Imunogenisitas Sel Induk Pluripoten Terinduksi iPS

Tinuku
News KeSimpulan.com - Tikus menolak sel-sel reprogram. Imunogenisitas sel-sel induk pluripoten terinduksi (iPS) tidak luput mendapat serangan sistem kekebalan tubuh.

Para ilmuwan berharap banyak pada sel induced pluripotent stem (iPS) yang dapat berubah menjadi jaringan pengganti bagi pasien cedera atau penyakit. Karena sel-sel ini berasal dari pasien sendiri, para ilmuwan berasumsi tidak akan menemui masalah umum yaitu penolakan imun transplantasi organ. Tetapi penelitian baru menunjukkan sel ini dapat memicu reaksi kekebalan.

Untuk membuat sel-sel iPS, para ilmuwan menggunakan teknik yang disebut reprogram seluler dengan mengaktifkan beberapa gen untuk mengubah sel matang menjadi sebuah embrio. Sel-sel reprogram menjadi pluripoten yang berarti memiliki kemampuan berdiferensiasi menjadi semua jenis sel.

Sel-sel iPS memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sel-sel embryonic stem (ES) karena tidak memerlukan penggunaan embrio sehingga terhindar dari beberapa isu etis dan hukum. Juga memungkinkan peneliti membuat garis sel genetis yang cocok dari pasien. Ketersediaan sumber sel transplantabel ini harus lolos sistem kekebalan tubuh.

Namun asumsi ini mungkin tidak benar. Yang Xu, biolog molekuler dari University of California di San Diego, dan rekannya menguji beberapa jenis sel pluripoten ketika ditransplantasikan ke tikus yang secara genetik cocok. Strain tikus inbrida adalah setara genetik kembar identik dan keduanya bisa berfungsi sebagai donor organ tanpa tekanan kekebalan. Xu menggunakan dua galur inbrida B6 dan 129.

Ketika implan sel-sel ES embrio dari tikus B6 ke tikus B6 yang lain membentuk pertumbuhan yang khas disebut teratoma yang merupakan campuran dari tipe sel pembedaan (formasi teratoma adalah tes standar sel ES dan pluripotesi iPS). Di sisi lain, sel-sel ES dari tikus 129 tidak mampu membentuk teratoma pada tikus B6 karena sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sebagai materi asing.

Para peneliti kemudian menanam sel iPS terbuat dari sel-sel tikus B6 ke tikus B6 yang lain. Mengherankan, banyak sel gagal membentuk teratoma mirip ketika sel-sel ES ditransplantasikan dari satu strain tikus yang lain. Teratoma yang tidak segera tumbuh diserang oleh sistem kekebalan penerima, tim melapor ke Nature.

Respon kekebalan "adalah sama dengan apa yang dipicu oleh transplantasi organ antar individu," kata Xu.

Reaksi kekebalan tidak parah ketika para peneliti menggunakan sel iPS yang dibuat dengan teknik yang lebih baru. Metode baru memastikan gen tambahan pemicu reprogram akan mati setelah mereka melakukan tugasnya. Namun reaksi tidak pergi sepenuhnya. Para peneliti melihat sel teratoma iPS menunjukkan tingkat tinggi gen tertentu yang dapat memicu sel kekebalan menyerang. Mungkin karena pemrograman ulang tidak lengkap sehingga mengakibatkan sejumlah gen salah tempat, kata Xu.

Temuan ini menyatakan bahwa sel-sel iPS berbeda halus tetapi memiliki potensi teknik penting dari sel-sel ES, kata George Daley, direktur sel induk di Children's Hospital Boston. Studi ini "menarik" tetapi Daley tidak berpikir penolakan imun akan menjadi masalah yang dapat teratasi dengan iPS.

Setelah sel iPS terdeferensiasi menjadi jenis jaringan yang diinginkan, mungkin tidak menyatakan gen bermasalah. Dan puluhan laboratorium bekerja pada cara-cara untuk meningkatkan proses rerpogram sehingga ekspresi gen nyasar dihilangkan.

"Kita harus bisa membuat sel-sel iPS sama seperti sel-sel ES," kata Daley.

Xu dan Daley mengatakan temuan baru menggarisbawahi perlunya terus bekerja dengan sel ES sehingga peneliti dapat sepenuhnya mengerti dan mencoba untuk mengatasi diferensiasi.

Studi ini memberikan catatan hati-hati yang diperlukan dalam perlombaan reprogram sel agat tidak terburu-buru untuk penggunaan klinis, kata Chad Tang, biolog seluler dari Stanford University.

"Fenomena sel iPS sangat baru dan begitu hyped up yang ada baiknya kita mengambil langkah mundur untuk bertanya apa yang benar-benar dapat dilakukan," kata Tang.

"Ini adalah pengingat bahwa kita tidak bisa mengabaikan sel-sel ES," kata Daley.
  1. Tongbiao Zhao (Section of Molecular Biology, Division of Biological Sciences, University of California, San Diego, 9500 Gilman Drive, La Jolla, California 92093-0322, USA), et.al. Immunogenicity of induced pluripotent stem cells. Nature, 13 May 2011, DOI:10.1038/nature10135
Yang Xu http://biology.ucsd.edu/faculty/xu.html
Chad Tang http://www.stanford.edu/
George Daley http://www.childrenshospital.org/cfapps/research/data_admin/Site92/mainpageS92P0.html

Gambar : Tongbiao Zhao, et.al. Nature, 13 May 2011, DOI:10.1038/nature10135
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment