Efek Katalitik Asteroid Murchison Untuk Sintesis Prebiotik dan Prekursor RNA

Tinuku
News KeSimpulan.com - Apakah asteroid menjadi pabrik-pabrik yang menciptakan blok bangunan kehidupan? Asteroid membuat bahan baku kehidupan.

Untuk pertama kalinya, batuan asteroid terbukti memiliki daya sintesis kimia penting bagi kehidupan. Asteroid yang jatuh ke Bumi pada tanggal 28 September 1969, mendarat di pinggiran desa Murchison di Victoria, Australia. Pengujian menunjukkan material campuran asam amino dan beberapa bahan kimia yang ditemukan dalam materi genetik kita.

Temuan ini menyarankan bahwa ruang bukan tempat steril kimia dan kimia organik secara luas. Hal ini mengisyaratkan bahwa molekul yang diperlukan untuk memulai kehiudpan bisa diproduksi di dalam ruang, sebelum jatuh ke Bumi. Tetapi how? Bagaimana material ini dapat membentuk molekul?

Raffaele Saladino, agrokimiawan dari University of Tuscia di Viterbo, Italia, dan koleganya bertanya-tanya bagaimana material ini dapat membentuk molekul. Tim tahu bahwa wahyu kimia sederhana di ruang angkasa yang disebut formamida bisa diubah menjadi banyak biomolekul sehingga bisa digunakan sebagai titik awal.

Tim peneliti memperoleh 1 gram meteorit Murchison yang diubah menjadi bubuk dan dihapus semua molekul organik, meninggalkan hanya mineral. Dicampur dengan formamida dan dipanaskan hinggga 140°C selama 48 jam.

Reaksi ini menghasilkan asam nukleat yaitu blok bangunan penting DNA dan RNA serta asam amino glisin, asam karboksilat dan prekursor gula yang menunjukkan meteorit induk asteroit adalah sebuah pabrik kimia, kata Saladino melapor ke Origins of Life and Evolution of Biospheres.

Titik krusial dimana senyawa yang dihasilkan kedua metabolisme dan genetik yang mencakup dua bagian penting dari kehidupan primitif, kata Monica Grady, planetolog dari Open University di Milton Keynes, Inggris, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

"Jika Anda dapat mengkatalisis reaksi di tempat yang sama dari material awal yang sama, itu jelas menguntungkan," kata Grady.

Kemampuan untuk menghasilkan berbagai molekul penting menentukan mineral meteorit selain dari mineral Bumi, kata Mark Sephton, geokimiawan organik dari Imperial College London. Di Bumi, pembentukan setiap biomolecule cenderung dikatalisis oleh mineral yang berbeda, artinya dipisahkan dan kecil kemungkinannya untuk membentuk kehidupan.

Saladino juga menemukan mineral meteorit bisa menstabilkan RNA sebagai bahan genetik pertama. RNA bereaksi dengan air dan mudah rusak. Kebanyakan mineral mempercepat proses ini, namun tim menemukan bahwa mineral Murchison tidak.

"Jika RNA dapat disintesis [di dalam asteroid], lingkungan ini akan stabil," kata Saladino.
  1. Raffaele Saladino (Department of Agrobiology and Agrochemistry, University of Tuscia, 01100 Viterbo, Italy), et.al. Catalytic effects of Murchison Material: Prebiotic Synthesis and Degradation of RNA Precursors. Origins of Life and Evolution of Biospheres, Volume 1 / 1968 - Volume 41 / 2011, April 12, 2011, DOI:10.1007/s11084-011-9239-0
  2. Keith Kvenvolden (Exobiology Division, Ames Research Center, NASA, Moffett Field, California 94035), et.al. Evidence for Extraterrestrial Amino-acids and Hydrocarbons in the Murchison Meteorite. Nature, 228, 923 - 926 (05 December 1970); DOI:10.1038/228923a0
  3. Rubin, R. H. et.al. Microwave Detection of Interstellar Formamide. Astrophysical Journal, vol.169, p.L39, DOI:10.1086/180810
Raffaele Saladino http://www.unitus.it/
Mark Sephton http://www3.imperial.ac.uk/people/m.a.sephton
Monica Grady http://www.open.ac.uk/science/people/people-profile.php?staff_id=Monica%26%26Grady
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment