Kemultiseluleran Dictyostelium discoideum Muncul Sebelum Evolusi Multiseluler

Tinuku
News KeSimpulan.com - Cetakan lendir bentuk sedehana jaringan yang kompleks. Kemultiseluleran Dictyostelium discoideum muncul jauh sebelum evolusi multiseluler.

Jamur lendir bersel tunggal bekerja sama untuk meningkatkan kesempatan mereka agar bertahan hidup. Daniel Dickinson dan rekan-rekannya dari Stanford University di Palo Alto, California, telah menemukan bahwa kerendahan hati Dictyostelium discoideum berlendir membentuk jaringan khusus dikenal sebagai polarised epithelium yang bersaing dengan form yang ditemukan pada hewan multisel.

Temuan menunjukkan blok bangunan untuk kemultiseluleran muncul jauh sebelum hewan pertama kali berevolusi. Ketika makanan langka untuk mencetak lendir, makhluk jamur seperti yang hidup di tanah lembab, Dictyostelium discoideum bergabung untuk membuat struktur tangkai dan topi yang menyebar spora mereka ke tempat baru.

Ujung tubuh buah ini terdiri dari epitel terpolarisasi. Mirip dengan protein setara hewan alpha- (α-) dan beta- (β-) catenin membantu lendir mencetak komponen yang mengatur dalam sel masing-masing untuk menyusun spesialisasi fungsi jaringan secara keseluruhan. Para peneliti melapor ke Science.
  1. Daniel J. Dickinson (Program in Cancer Biology, Stanford University, Stanford, CA 94305, USA), W. James Nelson (Program in Cancer Biology, Stanford University, Stanford, CA 94305, USA; Department of Biology, Stanford University, Stanford, CA 94305, USA; Department of Molecular and Cellular Physiology, Stanford University, Stanford, CA 94305, USA), William I. Weis (Program in Cancer Biology, Stanford University, Stanford, CA 94305, USA; Department of Molecular and Cellular Physiology, Stanford University, Stanford, CA 94305, USA; Department of Structural Biology, Stanford University, Stanford, CA 94305, USA). A Polarized Epithelium Organized by β- and α-Catenin Predates Cadherin and Metazoan Origins, Science 11 March 2011: Vol.331 no.6022 pp.1336-1339, DOI:10.1126/science.1199633
Gambar : Daniel J. Dickinson, et.al. Science, DOI:10.1126/science.1199633
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment