Alat Batu Acheulian di Situs Attirampakkam India Berdating Lebih dari 1 Juta Tahun

Tinuku
News KeSimpulan.com - Berangkat dari Afrika ke Asia Selatan dan membuat peralatan. Tangan inovator kapak Acheulian mencapai Asia Selatan lebih awal dari perkiraan.

Temuan penggalian di tenggara India mengusulkan revisi migrasi hominid dari Afrika lebih dari 1 juta tahun yang lalu sebagai metode penting penyebaran pembuatan alat.

Model tertentu mata kapak batu berbentuk tangan, parang bermata datar dan implementasi lainnya yang berasal dari Afrika sekitar 1,6 juta tahun yang lalu mencapai Asia Selatan tidak berselang lama yaitu antara 1,5 dan 1 juta tahun yang lalu, demikian temuan Shanti Pappu, arkeolog dari Sharma Center for Heritage Education di Tamil Nadu, India dan rekan-rekannya.

Daripada menunggu hingga 500.000 tahun untuk pergi ke Asia Selatan seperti yang banyak dipikirkan banyak ilmuwan, waktu pembuatan kapak tangan dari Afrika berselang relatif lebih singkat ke India, kata tim Pappu ke Science.

Arkeolog mengkategorikan tangan kapak batu dan implementasi yang terkait sebagai alat Acheulian. Kebanyakan peneliti menganggap Homo erectus, spesies berasal sekitar 2 juta tahun yang lalu, merupakan otak di belakang inovasi Acheulian asli.

"Pembuat alat Acheulian jelas-jelas hadir di Asia Selatan lebih dari 1 juta tahun yang lalu," kata Pappu.

Beberapa penggalian sebelumnya di berbagai tempat di India telah ditemukan alat Acheulian, tetapi analisis skenario waktu masih kurang dipahami. Tidak ada fosil anggota keluarga evolusi manusia atau hominid didekat alat yang baru ditemukan. Robin Dennell, arkeolog dari University of Sheffield di Inggris mengusulkan H. erectus harus cepat berangkat dari Afrika Timur ke Asia Selatan.

Temuan Pappu meningkatkan kemungkinan bahwa kerajinan tangan 800.000 tahun sebelumnya ditemukan di China tenggara yang menunjukkan adanya kelompok H. erectus berasal dari Asia Selatan atau setidaknya paparan hominid China untuk teknik Acheulian.

Dennell mengusulkan hipotesis sebelum menemukan titik-titik migrasi kedua hominid cerdas Acheulian keluar dari Afrika, Homo heidelbergensis, spesies pertama kali diidentifikasi di Eropa dimana beberapa peneliti kini menduga berhuni Afrika Timur dan mungkin Asia, berjalan kaki ke utara yaitu Timur Tengah dan kemudian ke arah barat ke Eropa setengah juta tahun yang lalu.

Sampai saat ini, kesepakatan ilmiah menyatakan bahwa pembuat alat Acheulian, mungkin H. erectus, mencapai Timur Tengah setidaknya dua gelombang sekitar 1,4 juta dan 800.000 tahun yang lalu, tetapi tidak melangkah lebih jauh. Dalam skenario ini H. heidelbergensis kemudian mengaplikasikan Acheulian dari Afrika untuk kedua ke Asia Selatan dan Eropa sekitar 500.000 tahun yang lalu.

Jika demikian, kapak tangan bahkan yang lebih tua di China mungkin merupakan tradisi alat yang dikembangkan secara independen dari pengaruh luar.

Setiap kaitan dengan China maka alat-alat yang digali oleh tim Pappu masih belum jelas. Tetapi tidak mengherankan bahwa H. erectus Asia Selatan kadang-kadang menghuni sekitar 1,5 juta tahun yang lalu, kata Philip Rightmire, antropolog dari Harvard University.

Bukti lain menunjukkan bahwa H. erectus meninggalkan Afrika untuk beberapa tujuan di seluruh Asia dimulai setidaknya 1,8 juta tahun yang lalu dengan memegang alat memotong sederhana.

"Untuk saat ini, hanya cukup untuk mengatakan bahwa Homo erectus memperkenalkan alat Acheulian ke India," kata Rightmire.

Tim Pappu menggali dan mendating alat-alat batu di Attirampakkam, sebuah situs di India yang ditemukan pada 1863. Bekerja sejak tahun 1999 telah menemukan lebih dari 3.500 artefak Acheulian, termasuk 76 kapak tangan dan parang.

Tanah artefak mengandung tanda-tanda pembalikan medan magnet Bumi yang menempatkan waktu antara 1,07 juta dan 1,77 juta tahun lalu. Analisis dating isotop radioaktif pada enam alat kuarsa yang digali di Attirampakkam menunjuk waktu 1,5 juta tahun yang lalu.
  1. Shanti Pappu, Kumar Akhilesh (Sharma Centre for Heritage Education, 28, I Main Road, C.I.T. Colony, Mylapore, Chennai 600004, Tamil Nadu, India); Yanni Gunnell (Department of Geography, Université Lumière-Lyon 2, CNRS-UMR 5600, 5 Avenue. P. Mendès-France, 69676 Bron cedex, France); Régis Braucher, Maurice Taieb, François Demory, Nicolas Thouveny (Centre Européen de Recherche et d’Enseignement en Géosciences de l’Environnement (CEREGE), Europôle de l’Arbois, BP 80, 13545 Aix-en-Provence Cedex 04, France). Early Pleistocene Presence of Acheulian Hominins in South India, Science 25 March 2011: Vol.331 no.6024 pp.1596-1599, DOI:10.1126/science.1200183
  2. Robin Dennell (Department of Archaeology, Sheffield University, Sheffield S1 4ET, UK). An Earlier Acheulian Arrival in South Asia. Science 25 March 2011: Vol.331 no.6024 pp.1532-1533,
    DOI:10.1126/science.1203806
Shanti Pappu http://www.sharmaheritage.com/cv_pappu.html
Robin Dennell http://www.sheffield.ac.uk/archaeology/staff/dennell.html
Philip Rightmire http://www.fas.harvard.edu/~palanth/Paleolab/rightmire.html

Gambar : Sharma Center for Heritage Education, India
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment