Dinamika Lembaran Es di Gamburtsev Mountain Range Antartika Timur

Tinuku
News KeSimpulan.com - Mega massa lembaran es ditemukan di bawah lapisan es Antartika. Meskipun Kutub Selatan mencair, belum pernah ada orang yang melihat Gamburtsev.

Gamburtsev Mountain Range atau Gamburtsev Subglacial Mountains terbungkus di bawah lembar es Antartika timur selama jutaan tahun. Berkat teknologi radar baru dan lainnya, para ilmuwan mulai dapat mengintip di balik es. Dan sebuah studi baru, peneliti menemukan wawasan mengenai massa raksasa es tersebut terbentuk.

Sampai saat ini para peneliti memahami sebagian besar es yang membentuk bentangan lapisan seperti salju kompak selama jutaan tahun. Tetapi mungkin belum keseluruhan cerita, demikian kesimpulan temuan pertama dari data yang dikumpulkan dalam proyek tujuh negara yang disebut Antarctica's Gamburtsev Province (AGAP). Studi AGAP fokus di wilayah yang disebut "Dome A" yaitu wilayah bentangan Gamburtsev, titik tinggi lembar Antartika Timur.

Pencitraan di bawah permukaan es yang dingin, ilmuwan menggunakan dua pesawat Twin Otter yang dilengkapi dengan ice-penetrating radars yaitu prangkat mulai dari sistem laser, gravitasi meter, dan sensor pengukur medan magnet. Pesawat melakukan scan permukaan selama penerbangan utara-selatan berjarak 5 kilometer dan melintas di garis timur-barat setiap 33 kilometer.

Studi sebelumnya telah menemukan kehangatan planet dapat membentuk suhu di lapisan bawah es sehingga dapat mencairkan es. Tetapi para ilmuwan berpikir lelehan air sedikit dengan peran yang jauh kurang penting dalam struktur lembaran es.

Robin Bell, glasiolog dari Lamont-Doherty Earth Observatory di Columbia University Palisades di New York mengatakan hasil pengamatan pada blok es raksasa tampaknya terbentuk ketika air cair (terdorong oleh tekanan es) bergerak pada dinding terjal pegunungan Gamburtsev.

Ketika air naik bertemu dengan suhu rendah dan kurangnya tekanan dari es di atasnya menyebabkan membeku kembali. Lelehan air yang kembali membeku mungkin membetuk setengah ketebalan lapisan es dalam wilayah luas. Bell melaporkan kesamaan proses yang terjadi di Greenland dan di sisi barat lapisan es Antartika tersebut ke Science.

Masih terlalu dini untuk mengetahui apakah temuan baru berarti pemanasan global akan melelehkan lapisan es lebih lambat atau lebih cepat seperti yang dihitung para ilmuwan. Tetapi studi menunjukkan bahwa model dinamika lapisan es yang hilang sebagai faktor utama.
  1. Robin E. Bell (Lamont-Doherty Earth Observatory of Columbia University, Palisades, NY 10964, USA), et.al. Widespread Persistent Thickening of the East Antarctic Ice Sheet by Freezing from the Base, Science, 3 March 2011, DOI:10.1126/science.1200109
Robin E. Bell http://www.ldeo.columbia.edu/~robinb/
AGAP http://www.ldeo.columbia.edu/res/pi/gambit/index.htm

Credit : AGAP
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment