Laser Berbasis Darat Sebagai Deflaksi Sampah Orbital dan Puing-puing

Tinuku
News KeSimpulan.com - Laser diusulkan untuk membelokkan space junk. Perangkat berbasis darat menggunakan cahaya mengarah langit sebagai deflaktor puing dari luar Bumi.

Sistem ini tidak akan mencegah Armageddon tetapi laser sederhana berbasis darat bisa menyenggol potongan kecil sampah satelit ruang angkasa untuk mencegah tabrakan. Menggunakan foton yang dihasilkan oleh laser berkekuatan menengah dan mengarah ke langit melalui teleskop 1,5 meter. Demikian usulan sebuah penelitian.

Foton menekan puing-puing di orbit rendah Bumi, lembut mendorong ke samping benda daripada membakarnya. Para peneliti telah menerapkan ide yang sama dengan menggunakan tekanan dari sinar Matahari untuk menggerakkan pesawat ruang angkasa.

James Mason dari Universities Space Research Association dan NASA’s Ames Research Center di Mountain View, California, dan rekan-rekannya menjelaskan ke server preprint arXiv dimana perangkat yang diusulkan hanya seharga US$10 juta, bisa siap untuk pengujian tahun depan dan beroperasi penuh beberapa tahun kemudian.

Sekitar 500.000 space junk berukuran sentimeter dan lebih besar berada di orbit rendah Bumi. Sebagian besar fragmen pesawat yang rusak atau meledak. Jumlah puing yang lebih besar dari 10 cm telah meningkat secara drastis dalam beberapa tahun terakhir dan satelit kebanyakan tidak memiliki perisai yang melindungi dari tabrakan dengan puing-puing tersebut, kata Don Kessler, mantan ilmuwan senior NASA dan pakar puing orbital.

Mason menghitung jika sepotong puing ruang harus dipindahkan sekitar 200 meter per hari untuk menghindari tabrakan, laser berdaya sekitar 5 kilowatt mampu membelokkan puing-puing yang memiliki area permukaan besar dan tidak lebih berat dari 50 sampai 100 kilogram.

Laser tidak bisa mencegah tabrakan dua satelit pada 2009, juga tidak bisa menyingkirkan asteroid. Namun sistem ini "bisa merubah arah keluar puing-piung," kata Mason.

Mason menunjukkan bahwa fasilitas laser terbaik dibangun di suatu tempat (di dataran tinggi dekat kutub) seperti Plateau Observatory di Antartika karena sebagian besar puing-puing melewati daerah kutub setiap hari.

Para peneliti telah menyarankan menggunakan laser untuk menghancurkan puing-puing selama dua dekade, tetapi cara ini memerlukan perangkat sistem yang kuat yang mungkin aplikasi teknologi senjata.

Kessler mengatakan penggunaan laser untuk sedikit mengubah kecepatan puing kecil tidak memakan banyak energi. Dan jika laser berdaya menengah salah target tidak akan banyak kerusakan. Bagaimanapun para ilmuwan akan membutuhkan pengetahuan yang tepat dari jalur puing-puing dalam rangka untuk membangun sistem menjadi efektif.
  1. James Mason, Jan Stupl, William Marshall, Creon Levit. Orbital Debris-Debris Collision Avoidance. arXiv:1103.1690v1 [physics.space-ph], (Submitted on 9 Mar 2011), http://arxiv.org/abs/1103.1690
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment