Cincin Scleral Archosaurs Nokturnal Menyelinap di Malam Hari

Tinuku
News KeSimpulan.com - Bukti pertama beberapa dinosaurus nokturnal. Studi baru membahas apakah suatu dinosaurus diurnal, nokturnal atau aktif hanya saat fajar dan senja.

Banyak dinosaurus dan pterosaurus aktif baik siang dan malam, namun ada yang seluruhnya malam, demikian laporan sebuah penelitian baru. Lars Schmitz, ekolog dan Ryosuke Motani, geolog dari University of California di Davis, ingin menguji asumsi bahwa dinosaurus aktif setiap hari.

Schmitz dan Motani menggunakan cara cerdas dengan merekonstruksi pola aktivitas archosaurs punah (kelompok yang mencakup buaya, dinosaurus dan burung) dengan membandingkan ukuran dan bentuk mata dengan para hewan yang hadir di siang hari.

Jaringan lunak mata termasuk iris jarang memfosil, tetapi archosaur dengan sebagian besar cincin tulang di dalam mata yang disebut scleral ring terawetkan dalam beberapa fosil. Pada archosaur modern, ukuran dan bentuk cincin ini relatif terhadap rongga mata bervariasi tergantung pada apakah hewan tersebut diurnal, nokturnal atau aktif hanya saat fajar dan senja.

Spesies nokturnal hidup cenderung memiliki ukuran besar retina dan membantu mereka melihat dalam cahaya redup. Fosil dengan diameter besar internal cincin scleral relatif terhadap diameter rongga mata atau orbit mungkin memiliki pupil yang besar juga sehingga memberi petunjuk mereka hewan malam hari.

Sebaliknya spesies yang aktif pada siang hari memiliki pupul kecil untuk ukuran mata yang ada. Artinya mereka dapat menghindari overstimulating retina dan kontrak iris untuk kedalaman yang lebih fokus.

"Jika Anda memiliki orbit terutama lingkaran dan sebuah cincin scleral cantik melingkar, Anda mendapatkan ide yang cukup bagus dari ukuran bola mata dan ukuran iris dalam mata. Belum tentu salah dengan menerapkan untuk dinosaurus," kata David Hone, bioenviromentalis dari University College Dublin di Irlandia, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Schmitz dan Motani mengukur socket mata dan diameter eksternal dan internal cincin scleral pada 33 spesies archosaur Mesozoikum dan membandingkan dengan pengukuran serupa pada 1.401 spesies mamalia, burung, kadal dan ular dengan pola aktivitas yang telah diketahui.

"Apa yang kita lihat bahwa persepsi dinosaurus hanya aktif siang hari ditolak. Banyak yang malam hari dan banyak yang siang," kata Schmitz.

Predator terestrial seperti Microraptor dan Velociraptor muncul setidaknya sebagian besar malam hari dan bentuk mata dinosaurus herbivora besar seperti Psittacosaurus dan Diplodocus menyarankan mereka aktif baik di siang hari dan malam hari.

"Temuan ini sangat menarik dan masuk akal, tetapi saya ingin melihat analisis lain sebelum saya benar-benar yakin," kata Hone.

Hone menyarankan untuk menambah analisis pada spesies hidup terutama hewan dengan ekologi unik seperti spesies nokturnal yang merupakan bagian dari kelompok yang lebih luas terutama diurnal dengan nenek moyang yang sama untuk memperkuat bukti kasus. Tetapi Hone setuju kehadiran cincin scleral menawarkan kesempatan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

"Kita tidak perlu heran bahwa ada dinosaurus predator bersembunyi di sekitar bayangan. Hal yang mengejutkan dari studi ini adalah kita bisa tahu," kata Lawrence Witmer, paleobiolog dari Ohio University di Athens.

Margaret Hall, bioevolusonis dari Midwestern University di Glendale, Ariz, meragukan apakah ilmuwan dapat menyimpulkan perilaku malam hari dari bukti tulang yang digunakan oleh tim UC Davis. Tetapi Hall tidak terkejut jika dinosaurus menyelinap dalam bayang-bayang.

Studi baru mendukung apresiasi keanekaragaman dinosaurus, kata Anthony (Tony) R. Fiorillo, kurator paleontologi di Dallas Museum of Natural History. Banyak spesies yang tidak sesuai dengan pemahaman lama bahwa dinosaurus bergerak perlahan dan bergantung sepenuhnya pada matahari untuk kehangatan. Fiorillo yakin persepsi akan berkembang lebih jauh.

"Bidang paleontologi dinosaurus sangat aktif dan kita tidak harus menunggu 10 tahun. Pada beberapa tingkatan, berubah dari tahun ke tahun," kata Fiorillo.

"Kita harus bersyukur [archosaurs] memiliki cincin scleral. Kita berusaha untuk merekonstruksi [perilaku] hewan dalam beberapa kasus pada 230 juta tahun lalu," kata Hone.
  1. Lars Schmitz (Department of Evolution and Ecology, University of California, Davis, CA 95616, USA; Department of Geology, University of California, Davis, CA 95616, USA) and Ryosuke Motani (Department of Geology, University of California, Davis, CA 95616, USA). Nocturnality in Dinosaurs Inferred from Scleral Ring and Orbit Morphology. Science, 14 April 2011, DOI:10.1126/science.1200043
  2. Lars Schmitz (Department of Geology, University of California Davis, Davis, CA 95616, USA; Department of Evolution and Ecology, University of California Davis, Davis, CA 95616, USA) and Ryosuke Motania (Department of Geology, University of California Davis, Davis, CA 95616, USA). Morphological differences between the eyeballs of nocturnal and diurnal amniotes revisited from optical perspectives of visual environments. Vision Research, Volume 50, Issue 10, 12 May 2010, Pages 936-946, DOI:10.1016/j.visres.2010.03.009
Lars Schmitz http://ecomorph.wordpress.com/
Ryosuke Motani https://www.geology.ucdavis.edu/faculty/motani.html
David Hone http://www.ucd.ie/bioenvsci/ourstaff/academic/davidhone/
Lawrence Witmer http://www.oucom.ohiou.edu/dbms-witmer/
Anthony (Tony) R. Fiorillo http://www.natureandscience.org/

Gambar : Lars Schmitz
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment