Fosilisasi Liang Cacing Ekspansi Fauna Ke Darat 530 Juta Tahun Lalu

Tinuku
News KeSimpulan.com - Hewan secara cepat menjajah air tawar. Fosil liang cacing menunjukkan bahwa kehidupan laut dengan cepat beradaptasi dengan ekosistem lainnya.

Hewan awal Bumi pindah ke wilayah hulu tidak lama setelah menaklukkan laut. Batuan di dekat perbatasan California-Nevada melestarikan jejak cacing kecil di lumpur sungai sekitar 530 juta tahun yang lalu. Artinya sekitar 80 juta tahun lebih awal dari fosil hewan air tawar lainnya dan tidak lama setelah tampilan pertama bentuk-bentuk keragaman hewan di habitat laut, paleontolog melapor ke Geologi.

Perubahan tingkat salinitas dapat menyulitkan untuk berkembang dari hidup di laut ke hidup di sungai dan danau, kata Mary Droser, paleontologi dari University of California, Riverside. Studi baru menunjukkan "hewan menyeberangi penghalang fisiologis pada saat sangat awal," kata Droser.

Para ilmuwan menyisir fosil di timur California’s Wood Canyon Formation, bagian-bagian yang menyimpan deposit laut asin dan bagian lain di bawah sungai. Pada lapisan air tawar, paleontolog melihat banyak jejak liang berbentuk U dimana dua spesies seperti cacing pernah tinggal.

Hewan melakukan aktivitas dari laut melalui air payau ke air tawar pada saat batuan terbentuk, kata Droser. Jika demikian, lingkungan air tawar adalah tempat yang cukup ramah untuk hidup di awal sejarah fauna, waktu yang baik sebelum tanaman memadati darat sekitar 450 juta tahun yang lalu dimana beberapa ilmuwan berpikir sebagai tahap penting dalam menstabilkan lanskap sungai yang cukup bagi hewan untuk berkembang di sana.

"Karena sebagian besar dunia ditutupi lautan maka kebanyakan fosil laut dan menjadi tanggung jawab untuk membuktikan bahwa mereka tidak," kata Droser.

Sekarang paleontolog lainnya mungkin mulai menemukan bukti awal untuk tahapan air tawar sebagai kunci dalam sejarah hewan. Tetapi tidak semua ilmuwan yakin dengan laporan baru. Mengetahui benar-benar deposit batuan di sebuah sungai sebagai lawan ke laut atau sepanjang pantai merupakan pekerjaan sulit, kata Molly Miller, paleoekolog dari Vanderbilt University di Nashville.

Sebuah studi yang diterbitkan awal tahun ini di Sedimentology, misalnya, berpendapat bahwa batuan Wood Canyon mungkin sudah terbaring cukup dekat dengan pantai dan dengan demikian telah dibanjiri dengan banyak air tawar dan air asin.

"Fakta bahwa ini terjepit di antara batuan yang diendapkan di lingkungan laut dalam menaikkan standar bukti yang diperlukan," kata Miller.
  1. Martin J. Kennedy and Mary L. Droser (Department of Earth Science, University of California–Riverside, Riverside, California 92557, USA). Early Cambrian metazoans in fluvial environments, evidence of the non-marine Cambrian radiation. Geology, May 4, 2011, DOI:10.1130/G32002.1
  2. Neil S. Davies (Department of Earth Sciences, Dalhousie University, Halifax, Nova Scotia, Canada B3H 4J1). Alluvial facies evolution during the Palaeozoic greening of the continents: case studies, conceptual models and modern analogues. Sedimentology, Volume 58, Issue 1, pages 220-258, January 2011, DOI:10.1111/j.1365-3091.2010.01215.x
Mary Droser http://earthscience.ucr.edu/droser.html
Molly Miller http://www.vanderbilt.edu/ees/people/faculty/MollyMiller.php/
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment