Lubang Cacing Bintang Berisi Phantom Matter Mungkin Eksis

Tinuku
News KeSimpulan.com - Lubang cacing mungkin eksis. Kuartet fisikawan mengusulkan terowongan cakrawala penghubung ruang-waktu yang menghubungkan bintang.

Beberapa bintang mungkin mengisi lubang cacing (wormhole) yaitu terowongan yang menghubungkan titik-titik jauh dalam cakrawala ruang-waktu, demikian usulan sebuah tim fisikawan yang melapor ke server preprint arXiv. Namun para peneliti lain mengalami kesulitan untuk mencerna.

"Ini bagian yang bagus kerja spekulatif… tetapi spekulasi," kata Matt Visser, fisikawan teoritis dari Victoria University of Wellington di Selandia Baru.

Vladimir Folomeev, fisikawan dari Institute of Physicotechnical Problems and Material Science di Republik Kyrgyz dan rekannya menunjukkan pasangan bintang-bintang bergabung dalam lubang cacing yang penuh material eksotis dikenal sebagai "phantom matter". Material hipotetik tersebut telah diusulkan sebagai penjelasan yang mungkin untuk percepatan perluasan alam semesta.

"Saya sangat yakin bahwa sekali Anda mengakui materi eksotis dari beberapa jenis yang cocok, Anda secara matematis dapat membangun sebuah bintang di dalam lubang cacing," komentar Dieter Brill, teoritikus relativitas dari University of Maryland di College Park.

Folomeev mengatakan bahwa lubang cacing bintang mungkin menghasilkan sinyal sehingga bisa di rekam teleskop. Secara umum sebuah bintang biasa dan satu pasangannnya dengan lubang cacing di tengahnya akan terlihat sama oleh observer dari jauh.

Tetapi jika lubang cacing memiliki pengaruh yang cukup kuat, mungkin mengubah properti seperti massa atau ukuran bintang-bintang dengan cara yang tidak standar. Jika lubang cacing pendek maka dua bintang terhubung sebuah link yang tidak jauh terpisah, seorang pengamat mungkin melihat petinjuk lain yang tidak biasa yaitu dua benda terkait erat dalam spasi dengan sifat hampir identik.

Tim melakukan perhitungan sementara yang menunjukkan seperti sebuah konfigurasi yang kemungkinan stabil terhadap gangguan yang relatif sederhana untuk sistem yang mendukung kemungkinan adanya seperti binatang. Namun, para peneliti mengakui bahwa analisis mereka tidak lengkap.

"Mereka tampaknya telah melakukan analisis sistem secara serius, tetapi mereka tidak menjamin telah menunjukkan stabilitas seperti yang diperlukan untuk membangun model serius," komentar Robert Wald, fisikawan teoritis dari University of Chicago.

Folomeev dan koleganya menunjukkan bahwa phantom matter di lubang cacing akan mengaduk sekitarnya, menghasilkan proses kinerja astrofisika. Osilasi di mana bagian yang berbeda dari materi bergerak dengan kecepatan yang berbeda menyebabkan tumbukan yang mungkin cukup energik untuk menghasilkan ledakan sinar gamma yaitu ledakan paling kuat di alam semesta.

Folomeev mengatakan untuk sekarang, analisis hanya sebuah usulan yang masih harus dikonfirmasi dengan perhitungan lebih lanjut.

Meskipun tidak jelas apakah benar atau tidak model lubang cacing bintang akan luruh di bawah pengamatan, kata Brill.

"Saya umumnya mendukung model perhitungan secara apriori yang tampaknya terlalu mengada-ada dan liar," kata Brill.
  1. V. Dzhunushaliev, V. Folomeev, B. Kleihaus, J. Kunz. A Star Harbouring a Wormhole at its Center, arXiv:1102.4454v1 [astro-ph.GA], (Submitted on 22 Feb 2011), http://arxiv.org/abs/1102.4454
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment