Herbivora Bertaring Tiarajudens eccentricus dari 260 Juta Tahun Lalu

Tinuku
News KeSimpulan.com - Tiarajudens eccentricus Bertaring. Peneliti melaporkan fosil leluhur mamalia vegetarian berdating 260 juta tahun lalu dengan "gigi taring panjang".

Predator bertaring tetapi vegetarian tersebut menjadi anggota dari sebuah klub yang lebih eksklusif. Sekarang para ilmuwan mulai mengurai satu makhluk pendek seukuran tapir yang disebut sebagai Tiarajudens eccentricus, kerabat yang akhirnya memunculkan mamalia.

Mahkluk yang hidup sekitar 260 juta tahun yang lalu di daratan kering (sekarang Brasil) tersebut bergigi molarlike cocok untuk menggiling diet fibrosa pakis, daun, dan batang. Tetapi tidak seperti sebagian besar keluarga vegetarian, Tiarajudens eccentricus juga didukung gigi taring kokoh dengan panjang 12 cm.

Paleontolog mengatakan taring tidak memiliki gerigi di sepanjang tepi dan kemungkinan tidak digunakan untuk mengunyah. Sebaliknya, gigi khas bisa digunakan untuk mencegah predator dan bertarung dengan musuh atau cara bagi spesies individu dengan mudah mengenali kohort mereka.

"Yang baru ditemukan, bersama dengan spesimen dari Williston [Anomocephalus africanus] adalah bukti tertua dari fauna serupa vertebrata darat antara benua Afrika dan Amerika Selatan. Lebih dari 260 juta tahun yang lalu. Hewan-hewan yang berjalan di antara apa yang hari ini benua Afrika dan Amerika Selatan," kata Juan Cisneros, naturalis dari Universidade Federal do Piauí di Brasil.

"Hewan Brasil yang baru ditemukan luar biasa karena memiliki gigi taring pedang panjang luar biasa yang mencerminkan bukti tertua perilaku tempur pada dunia 'reptil' herbivora," kata Cisneros.

Kedua spesies membentuk kelompok baru (sebelumnya tidak dikenal) yang hidup masing-masing di Brazil dan Afrika Selatan (bagian dari superbenua selatan Gondwana) lebih dari 260 juta tahun yang lalu.

"Spesies baru menyajikan beberapa fitur gigi tidak terduga. Ini adalah herbivora tertua yang menunjukkan gigi taring bahwa mereka menggunakan untuk ditampilkan menghadapi predator," kata Bruce Rubidge, paleontolog dari Bernard Price Institute for Palaeontological Research di Afrika Selatan.
  1. Juan Carlos Cisneros (Universidade Federal do Piauí, Centro de Ciências da Natureza, 64049-550, Ininga, Teresina, Piauí, Brazil; Universidade Federal do Rio Grande do Sul, Departamento de Paleontologia e Estratigrafia, Avenida Bento Gonçalves 9500, Porto Alegre, Rio Grande do Sul, Brazil); Fernando Abdala, Bruce S. Rubidge (Bernard Price Institute for Palaeontological Research, University of the Witwatersrand, Private Bag 3, WITS 2050, Johannesburg, South Africa); Paula Camboim Dentzien-Dias (Universidade Federal do Piauí, Picos, Piauí, Brazil); Ana de Oliveira Bueno (Universidade Federal do Rio Grande do Sul, Departamento de Paleontologia e Estratigrafia, Avenida Bento Gonçalves 9500, Porto Alegre, Rio Grande do Sul, Brazil). Dental Occlusion in a 260-Million-Year-Old Therapsid with Saber Canines from the Permian of Brazil. Science 25 March 2011: Vol. 331 no. 6024 pp.1603-1605, DOI:10.1126/science.1200305
Gambar : Juan Carlos Cisneros, et.al., Science, DOI:10.1126/science.1200305
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment