Rayuan Ekor Burung Merak Hanya Kadang Berhasil Memikat Perempuan

Tinuku
News KeSimpulan.com - Ukuran tidak selalu menjadi masalah bagi Pavo cristatus. Merak jantan merayu perempuan dengan kemewahan ekor, tetapi hanya kadang-kadang berhasil.

"Melihat bulu di ekor merak membuat saya sakit hati," tulis Charles Darwin pada tahun 1860.

Tampaknya tidak berguna bahkan rumit, bulu mencolok tidak sesuai dengan teori tentang seleksi alam di mana pesan ciri-ciri yang membantu untuk menjamin kelangsungan hidup disampaikan. Tetapi Darwin akhirnya berdamai dengan merak dan bulu yang telah menjadi maskot teori seleksi seksual di mana rayuan penampilan berkembang ketika mereka disukai para perempuan.

Bagaimanapun dalam beberapa tahun terakhir perdebatan muncul di kalangan ekolog perilaku tentang apakah ekor burung merak (Pavo cristatus) jantan berfungsi untuk merayu merak wanita.

Sekarang, penelitian eksperimental tentang ekor burung merak yang dilaporkan ke Animal Behaviour menunjukkan bahwa jawabannya adalah ya, tetapi hanya kadang-kadang.

"Ada hal-hal lain yang kita pikir akan menjadi keputusan tersebut," kata Roslyn Dakin, mahasiswa PhD untuk ekologi perilaku di Queen's University di Kingston, Kanada.

Dakin dan Robert Montgomerie, evobiolog, melacak tiga populasi burung merak liar selama musim kawin ketika laki-laki menampilkan tarian rutin untuk memikat para wanita pemilih. Laki-laki dengan sedikit fitur bulu ekor tidak menarik bagi perempuan dan laki-laki dengan bintik-bintik lebih dari rata-rata juga tidak memiliki keuntungan.

Dimulai pada tahun 1980-an, Marion Petrie, ekobehavioris dari Newcastle University di Inggris, meneliti peran ekor burung merak dalam ritual kawin.

"Saya mulai bekerja pada merak karena Darwin menyarankan hal itu dan menguji teori tersebut," kata Petrie.

Petrie menemukan bahwa laki-laki dengan dominasi fitur eyespots juga paling sukses berkencan dengan wanita. Kemudian ilmuwan Perancis menemukan bahwa laki-laki dengan banyak eyespots memiliki sistem kekebalan tubuh lebih kuat dari laki-laki yang kurang atraktif yang menunjukkan indikator fitness pada laki-laki.

"Saya kira ada bukti jelas bahwa peahens melihat ekor peacock dalam memilih pasangan mereka," kata Petrie.

Namun, pada tahun 2008, sebuah tim ekolog Jepang mempelajari kelompok yang sama dengan merak jantan liar selama tujuh tahun dan melaporkan secara keseluruhan bahwa perempuan tampaknya tidak melihat keuntungan laki-laki dengan ekor yang besar.

"Kami mengusulkan burung merak adalah sinyal usang dalam preferensi wanita yang telah hilang atau melemah," kata Mariko Takahashi dari University of Tokyo.

"Saya pikir semua orang akan setuju bahwa ada hal-hal yang lebih kompleks daripada kesimpulan Takahashi et. al," kata Dakin.

Dakin mengulangi studi eksperimental Petrie dengan mencabut bulu merak jantan dan melihat penurunan dalam keberhasilan mereka untuk memikat perempuan. Namun, Dakin juga menemukan bahwa sebelum pencabutan bulu laki-laki biasanya memiliki antara 165 dan 170 eyespots di ekor mereka.

Dakin menyimpulkan pada kebanyakan situasi, perempuan tidak memilih pasangan berdasarkan jumlah eyespots pada ekor tetapi karakteristik tersebut dapat membantu untuk menyaring terutama laki-laki yang tidak layak karena banyak buku yang hilang. Karakteristik lain termasuk warna dan pola, mungkin masih menarik perempuan, kata Dakin.

Petrie senang melihat hasil eksperimennya terulang namun tidak yakin bahwa variasi alami dalam jumlah eyespots pada ekor sangat kecil. Patie juga mengatakan bahwa laki-laki tidak menggunakan bulu secara acak dan burung merak yang berhasil menjaga bulu mereka cenderung menjadi sehat dan terkuat.

Namun, Petrie mengakui bahwa sifat-sifat seperti jumlah eyespots yang kasar hanya mengukur kualitas ekor dan mungkin lebih berarti bagi ilmuwan daripada peahens.

"Pada akhirnya kita tidak akan pernah tahu apa yang peahens lihat dan bagaimana mereka memilih pasangan mereka. Anda tidak dapat memaksa mereka," kata Petrie.
  1. Roslyn Dakin and Robert Montgomeriea (Department of Biology, Queen’s University, Kingston, Canada). Peahens prefer peacocks displaying more eyespots, but rarely. Animal Behaviour, 12 April 2011, DOI:10.1016/j.anbehav.2011.03.016
Roslyn Dakin http://roslyndakin.com/
Robert Montgomerie http://www.queensu.ca/biology/people/faculty/montgomerie.html
Marion Petrie http://www.ncl.ac.uk/iah/staff/profile/marion.petrie
Mariko Takahashi http://www.u-tokyo.ac.jp/index_e.html

Gambar : 123RF http://www.123rf.com
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment