Wahana Antariksa Stardust-NExT NASA Koreksi Jalur ke Target Komet Tempel 1

Tinuku
News KeSimpulan.com - Wahana Antariksa Stardust-NExT milik NASA mengatur ulang arah penerbangan untuk mendekati titik jarak terdekat ke Komet Tenple 1.

Hanya dua minggu sebelum flyby pada komet Tempel 1, pesawat ruang angkasa Stardust milik NASA menembakkan pendorong untuk membantu memperbaiki jalur penerbangan menuju komet. Misi Stardust-NexT akan terbang ke komet Tempel 1 pada Hari Valentine (14 Februari 2011).

Manuver koreksi lintasan yang mengatur jalur penerbangan pesawat antariksa tersebut dimulai sekitar pukul 4 pm EST (1:00 pm PST) pada hari Senin 31 Januari. Roket pesawat angkasa Stardust meluncur selama 130 detik, mengkonsumsi sekitar 300 gram (10,6 ons) bahan bakar dan mengubah kecepatan pesawat menjadi 2,6 meter per detik (sekitar 5,8 mph).

"Perubahan six-miles-per-hour mungkin tampak tidak berarti saat kami mendekati komet dengan 24.236 mph [39.000 kilometer per jam]," kata Tim Larson, manajer proyek Stardust-NExT di NASA's Jet Propulsion Laboratory (JPL) di Pasadena, California.

"Tetapi kita masih dua minggu dan 8.370.000 mil [13,5 juta kilometer] dari komet. Pada jarak itu, kita akan bergerak ke lokasi paling dekat dengan komet yaitu sekitar 1.900 mil [ 3.058 kilometer]. Dengan mengamati hasil manuver yang telah direncanakan, kita mengoperasikan pesawat ruang angkasa seperti yang kita harapkan ketika di sisi lain tata surya.. ", kata Larson.

Rencana NASA untuk misi Stardust-NExT adalah menerbangkan pesawat ruang angkasa yang ditargetkan untuk suatu titik berjarak sekitar 200 kilometer (124 mil) dari komet Tempel 1 pada saat posisi terdekat sekitar 20:56 PST, 14 Februari (11:56 pm EST).

Ini adalah misi bonus bagi perburuan komet yang sebelumnya terbang mendekati komet Wild 2. Selama perjumpaan bonus ini, pesawat ruang angkasa akan mengambil gambar permukaan komet untuk mengamati perubahan yang telah terjadi sejak pesawat luar angkasa NASA's Deep Impact terakhir terbang mendekati Tempel 1 pada bulan Juli 2005.

Seiring dengan gambar resolusi tinggi permukaan komet, Stardust-NExT juga akan mengukur komposisi, distribusi ukuran dan fluks debu yang dipancarkan, serta menyediakan informasi baru yang penting tentang bagaimana komet keluarga Jupiter berkembang dan bagaimana mereka terbentuk pada 4,6 miliar tahun yang lalu. Komet keluarga Jupiter adalah orbit komet yang telah dimodifikasi oleh bagian terdekat Jupiter. Mereka memiliki periode orbit kurang dari 20 tahun.

Diluncurkan pada 7 Februari 1999, Stardust menjadi pesawat antariksa pertama dalam sejarah yang mengumpulkan sampel dari sebuah komet yaitu Wild 2 dan mengirimnya ke Bumi untuk diteliti. Sedangkan kapsul pembawa sampel diterjunkan ke Bumi pada Januari 2006, pengendali misi telah menempatkan pesawat ruang angkasa yang masih layak jalan yang memungkinkan NASA mendapat kesempatan untuk kembali menggunakan sistem penerbangan yang sudah terbukti jika target muncul dengan sendirinya.

Pada bulan Januari 2007, NASA kembali menekan saklar untuk misi "Stardust-Next", tim Stardust memulai perjalanan empat tahun dan setengahnya fokus untuk komet Tempel 1. Ini akan menjadi eksplorasi kedua Tempel 1 oleh pesawat ruang angkasa setelah Deep Impact. Stardust-Next adalah misi berbiaya rendah yang akan memperluas penelitian komet Tempel 1 yang diprakarsai oleh pesawat luar angkasa Deep Impact.

Stardust-Next dioperasikan oleh Jet Propulsion Laboratory (JPL), California Institute of Technology (Caltech) di Pasadena mengelola JPL untuk NASA Science Mission Directorate di Washington DC. Peneliti utama proyek adalah Joe Veverka dari Cornell University di Ithaca, NY. Lockheed Martin Space Systems di Denver yang membangun pesawat ruang angkasa dan mengelola misi operasi sehari-hari.

Informasi lebih lanjut kunjungi situs resmi di: http://stardustnext.jpl.nasa.gov/

Credit : NASA/UMD (Homepage http://www.astro.umd.edu/)
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment