Bocoran Interior Enceladus Pompa Daya Hydrothermal 16 Gigawatt

Tinuku
News KeSimpulan.com - Cassini menemukan bulan Enceladus sebagai pembangkit listrik. Permukaan Enceladus yang bocor mengeluarkan panas berdaya 15,8 gigawatt.

Panas yang keluar di wilayah kutub selatan bulan Saturnus, Enceladus, jauh lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya, demikian analisis data baru yang dikumpulkan oleh pesawat ruang angkasa Cassini NASA dan dilaporkan ke Journal of Geophysical Research.

Data dari spektrometer komposit inframerah di Cassini terhadap medan kutub selatan Enceladus yang ditandai dengan celah linier menunjukkan daya panas yang dihasilkan internal sekitar 15,8 gigawatt atau setara 2,6 kali daya dari semua sumber air panas di Yellowstone atau sebanding dengan 20 pembangkit listrik berbahan bakar batubara.

"Mekanisme mampu menghasilkan daya internal yang jauh lebih tinggi dari pengamatan tetap merupakan misteri dan tantangan saat ini untuk model produksi panas jangka panjang," kata Carly Howett, geoplanetolog dari Southwest Research Institute (SWRI) di Boulder, Colorado.

Sejak 2005 telah diketahui bahwa kutub selatan Enceladus adalah geologis aktif dan aktivitas tersebut berpusat pada empat parit linier paralel dengan panjang 130 kilometer (80 mil) dan luas sekitar 2 kilometer (1 mil). Secara informal para ilmuwan menyebut dengan "tiger stripes".

Cassini juga menemukan bahwa celah ini menyemburkan debu partikel es dan uap air terus-menerus ke ruang angkasa. Parit ini memiliki suhu tinggi karena panas bocor keluar dari interior Enceladus.

Sebuah studi pada tahun 2007 menghitung panas internal Enceladus, terutama dihasilkan oleh gaya pasang surut yang timbul dari resonansi orbital antara Enceladus dan bulan yang lain yaitu Dion, tidak lebih besar dari rata-rata 1,1 gigawatt dalam jangka panjang. Pemanasan radioaktivitas alam di dalam Enceladus bertambah lagi 0,3 gigawatt.

Analisis terbaru yang juga melibatkan tim spektrometer inframerah komposit bersama peneliti dari NASA Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Md, menggunakan data observasi yang diambil pada tahun 2008 mencakup seluruh kutub selatan.

Sebuah penjelasan tentang aliran panas tinggi akibat hubungan orbital Enceladus terhadap Saturnus dan Dion dalam perubahan waktu, sehingga periode lebih intensif untuk pasang surut pemanasan yang dipisahkan oleh periode rehat. Cassini mungkin cukup beruntung melihat Enceladus ketika fase luar biasa aktif. Howett mengatakan aliran panas tinggi membuat lebih mungkin air cair ada di bawah permukaan Enceladus.

Baru-baru ini para ilmuwan mempelajari debu partikel es yang kaya garam dan mungkin tetesan beku dari lautan air asin dengan core batuan Enceladus yang kaya mineral. Di bawah permukaan laut atau mungkin laut kutub selatan antara lapisan es luar dan interior berbatu akan meningkatkan efisiensi pasang sirit pemanasan yang memungkinkan distorsi pasang surut lebih besar.

"Kemungkinan air cair, sumber energi pasang surut dan observasi organik (kaya karbon) bahan kimia di Enceladus membuat sebuah situs yang kuat mendorong astrobiological," kata Howett.

Misi Cassini-Huygens adalah proyek kerjasama antara NASA, European Space Agency (ESA) dan Italian Space Agency (ISA). NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL) di Pasadena, California adalah divisi dari California Institute of Technology (Caltech) di Pasadena yang mengelola misi untuk NASA's Science Mission Directorate di Washington, DC. Cassini dirancang, dikembangkan dan dirakit di JPL. Tim CIRS berbasis di NASA Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Md, yang membangun instrumen.
  1. C. J. A. Howett (Southwest Research Institute, Boulder, Colorado, USA), J. R. Spencer (Southwest Research Institute, Boulder, Colorado, USA), J. Pearl (NASA Goddard Space Flight Center, Greenbelt, Maryland, USA), M. Segura (NASA Goddard Space Flight Center, Greenbelt, Maryland, USA). High heat flow from Enceladus' south polar region measured using 10–600 cm−1 Cassini/CIRS data, Journal of Geophysical Research, Vol.116, E03003, 15 PP., 2011, DOI:10.1029/2010JE003718
Credit : NASA
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment