Temuan Baru Teleskop Hubble Menantang Teori Void Tentang Dark energy

Tinuku
News KeSimpulan.com - Tidak semua dark energy (energi gelap) ilusi. Solusi 3% konstanta dengan kamera Wide Field Camera 3 (WFC3) di Hubble Space Telescope.

Pengukuran baru ledakan bintang menantang teori bahwa energi gelap hanya sebuah ilusi yang disebabkan oleh lokasi kita dalam kekosongan luas (void). Pada tahun 1998, astronom melaporkan bahwa perluasan alam semesta tampaknya akan semakin lebih cepat berdasarkan pengukuran ledakan supernova pada dua galaksi dekat dan jauh. Terakhir memberikan catatan masa lalu karena waktu yang diperlukan cahaya untuk mencapai kita.

Percepatan ekspansi alam semesta tersebut merupakan kejutan karena gravitasi seharusnya bertindak sebagai rem untuk selalu berkumpul bersama sehingga memperlambat rentang waktu. Penjelasan yang paling populer bahwa energi yang tidak diketahui asalnya, disebut dark energy, menembus ruang dan bertindak sebagai gaya tolak untuk mempercepat ekspansi.

Tetapi beberapa peneliti mengusulkan skenario alternatif bahwa percepatan ini sebenarnya ilusi yang dihasilkan dari distribusi materi yang tidak merata di alam semesta. Mereka menerima bahwa tingkat ekspansi di alam semesta lokal lebih tinggi dibanding daerah yang lebih jauh. Tetapi tidak menganggap laju ekspansi meningkat seiring waktu.

Para astronom di pihak ini menyarankan patch tentang peristiwa alam semesta kurang mengandung materi dari rata-rata. Dalam hal ini model "void" yaitu tingkat ekspansi lebih tinggi di luar karena gaya gravitasi rendah untuk memperlambatnya.

Tetapi temuan baru berdasarkan pengukuran supernova di NGC 5584 yang oleh Teleskop luar angkasa Hubble bentrok dengan versi model void. Model baru bisa menyesuaikan pengukuran supernova sebelumnya dan data kosmologis lain, tetapi hanya jika laju ekspansi lokal adalah sekitar 60 kilometer per detik per megaparsec atau kurang (satu megaparsec adalah 3,26 juta tahun cahaya).

Ada kemungkinan kesalahan pengukuran sebelumnya. Pengukuran baru yang lebih tepat memberikan tingkat perluasan 74 kilometer per detik per megaparsec dengan plus atau minus 2,4.

"Ini lebih mirip energi gelap yang menekan pedal gas," kata Adam Riess, astronom dari Johns Hopkins University di Baltimore, Maryland, yang memimpin observasi dan melapor ke The Astrophysical Journal.

Tetapi Subir Sarkar, astrofisikawan dari University of Oxford dan pendukung teori Void, mengatakan hasilnya belum pukulan fatal.

"Para pengamat telah melakukan pekerjaan yang baik, tetapi harus diingat bahwa ada beberapa fleksibilitas dalam model-model alternatif yang sebenarnya bisa mengakomodasi nilai-nilai yang lebih tinggi untuk ekspansi lokal," kata Sarkar.

Sarkar merujuk sebuah studi oleh Tirthabir Biswas dari Saint Cloud State University di Minnesota dan rekannya, yang melapor ke Journal of Cosmology and Astroparticle Physics pada tahun lalu dengan menguji berbagai model void. Temuan memungkinkan tingkat ekspansi lokal setinggi nilai temuan Hubble baru dengan positing sebuah "void within a void" dimana kepadatan materi tidak konstan dalam kekosongan itu sendiri, tetapi semakin curam menuju pusat.

"Saya lebih suka percaya bahwa alam semesta ini sedikit lebih rumit daripada model kosmologi standar dalam mengasumsikan peristiwa ini," kata Sarkar.
  1. Adam G. Riess (Department of Physics and Astronomy, Johns Hopkins University, Baltimore, MD 21218, USA; Space Telescope Science Institute, 3700 San Martin Drive, Baltimore, MD 21218, USA), et.al. A 3% solution: determination of the hubble constant with the hubble space telescope and wide field camera 3, The Astrophysical Journal, Volume 730 Number 2, 2011 March 10, DOI:10.1088/0004-637X/730/2/119
  2. Tirthabir Biswas (Department of Physics, Saint Cloud State University, Wick Science Building, Saint Cloud, MN 56301, U.S.A; Department of Physics, Loyola University, 6363 St. Charles Avenue, Campus Box 92, New Orleans, LA 70118, U.S.A), et.al. Testing the void against cosmological data: fitting CMB, BAO, SN and H0, Journal of Cosmology and Astroparticle Physics. Volume 2010 November 2010, DOI:10.1088/1475-7516/2010/11/030
Adam Riess http://www.stsci.edu/~ariess/
Subir Sarkar http://www-thphys.physics.ox.ac.uk/people/SubirSarkar/

Hubble Space Telescope http://hubblesite.org/
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment