Poposaurus gracilis dan Effigia okeeffeae Sepupu Buaya Bipedal

Tinuku
News KeSimpulan.com - Sepupu buaya Triasik berjalan seperti dinosaur. Sepintas orang akan tergoda untuk menyebut Poposaurus gracilis sebagai dinosaurus bipedal.

Reptil yang hidup 225 juta tahun lalu berdiri dengan dua kaki, forelimb kecil, dan didukung ekor, panjang fleksibel yang memungkinkan menjaga keseimbangan sambil berjalan dan berlari di lanskap Late Triassic (Triasik Akhir). Tetapi Poposaurus bukan dinosaurus sama sekali. Mereka lebih erat sebagai cikal bakal para buaya.

Deskripsi awal lebih dari satu abad yang lalu, Poposaurus gracilis adalah "rauisuchian" yaitu bagian dari keturunan reptil dengan beragam anggota termasuk leluhur buaya dan kerabat terdekat mereka. Rauisuchians berbeda dengan buaya yang kita kenal pada hari ini dimana kaki mereka tegak ke bawah tubuh daripada keluar ke samping. Regulasi ini membuat lebih efisien untuk berjalan di atas tanah.

Kemudian pada tahun 2006, Sterling Nesbitt dan Mark Norell, paleontolog dari American Museum of Natural History di New York City menjelaskan rauisuchian bipedal sebut Effigia okeeffeae. Temuan ini menunjukkan setidaknya beberapa rauisuchians menyesuaikan postur seperti dinosaur.

Sekarang, kerangka Poposaurus direkontstruksi Nesbitt dan Jacques Gauthier, paleontolog dari Yale University ke Bulletin of the Peabody Museum of Natural History yang menegaskan bahwa buaya ini memang berjalan seperti dinosaurus.

Bukan suatu kebetulan evolusi yang menunjukkan bahwa Effigia merupakan bagian dari subkelompok khusus sepupu buaya bipedal yang terdiversifikasi pada waktu yang sama dengan leluhur dinosaurus.

Penjelasan Poposaurus baru dari temuan Triassic Chinle Formation, selatan Utah’s Grand Staircase-Escalante National Monument. Fosil meliputi sebagian besar kerangka di luar tengkorak dari tengah leher ke ujung ekor dengan panjang total 4,5 meter.

Anatomi panggul dan tungkai belakang menunjukkan bahwa Poposaurus berjalan tegak, kaki melekat dekat dengan garis tengah tubuh. Bahkan, anatomi pinggul membuat mustahil bagi Poposaurus untuk rata dengan anggota tubuhnya ke samping, seperti buaya yang hidup pada hari ini. Meskipun bagaimana cara secara tepat kaki rauisuchian menyentuh tanah tidak jelas.

Poposaurus mungkin berjalan dengan semua kaki menyentuh tanah atau mungkin juga berganti-ganti di antara kedua postur kaki tergantung pada seberapa cepat mereka bergerak. Temuan sepupu buaya berkaki dua seperti Effigia dan Poposaurus juga menimbulkan pertanyaan bagaimana dinosaurus mendominasi di akhir Triasik.

Robert Bakker, paleontolog dan kurator dari Houston Museum of Natural Science di Texas, sebelumnya telah mendeskirpsi mereka berjalan tegak, postur bipedal dinosaurus dalam mendominasi terhadap berbagai kerabat buaya yang berkembang selama Triasik tersebut.

Dengan kaki langsung di bawah tubuh, dinosaurus dapat bergerak lebih cepat dan lebih efisien daripada sepupu buaya dan kerabat mamalia awal yang juga hidup pada saat itu.

Subkelompok rauisuchians yang mencakup Poposaurus secara mandiri berevolusi postur yang sama dan bersaing dengan dinosaurus awal seperti Coelophysis dalam lingkungan yang sama, tetapi mengapa mereka punah sementara dinosaurus berkembang tetap menjadi sebuah misteri.

"Ini spesimen baru yang penting karena begitu komplit," kata Randall Irmis, kurator paleontologi dari Utah Museum of Natural History di University of Utah, Salt Lake City, yang menemukan kerangka pada tahun 2003 tetapi tidak terlibat dalam baru studi.

Spesimen baru "membantu kita memahami transisi bipedalitas" di antara rauisuchians. Sedangkan Effigia memiliki paruh ompong. Poposaurus bergigi tajam, bengkok dan jelas merupakan karnivora seperti rauisuchians lain yang menunjukkan poposauroids menjadi bipedal sebelum mereka menjadi herbivora, kata Irmis.
  1. Jacques A. Gauthier (American Museum of Natural History, New York NY 10024 USA and Jackson School of Geo sciences. University of Texas at Austin, Austin TX 78712 USA), et.al. The Bipedal Stem Crocodilian Poposaurus gracilis: Inferring Function in Fossils and Innovation in Archosaur Locomotion. Bulletin of the Peabody Museum of Natural History, 52(1):107-126. 2011, DOI:10.3374/014.052.0102
Sterling Nesbitt http://en.wikipedia.org/wiki/Sterling_Nesbitt
Mark Norell http://rggs.amnh.org/faculty/view/20
Jacques Gauthier http://archive.peabody.yale.edu/collections/vp/vp_gauthier.html
Randall Irmis http://umnh.utah.edu/irmis
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment