Evolusi Leluhur Kutu Pohon Memodifikasi Sayap Menjadi Helm

Tinuku
News KeSimpulan.com - Kamuflase kutu pohon berasal dari sayap leluhur. Sekitar 300 juta tahun Treehoppers memodifikasi sayap menjadi helm yang Amazing so menakjubkan!

Treehoppers adalah master mimikri. Pada punggung mereka, muncul organ aneh terlihat seperti milik kerabat jangkrik yang disebut helm. Mirip biji, duri, kotoran ulat, dan bahkan semut. Sekarang para biolog perkembangan menelusuri asal-usul dan evolusi helm yang menunjukkan kutu pohon melakukan seperti serangga lainnya lebih dari 300 juta tahun yaitu set sayap yang dimodifikasi membentuk helm.

"Ini contoh indah karya evolusi, menciptakan inovasi dengan memodifikasi program-program perkembangan yang ada," kata Michalis Averof, bioevolusioner perkembangan dari Institute of Molecular Biology and Biotechnology di Heraklion, Yunani, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Helm memanjang dari belakang kepala pada segmen pertama dada, bagian tengah tubuh. Para entomolog telah lama berpikir helm adalah perpanjangan dari exoskeleton toraks, kulit luarnya keras. Seperti sayap, helm memiliki urat yang mendorong salah satu peneliti di tahun 1950-an untuk menunjukkan helm adalah modifikasi sayap.

Tetapi entomolog berhenti karena tidak meyakinkan setelah teman entomolog amatir mengeluh dalam eksperimen menangkap treehoppers sering luka hanya memegang helm. Akhirnya, Nicolas Gompel dan Benjamin Prud'homme, biolog perkembangan dari Institute of Developmental Biology of Marseilles-Luminy mulai berubah pikiran.

"Orang tidak akan mengharapkan serangga mampu kehilangan bagian dari dada, bahkan untuk melarikan diri menangkap dan tetap hidup," kata Prud'homme.

Gompel dan Benyamin Prud'homme melihat dari dekat lima jenis kutu pohon dan menemukan bahwa organ seperti engsel dimana helm terkait ke tubuh, membuatnya semakin fleksibel dan mudah menipu.

Ketika menelusuri perkembangan seekor treehopper, Gompel dan Prud'homme menemukan helm dimulai dengan dua kuncup terpisah dari jaringan di bagian belakang nimfa dan kemudian menyatu. Regulasi selular helm menyerupai sayap dan dua struktur terungkap dalam cara yang sama selama perkembangan.

Para peneliti melaporkan ke Nature bahwa tiga gen aktif dalam perkembangan menunjukkan program genetik yang sama antara helm dan sayap.

"Ini mengindikasikan kesamaan helm dan sayap berbagi asal-usul yang sama, baik perkembangan dan evolusioner, walaupun perbedaan anatomis dan fungsional," kata Prud'homme.

Serangga purba telah membangun pelengkap punggung, kemungkinan besar untuk berenang. Seiring waktu, tubuh menyusun rencana evolusi semakin canggih, sehingga untuk 300 juta tahun terakhir, serangga baru saja membangun dua set sayap pada segmen kedua dan ketiga thorax. Gen yang disebut Hox aktif di segmen pertama thorax untuk memastikan tidak ada bentuk sayap di sana.

Treehoppers yang mulai berevolusi 50 juta tahun yang lalu dan sudah sangat dini pada helm, kini terbukti menjadi pengecualian. Gen Hox masih aktif, tetapi entah kenapa tetap berupa sayap. Prud'homme dan Gompel menyarankan, karena sayap tambahan dan tidak diperlukan untuk terbang, kutu pohon bebas melakukan diversifikasi ke dalam berbagai penyamaran.

"Bug ini tepat di bawah hidung kita begitu lama dan tidak ada yang menyadari bahwa helm mereka adalah modifikasi dari sayap. Amazing… hal-hal yang belum ditemukan di sekitar kita," kata Jim Marden, bioevolusioner dari Pennsylvania State University, University Park.
  1. Benjamin Prud’homme (Institut de Biologie du Développement de Marseille-Luminy, CNRS UMR 6216, case 907, Parc scientifique de Luminy, 13288 Marseille cedex 9, France). Body plan innovation in treehoppers through the evolution of an extra wing-like appendage. Nature, 473, 83–86 (05 May 2011), DOI:10.1038/nature09977
Michalis Averof http://www.imbb.forth.gr/people/averof/
Benjamin Prud'homme http://www.ibdml.univ-mrs.fr/equipes/BP_NG/
Jim Marden https://homes.bio.psu.edu/people/faculty/Marden/

Gambar : Benjamin Prud’homme, et.al. Nature, DOI:10.1038/nature09977
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment