Penggunaan Tangan Kanan Oleh Neanderthal dan Hominid Eropa

Tinuku
News KeSimpulan.com - Kebanyakan Neanderthal menggunakan tangan kanan. Begitu pula nenek moyang mereka, sesuai dengan petunjuk fosil gigi.

Tangan kiri kembali flash back setengah juta tahun dalam keluarga evolusi manusia, setidaknya jika goresan fosil gigi memiliki kisah untuk menceritakan tentang hal tersebut.

Goresan peralatan batu dan gigi depan Neanderthal dan nenek moyang mereka di Eropa selama ini diaggap bertangan kidal (tangan kiri) di hampir semua hominid Zaman Batu, seperti dalam populasi manusia saat ini, kata David Frayer, antropolog dari University of Kansas di Lawrence dan rekannya.

Para ilmuwan telah menghubungkan penggunaan tangan kiri yang terjadi pada populasi manusia ke belahan otak kiri yang mengontrol gerakan tubuh sisi kanan dan memungkinkan fungsi-fungsi bahasa kritis.

Mengingat bukti gigi baru, sebagian besar populasi Neandertal dan para pendahulu mereka menggunakan tangan kanan, maka mereka harus sudah memiliki karunia dalam penggunaan bahasa. Frayer mengusulkan teori tersebut ke Laterality.

"Temuan sejauh ini menunjukkan bahwa kebanyakan hominid Eropa bertangan kanan setidaknya 500.000 tahun yang lalu. Kapasitas untuk bahasa tampaknya memiliki akar kuno, bukan baru-baru ini," kata Frayer.

Seiring dengan penggunaan tangan kiri secara luas yang mengindikasikan hominid kuno memiliki kesiapan otak untuk bahasa, mirip fosil telingga manusia yang menunjukkan nenek moyang Neanderthal bisa mendengar semua suara yang digunakan dalam bahasa modern, kata Frayer.

Peneliti lain berpendapat berdasarkan rekonstruksi saluran informasi vokal pada fosil tengkorak dan tubuh bagian atas, Neandertal secara fisik tidak mampu mengartikulasikan beberapa percakapan suara modern. Dalam pandangan para ilmuwan ini, bahasa mulai diucapkan berasal dari Homo sapiens setelah 200.000 tahun yang lalu.

Temuan Frayer bertepatan dengan laporan sebelumnya tentang tangan kanan pada pola penajaman peralatan batu Neanderthal berdating 120.000 tahun lalu, kata Natalie Uomini, arkeolog dari University of Liverpool di Inggris.

"Ini poin baru studi preferensi ke kanan yang kuat pada tingkat populasi dan sangat awal di kalangan hominid," kata Uomini.

Penggunaan tangan mungkin muncul di antara simpanse dan primata non manusia lainnya, meskipun untuk tingkat yang lebih rendah dibandingkan manusia. Untuk melihat kecenderungan penggunaan tangan kuno, Frayer mempelajari fosil nenek moyang Neanderthal berdating 500.000 tahun di Spanyol utara.

Eksperimen yang dilakukan oleh tim Spanyol menunjukkan saat menggunakan alat batu untuk memotong daging dengan menggigit salah satu ujung dan memegang ujung yang lainnya, tangan kanan membuat goresan dengan sudut ke arah secara konsisten. Demikian pula, tangan kidal membuat goresan miring ke arah yang berlawanan.

Fosil gigi depan dari 17 Neandertal di Eropa yang hidup antara 130.000 hingga 30.000 tahun yang lalu mengungkap goresan konsisten dengan 15 kasus bertangan kanan dan 2 bertangan kidal.

Sebanding data gigi depan dari 12 nenek moyang Neanderthal yang sebelumnya diperoleh Marina Lozano dari Universitat Rovira i Virgili di Spanyol dan rekan-rekannya, dinotasikan tangan kidal pada setiap individu. Frayer menghitung sekitar 0,8 persen hingga 22,8 persen populasi Neanderthal dan nenek moyang mereka yang kidal.
  1. David W. Frayer (Department of Anthropology, University of Kansas, Lawrence, KS, USA; Museo Nazionale Preistorico Etnografico “L. Pigorini”, Sezione di Antropologica, Rome, Italy). More than 500,000 years of right-handedness in Europe. Laterality, 14 April 2011, DOI:10.1080/1357650X.2010.529451
David W. Frayer http://anthropology.ku.edu/~kuanth/people/frayer-david-w.shtml
Natalie Uomini http://www.liv.ac.uk/sace/organisation/people/uomini.htm

Gambar : David W. Frayer
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment