Pesawat NASA Swift Tangkap Aktivasi Lubang Hitam Supermasif

Tinuku
News KeSimpulan.com - Lubang hitam supermasif meningkat dan bersinar. Para astronom menyaksikan kebangkitan moster raksasa yang bangun dari tidur pulas.

Tidak jelas apakah makan stellar atau hanya gas yang membangunkan raksasa tidur. Tetapi para astronom mengatakan ledakan yang direkam oleh pesawat ruang angkasa sejak 28 Maret lalu menjadi pertama kalinya bagi para ilmuwan menyaksikan sebuah lubang hitam supermasif tiba-tiba aktif secara realtime.

David Burrows, astrofisikawan dari Penn State University di University Park dan rekannya melaporkan temuan ledakan yang berlangsung selama lebih dari 30 hari ke server arXiv. Burrows menolak diwawancarai karena tim telah mengajukan jurnal laporan ke Nature.

Ketika pesawat luar angkasa NASA Swift pertama kali melihat kembang api di sebuah galaksi jauh pada akhir Maret, peneliti mengklasifikasi adegan ledakan sinar gamma yang biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit hingga satu jam.

Swift telah menangkap menit-menit awal adegan, kamera detektor merekam gambar satu jam lebih awal yang menunjukkan tidak ada aktivitas galaktik seperti yang terletak sekitar 3,8 miliar tahun cahaya tersebut.

Selama dekade terakhir, satelit X-ray mencatat tiga kali dan flare cahaya terlihat di galaksi jauh yang mungkin menandai aktivasi lubang hitam. Tetapi ketiga peristiwa itu terlihat sehari sampai seminggu setelah mencapai suar.

Seiring berjalannya waktu dan energik emisi yang terkait ledakan 28 Maret berlanjutan, Burrows dan rekan-rekannya mengatakan keyakinan bahwa lubang hitam yang diam (mirip rakasa tenang di pusat Milky Way) telah diaktifkan oleh bintang terdekat atau gas tertelan oleh beberapa ledakan bintang raksasa di dekatnya.

Para peneliti mengusulkan pasokan makanan yang berputar ke dalam objek lubang hitam yang dihasilkan dalam kecepatan tinggi, memancarkan jet X-ray. Teori alternatif tampaknya cenderung semakin lama jet tersebut terus berlanjut.

"Laporan ini membuat kasus yang sangat meyakinkan bahwa sebuah lubang hitam masif memang diaktifkan," kata Zoltán Haiman, astroteoritikus dari Columbia University.

Pemantauan bintang selama beberapa tahun harus mengungkap asal bahan bakar, kata Haiman. Jika lubang hitam menelan bintang tunggal, jet akan redup, tetapi jika objek tiba-tiba memperoleh akses ke sebuah reservoir besar gas, jet bisa terang hingga lebih dari seribu tahun.

Tahun lalu Haiman dan rekannya mengusulkan skenario bagaimana lubang hitam menelan pasokan gas ke Astronomical Journal. Jika dua lubang hitam hendak berkoalisi, gerakan gas jelas dari sekitar mereka. Setelah lubang bergabung, gas akan bebas menyerbu masuk.

Jika lubang hitam supermasif Milky Way menghasilkan jet serupa yang mengarah ke Bumi maka menjadi 40 kali lebih kuat daripada X-ray yang dikenal terang dan mengionisasi atmosfer atas planet.
  1. D. N. Burrows, et.al. Discovery of the Onset of Rapid Accretion by a Dormant Massive Black Hole. arXiv:1104.4787, (last revised 27 Apr 2011), http://arxiv.org/abs/1104.4787
David Burrows http://www2.astro.psu.edu/users/burrows/
Zoltán Haiman http://www.astro.columbia.edu/~zoltan/

NASA Swift : http://swift.gsfc.nasa.gov/
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment