Titan Masuki Musim Semi dan Hujan Metana Cair Basahi Permukaan

Tinuku
News KeSimpulan.com - Hujan yang lama ditunggu-tunggu telah tiba di bulan Saturnus, Titan. Setelah fase 7 tahun musim dingin, sekarang musim semi membahasi permukaan.

Pertama kali permukaan bulan Saturnus, Titan, dideteksi berselimut kabut pada awal tahun 2005 saat pendaratan Wahana antariksa Huygens mengintai segala macam kanal dan ngarai yang diukir es sangat dingin karena kaya metana cair. Tetapi turunnya hujan metana atau bahkan awan metana tidak terlihat di wilayah "tropis" Titan dimana Huygens mendarat.

Namun sekarang kesabaran telah terlunasi. Di belahan selatan Titan yang musim dingin sedang menginjak musim semi. Siklus musim di Titan berganti setiap lebih 7 tahun di Bumi. Turunnya hujan di khatulistiwa Titan dilaporkan oleh Tetsuya Tokano, geofisikawan dari Universität zu Köln di Köln, Jerman, ke Science.

Para peneliti dapat mengintip awan khatulistiwa (putih dalam gambar ini) pada September dan Oktober lalu menggunakan detektor inframerah yang menembus kabut awan di pesawat ruang angkasa NASA Cassini yang masih mengorbit Saturnus. Dan setelah awan September berlalu, mereka menemukan bahwa wilayah khatulistiwa telah gelap.

Hujan metana telah membentuk genangan cair atau setidaknya membasahi permukaan. Hujan di musim semi dapat meyakinkan para ilmuwan atmosfer yang mengusulkan perubahan musiman seperti itu terjadi serta menegaskan bahwa kanal dan ngarai di khatulistiwa dibentuk karena proses erosi terus-menerus di Titan.
  1. Tetsuya Tokano (Institut für Geophysik und Meteorologie, Universität zu Köln, 50923 Köln, Germany). Precipitation Climatology on Titan, Science 18 March 2011: Vol.331 no.6023 pp.1393-1394, DOI:10.1126/science.1204092
Gambar : NASA
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment