksi dini potensi badai Matahari dan iklim ruang.

Ketika badai Matahari datang tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi. Untuk pertama kalinya, para ilmuwan surya memperoleh pandangan secara simultan seluruh Matahari baik sisi depan dan sisi belakang. Panorama 360 derajat yang belum pernah terjadi sebelumnya sekarang dirilis oleh NASA pada tanggal 6 Februari lalu.

Pencitraan tajam kedua sisi Matahari yang direkam oleh Solar Dynamics Observatory (SDO) di wahana antariksa kembar STEREO milik NASA yang baru saja menghabiskan waktu eksplorasi 8 tahun mengitari Matahari. Gambar dari sisi yang jauh tercatat sampai dengan 14 hari sebelum mereka berputar dan mengirim tampilan ke Bumi, memungkinkan para ilmuwan memprediksi badai Matahari yang dapat merusak dan mengganggu komunikasi satelit dan sistem tenaga listrik di Bumi.

Gambar juga dapat menangkap letusan berumur pendek di sisi belakang dan menghilang sebelum mengitari wilayah mengitari Matahari saat menghadap Bumi, kata Joseph Gurman, tim ilmuwan STEREO dari NASA Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Md.

Pada bulan Januari, sebuah letusan besar dicatat oleh STEREO yang juga terdeteksi oleh wahana antariksa MESSENGER sebagai perubahan medan magnet di sekitarnya. MESSENGER yang akan memasuki orbit Merkurius tidak mengalami kerusakan oleh insiden tersebut. Gambar STEREO baru menyelesaikan fitur Matahari sekitar 2.400 kilometer.

"Untuk pertama kalinya, kita bisa menyaksikan aktivitas kemuliaan Matahari secara penuh 3 dimensi. Ini momen besar dalam fisika Matahari. STEREO mengungkap Matahari si bola plasma panas dan jalinan medan magnet rumit," kata Angelos Vourlidas, anggota tim sains STEREO dari Naval Research Lab di Washington, DC.

"Dengan data seperti ini, kita bisa terbang mengelilingi Matahari untuk melihat apa yang terjadi di atas cakrawala tanpa pernah meninggalkan meja kami. Saya berharap kemajuan besar dalam teori fisika Matahari dan bidang prakiraan cuaca," kata Lika Guhathakurta, ilmuwan program STEREO dari markas besar NASA di Washington, DC.

Di masa lalu, sebuah sunspot aktif bisa muncul dari sisi jauh Matahari yang sepenuhnya tersebunyi dari Bumi. Kemudian rotasi Matahari bisa mengirim flare dan awan plasma yang memukul dan mengubah cuaca planet kita.

"Tidak lagi. Farside aktif tidak akan membuat kita terkejut berkat STEREO. Kita sudah tahu ketika mereka akan datang," kata Bill Murtagh, klimatolog senior dari NOAA's Space Weather Prediction Center di Boulder, Colorado.

NOAA sudah menggunakan perangkat model 3D STEREO CMEs untuk meningkatkan prakiraan cuaca angkasa bagi maskapai penerbangan, perusahaan listrik, operator satelit, dan pelanggan lain. Observasi Matahari secara penuh harus meningkatkan prediksi.

"Dengan model global yang baik, kita sekarang dapat melacak badai Matahari yang menuju planet lain juga. Ini penting untuk misi NASA ke Merkurius, Mars, asteroid ... apa saja," kata Lika Guhathakurta, ilmuwan STEREO dari markas besar NASA.

Pencitraan baru mengungkap koneksi yang sebelumnya diabaikan. Sebagai contoh, para peneliti telah lama menduga aktivitas Matahari dengan letusan pada sisi berlawanan. Sekarang para ilmuwan benar-benar dapat mempelajari fenomena tersebut. Letusan besar pada bulan Agustus 2010 melanda 2/3 permukaan Matahari dengan puluhan flare saling berinteraksi, gelombang kejut, dan gema filamen. Sebagian besar tersembunyi dari Bumi, tetapi sekarang jelas terlihat dengan STEREO-SDO.

Para peneliti mengatakan ini pertama terlihat gambar Matahari secara keseluruhan. Data sedang diproses dan film dengan resolusi lebih tinggi dan lebih banyak aksi akan diumumkan NASA minggu-minggu mendatang.

Info lanjut Tentang NASA STEREO http://www.nasa.gov/stereo

Credit : NASA
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment