Revisi Dawson dan Fabrycky Untuk Perhitungan Planet 55 Cancri e

Tinuku
News KeSimpulan.com - Prediksi oleh mahasiswa tentang Dense Super-Earth. Sebuah planet yang dipikirkan selama ini ternyata agak berbeda dari prediksi awal.

Revisi berasal dari data baru oleh sebuah tim astronom internasional. Mereka membuat observasi pada planet "55 Cancri e" berdasarkan perhitungan oleh mahasiswa lulusan Harvard, Rebekah Dawson (Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics) dan Daniel Fabrycky (sekarang di University of California, Santa Cruz).

Mereka memprediksi saat planet transit di depan bintang host seperti yang terlihat dari Bumi. Transit memberikan informasi penting tentang ukuran dan orbit planet. Tim menemukan 55 Cancri e berdiameter 60 persen lebih besar dari Bumi, tetapi delapan kali lebih masif (sebuah super-Earth memiliki 1 hingga 10 kali massa Bumi).

Planet ini solid terpadat yang pernah dikenal. Bahkan mengorbit begitu dekat dengan bintang host dan terang sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang di rasi Cancer Kepiting dan menjadi target yang sangat baik untuk tindak lanjut studi. Prediksi Dawson dan Fabrycky memainkan peran penting dalam studi baru dengan memotivasi pencarian transit.

Ketika ditemukan oleh tim Texas pada tahun 2004, hasil perhitungan planet ini mengorbit bintang host setiap 2,8 hari. Dawson dan Fabrycky menganalisis ulang data dan menemukan 55 Cancri e jauh lebih dekat terhadap bintang yang mengorbit dalam waktu kurang dari 18 jam. Akibatnya, kemungkinan terlihat transit jauh lebih tinggi.

Josh Winn dari MIT dan Matthew Holman, astronom dari Smithsonian membawa perhitungan baru untuk Jaymie Matthews (University of British Columbia), yang dijadwalkan melakukan observasi pengamatan dengan satelit Canada's MOST (Microvariability & Oscillations of STars). Tim peneliti menemukan transit 55 Cancri e terhadap bintang setiap 17 jam 41 menit seperti prediksi Dawson dan Fabrycky.

"Saya senang bahwa menghitung periode orbit planet itu dengan benar, kita dapat mendeteksi transit yang memberitahu kita jauh lebih banyak tentang hal tersebut," kata Dawson.

Teknik baru berlaku untuk planet yang ditemukan dengan metode kecepatan radial dimana astronom memburu bintang yang "bergetar" dari tarikan gravitasi orbit.

Kebingungan awal tentang orbit 55 Cancri e muncul karena kesenjangan alami untuk data kecepatan radial (karena astronom hanya dapat mengamati bintang pada malam hari dan ketika itu di atas cakrawala). Kadang-kadang kesenjangan menampakkan sinyal "hantu" yang bisa menyamar sebagai sinyal sejati planet.

Dawson dan Fabrycky memilih untuk menganalisis enam sistem planet dimana data tampak sangat ambigu. Dalam dua kasus mereka mengkonfirmasi hasil sebelumnya, sementara beberapa masih belum jelas. Untuk 55 Cancri e, revisi periode memang dibutuhkan.

"Ini menjadi sangat jelas bahwa sebenarnya periode orbit planet itu lebih mendekati 18 jam," kata Dawson.

Semua ini menempatkan planet begitu dekat pada bintang dengan panas dipanggang suhu 4.900 derajat F. Bintang host itu sendiri, 55 Cancri A, adalah sebuah bintang kuning sangat mirip dengan Matahari dan terletak 40 tahun cahaya. Bintang terang terdekat yang diketahui memiliki sebuah planet transit.

Dawson merekomendasikan metode analisis yang dikembangkannya dengan Fabrycky bisa digunakan untuk analisis temuan planet di masa depan.

"Kami sudah membersihkan beberapa kebingungan dalam sistem yang kita pelajari dan kami percaya telah menyediakan cara untuk menghindari kerancuan," kata Dawson.

Rebekah Dawson http://www.cfa.harvard.edu/ast/gradstu.html
Daniel Fabrycky http://www.ucolick.org/~fabrycky/Home.html

Gambar : Harvard-Smithsonian http://www.cfa.harvard.edu/

Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, 617-495-7462, David A. Aguilar (daguilar@cfa.harvard.edu) and Christine Pulliam (cpulliam@cfa.harvard.edu), http://www.cfa.harvard.edu/
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment