Lubang Ozon di Atmosfer Sudah Mulai Membaik

Tinuku
News KeSimpulan.com - Lubang Ozon membaik. Para peneliti mengklaim melihat penyembuhan atmosfer, lebih dari satu dekade lebih cepat daripada yang mereka prediksi.

Para ilmuwan mungkin melihat lubang ozon Antartika menuju pemulihan, paling tidak satu dekade lebih cepat daripada yang mereka pikir dimana penyembuhan akan terlihat. Pada tahun 1989, sebuah perjanjian internasional yang disebut Montreal Protocol untuk tahapan penggurangan bahan kimia yang telah menggerogoti jauh di lapisan ozon pelindung Bumi.

Kebanyakan peneliti berpikir sampai setidaknya tahun 2023 untuk mendeteksi perlambatan pemulihan lubang, tetapi para peneliti di Australia kini mengaku melihat ozon berdetak membaik sejak akhir 1990-an.

"Kuncinya adalah memperhitungkan fluktuasi besar tahun ke tahun secara bertahap dalam evolusi jangka panjang ozon," kata Murry Salby, klimatolog atmosfer dari Macquarie University di Sydney, melapor ke Geophysical Research Letters.

Pertama melihat pada tahun 1985, lubang ozon Antartika dengan cepat dikaitkan dengan zat kimia yang disebut chlorofluorocarbon, dipancarkan terutama di belahan Bumi utara tetapi terkonsentrasi di Kutub Selatan oleh pola sirkulasi atmosfer. Atom Klorin dari CFC bereaksi dengan molekul ozon, musiman menghancurkan lapisan pelindung Bumi yang menyebabkan kanker dan radiasi ultraviolet yang merusak tanaman.

Para ilmuwan memprediksi kerusakan ozon menurun dan mulai pulih, namun mereka tidak akan bisa mendeteksi perubahan karena tingkat ozon bervariasi secara dramatis dari tahun ke tahun dimana proses atmosfer sangat kompleks.

Untuk lebih memahami fluktuasi ozon dari tahun ke tahun, tim Salby melihat dinamika pengaruh seperti riak gelombang di atmosfer planet. Para peneliti menemukan faktor dinamis musim dingin terkait erat untuk melacak berapa banyak ozon pada musim semi berikutnya. Proses ini mengontrol berapa banyak klorin melepaskan diri dari CFC setiap musim dingin yang menentukan berapa lama ozon kemudian akan hilang.

Mengetahui apa yang menyebabkan perubahan tahun ke tahun, para ilmuwan kemudian menghitung sinyal jangka panjang ozon. Setelah analisis yang dimulai pada tahun 1979, sinyal mendatar dan mulai merambat naik setelah 1996, kata Salby. Menggunakan teknik analisis yang berbeda, para ilmuwan lain melapor melihat perlambatan laju penurunan ozon, namun bukan pemulihan yang sebenarnya.

Tidak semua ahli yakin dengan studi baru. Hubungan antara dinamika tahun ke tahun dan tingkat ozon memang tampak kuat, tetapi bisa berubah pada analisis lebih lanjut, kata Darryn Waugh, klimatolog atmosfer dari Johns Hopkins University.

"Saya berharap ozon Antartika akan perlahan-lahan pulih, tetapi berpikir bahwa kita perlu beberapa tahun lebih banyak data untuk statistik peristiwa ini," kata Waugh.

Paul Young, kimiawan atmosfer dari National Oceanic and Atmospheric Administration Earth System Research Laboratory di Boulder, Colorado, setuju.

"Tanggapan saya sedikit hati-hati. Ini adalah klaim berani," kata Young.

Salby mengatakan yakin ozon merupakan tren yang nyata, tetapi telah berlangsung hampir sepanjang penurunan yang diamati selama tahun 1980 dan 1990-an. Sekarang Salby ingin mengembangkan cara yang lebih baik untuk memprediksi tingkat ozon di masa depan.
  1. Murry Salby (Faculty of Science, Macquarie University, Sydney, New South Wales, Australia), et.al. Rebound of Antarctic ozone. Geophysical Research Letters, Vol. 38, L09702, 4 pp., 6 May 2011, DOI:10.1029/2011GL047266
  2. E.-S. Yang (School of Earth and Atmospheric Sciences, Georgia Institute of Technology, Atlanta, Georgia, USA), et.al. First stage of Antarctic ozone recovery. Journal of Geophysical Research, Vol. 113, D20308, 16 pp., 21 October 2008, DOI:10.1029/2007JD009675
  3. Paul A. Newman (NASA Goddard Space Flight Center, Greenbelt, Maryland, USA), et.al. When will the Antarctic ozone hole recover?. Geophysical Research Letters, Vol. 33, L12814, 5 pp., 30 June 2006, DOI:10.1029/2005GL025232
Murry Salby http://www.envsci.mq.edu.au/staff/ms/index.html
Darryn Waugh http://www.jhu.edu/~dwaugh1/
Paul Young http://www.esrl.noaa.gov/csd/staff/paul.j.young/
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment